<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140</id><updated>2012-01-31T01:04:10.147-08:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='catatan harian'/><category term='catata'/><category term='Sosial Budaya'/><category term='Kuliner'/><category term='Politik'/><category term='puisi'/><category term='Lingkungan'/><category term='Bisnis'/><category term='Kenyataan'/><category term='coretan'/><category term='Fotografi'/><category term='cerita'/><category term='Ekologi Manusia'/><category term='Kemanusiaan'/><category term='Spiritualitas'/><category term='Film'/><category term='Tips'/><category term='cinta'/><category term='Musik'/><category term='ARTIKEL'/><title type='text'>---[ KUil KaTA ]</title><subtitle type='html'>tempat kata bebas berpolah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>112</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-2228234110338139241</id><published>2012-01-28T00:36:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T00:55:46.192-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Ayah, Anak, Suami Mandul dan Kekasihnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Langit tersontak panas, awan hanyalah gegumpal yang memendar tak beraturan, berarak acak. Hari ini aku menunggu mu lama, stasiun merderek seperti kipas angin tua, ada orang tertidur nyenyak di ujung stasiun, jauh di seberang sana, seperti bandeng presto dengan buntelan baju koyak, mungkin orang gila atau gembel yang lelah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sebenarnya aku tak mau menunggu mu, kamu sudah gede, dan kamu tahu aku sudah terlalu tua untuk masuk dalam kerumunan orang-orang asing, tapi engkau adalah satu-satunya yang ku punya, walau aku sadar, bagi ku itu tak ada gunanya, memiliki atau tidak memiliki mu, kau sudah ada yang punya, dan aku ini siapa? sendirian di kota asing ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7b7cGhcCoyU/TyOx_CByAgI/AAAAAAAAAnA/kPN88mgarvk/s1600/suami1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://2.bp.blogspot.com/-7b7cGhcCoyU/TyOx_CByAgI/AAAAAAAAAnA/kPN88mgarvk/s640/suami1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ibumu lah yang meminta ku memilih tempat ini, dulu ketika pohon-pohon flamboyan masih rindang dengan rimbunan bunga merahnya di dekat taman kota, kita bisa jalan pagi bersama sambil mencoba mencicipi sarapan pagi pinggiran jalan, atau berpapasan dengan orang-orang, menanyakan kabar mereka, tentang kehidupan biasa. Dulu ketika kita masih bisa putar-putar kota dengan sepeda tua, menghitung burung-burung di atas beringin alun-alun tengah kota, atau duduk henyak pada setiap sore kala menunggu menara masjid agung memanggil adzan sementara ribuan burung menari-nari di atasnya, dan sinar mentari menyibakkan pendar senja sehingga semua bangunan di kota ini mengkilat menjadi emas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ibumu ternyata salah, kota ini telah runtuh beberapa puluh tahun lalu, jauh lebih baik bagi orang tua berdiam seharian di rumah. Tak ada tempat bagi orang-orang seumuranku, taman kota telah menjadi monumen setengah jadi, pohon-pohon flamboyan kami telah ditebang, burung-burung telah pergi. Yang melintas di&amp;nbsp; jalanan semakin merasa rendah saja, dan mereka yang ada di gedung bertingkat saja yang berhak menikmati kota ini seperti petugas menara pengawas. Jalan sudah penuh sesak, seperti tersedak makanan, masuk tak sanggup keluarpun enggan. Aku mulai benci kota ini, kalau bukan karena rumah ibumu itu, aku pasti telah pergi membeli rumah yang lebih pinggiran, dan kau membuatku menunggu lama di sini, di stasiun kota yang telah melepuh seperti remah gerbong kereta ekonomi, berbau anyir dan bacin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kereta benar-benar telat lama, dan aku tahu akan seperti ini. Di sampingku pasangan muda-mudi juga menunggu kedatangan kereta, peluk memeluk seperti dunia milik berdua. Kelak mereka akan tahu bahwa cium dan peluk pada saatnya akan berakhir hambar, ranjang akan menjadi lapuk dan reot, seseorang yang merasa ’muda’ akan terjebak dalam tubuh yang rentah, sementara disampingnya, orang yang dulu dicintai, menjadi bak pelepah pisang dengan dengkur babi yang menggelegar. Muda-mudi itu juga kelak akan merasakan bagaimana seorang anak yang sangat disayangi, yang dibesarkan dengan jerih payah tenaga dan fikiran siang malam selama berpuluh tahun akan seenaknya diambil orang asing yang hanya bertemu untuk satu atau lima tahun. Seperti menabung di bank, lalu tiba-tiba saat kita mengambilnya, di tengah perjalanan pulang, orang-orang bertopeng seenaknya menodongkan pistol dan mengambil semuanya. Kalau uang bisa dihitung, maka cinta orang tua pada anak seperti cinta pada dirinya dan Tuhannya. Ketika seseorang mengambilnya, seluruh jiwa seperti di tarik kencan dari ubun-ubun. Aku hanya punya satu anak, untunglah&amp;nbsp; tidak merasakan sakit berkali-kali dan aku kini menunggu mu. Masih lama juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kereta ini berjalan pelan, tapi hanya inilah yang bisa mengantarkanku ke kampung halaman, kota kecilku. Untuk kesekian kalinya aku berfikir sepertinya aku harus membawa ayah ke rumahku, tapi keras kepalanya seperti batu gunung yang hanya roboh bila ada gempa besar. Dan ini untuk kesekian kalinya aku akhirnya bisa pulang ke kampung, mau di rumah atau di kampung, dua laki-laki dalam hidupku sama saja, kekasihku persis seperti ayahku, tidak mau ditundukkan, aku seperti lepas dari macan lalu bertemu singa, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”ayahku pasti rindu, dia semakin tua”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”kita akan ke kampung bersama”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”tapi urusanmu juga masih banyak, lalu kapan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”tunggu saja”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Demikian aku menunggu sebulan lalu berbulan-bulan, dan akhirnya sehari yang lalu ia bilang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”sayangku, tampaknya urusanku semakin banyak, kamu ke sana sendiri saja ya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Beberapa jam yang lalu ia melepaskanku di ruang tunggu pemberangkatan, aku baru sadar bahwa ia memelukku sambil tertawa dan juga menangis, laki-laki kadang tidak bisa dimengerti, mengapa harus malu untuk menangis, untuk mengatakan bahwa ia sangat sedih bila kekasihnya pergi, yang membuat ia harus merasa terima saja untuk sendirian di telan bumi. Kesunyian itu, ah terkadang aku yang seharusnya merasa bersalah, bertahun-tahun sudah pernikahan kami, tapi apa yang kami inginkan belum juga tercapai, anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ketika istriku jauh seperti malam ini, membawaku melompat ke awal kejadian, aku berharap pernikahanku akan lancar-lancar saja, tapi kini ada masalah besar atau malah bukan masalah, kami belum juga punya momongan, bulan depan adalah pernikahan yang ke 10, dan seperti kata dokter, aku butuh banyak istirahat. Ironisnya akulah yang ada kemungkinan salah pada situasi ini, pada kesehatan produktifitas alat vitalku, aku tidak meminta tapi itu terjadi, dari dua ratus juta sperma setiap kali orgasme, tak ada satupun yang sehat, dokter bilang bahwa itu bisa disehatkan dengan gaya hidup teratur, tapi tetap saja hasilnya sia-sia. Andai satu anak masih bersamaku setelah satunya di bawa ibunya ke kampung seperti sekarang, pasti aku masih bisa belajar bersama anakku malam ini, menghafal jumlah propinsi di Indonesia, menghafal ibu kota Trinidat-Tobaco, atau pada saatnya berdebat masalah kalkulus, atau merasakan ia tumbuh menjadi besar dan mendengarkan ia bercerita tentang jatuh cinta pada seseorang untuk kali pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Setelah sepuluh tahun berlalu, bermacam jatuh bangun, ketegangan dan kelapangan, kepedihan dan ketenangan, kemiskinan dan keberuntungan, akhirnya kami harus membiarkan harapan itu berjalan apa adanya, Tuhan tentu lebih mengerti apa yang akan Ia pilihkan untuk kami, toh dunia sudah dipenuhi orang-orang susah. Istriku mendirikan TK mungil di halaman depan dengan teman-temannya untuk anak-anak keluarga kurang mampu, setidaknya aku bisa melihat di kala senggang, anak-anak bermain di depan halaman, anak-anak menangis, anak-anak tertawa. Istriku adalah wanita tangguh yang pada akhirnya harus menyerah dan membiasaan diri: bahwa keluarga tidak selalu harus: ayah, ibu dan anak. Dan aku kini berfikir laki-laki tidak menikahi wanitanya karena ranjang dan masakannya, kecerdasannya, statusnya atau keturunannya, tapi karena wanita yang ia nikahi mampu membawa diri sebagai wanita, yang mendampingi laki-laki. Tidak ada keluarga yang menginginkan ada dua ’laki-laki’ atau dua ’wanita’ dalam rumahnya, tentu yang keras akan bersanding dengan yang lembut, kencang akan bersanding dengan pelan, tegas akan bersanding dengan lunak, ini seperti menemukan gaya permainan, dan walaupun tanpa anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7deoMgBJoTQ/TyOyQEH4i6I/AAAAAAAAAnI/leuHKmpnR0o/s1600/suami2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://2.bp.blogspot.com/-7deoMgBJoTQ/TyOyQEH4i6I/AAAAAAAAAnI/leuHKmpnR0o/s640/suami2.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sepanjang perjalanan, anak-anak di kursi depan ku terus bermain-main, aku ikut menyimak permainan mereka, satu ingin jadi polisi, satu mau saja jadi penjahat, mereka berlarian di sekitar koridor gerbong kereta, penjahat dikalahkan oleh polisi dengan pistolnya ”doroorr !”, lalu peran di tukar, yang polisi menjadi monster dan penjahat menjadi kesatria bertopeng, permainan dimulai, seharusnya moster selalu kalah dengan kesatria bertopeng seperti dalam film-film, tapi karena yang jadi monster adalah kakak, maka kakak ingin menang terus, kesatrianya kalah, lalu kesatria menangis, ”hiiiikzzz”. Dari anak-anaklah aku paham, bahwa cerita yang baik itu tidak seperti yang selalu seperti ’biasanya’. Aku belikan mereka mainan di pemberhentian sementara, balon warna-warni, pistol mainan untuk kakak laki-laki dan boneka imut untuk adik perempuan. Tak lupa mereka mengucapkan terimakasih, dan permainan baru meraka ciptakan, dokter-dokteran, cerita selanjutnya tentu tahu sendiri.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dulu ketika aku melihat bayi lucu, aku selalu menangis, bahwa aku tak bisa menjadi wanita yang ’sebenarnya’. Aku ingin sekali payudaraku bersusu, bagaimana rasanya? Tapi seiring berjalannya waktu, seorang suami diciptakan bukan untuk memberikan ku bayi lucu, atau senggama yang panasnya sepanas sahara, pada akhirnya segala hal tidak seperti kelihatannya, kesedihan, kesepian, kekecewaan, gundah, luka, perih, semua itu lambat laun melepuh seperti es krim, waktu dan masa yang akan depan adalah obat segala luka, dan ketika aku bangun setiap pagi, aku hanya berdoa agar kami berdua mampu bersyukur atas segala hal yang memang telah Ia berikan sampai saat ini, kesehatan, kepercayaan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Walau kadang kala aku tiba-tiba menangis sesunggukan sendiri, andai aku punya kekuatan untuk memilih,&amp;nbsp; aku akan pergi darinya, memintanya menceraikanku, mencari laki-laki baruku, dan menjadi ibu yang anggun dengan anak-anak yang tampan dan pintar. Tapi cinta bagi ku seringkali bukanlah kekuatan untuk membuat dunia menjadi apa yang kita harapkan: bermain piano, sambil memandang hamparan sawah menghijau di balik jendela dan anak-anak bermain-main di teras rumah dengan pistol atau boneka, lalu suami datang dengan sekotak coklat dan rangkaian bunga. Cinta menyeret ku ke dunia nyata: tidak punya anak tapi memiliki banyak anak-anak di depan halaman rumah, suami tidak romantis tapi jauh lebih filosofis, rumah sederhana di kerumunan pemukiman padat tapi cukup tenang untuk lelap di malam hari, secangkir teh di teras pagi hari, tuan rumah kegiatan ibu-ibu PKK dan pengajian, sepetak kecil buat bercocok tanan, sebidang bangunan untuk TK, dan menatap bintang serta langit di loteng atas.&amp;nbsp; Hidup bukan Romeo dan Juliet yang berkorban untuk cinta, tapi hidup yang tidak selalu seperti yang kita harapkan adalah cinta itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kereta akhirnya datang, hampir telat satu jam, putriku mulai nampak berjalan pelan mendekat pada ku, aku merengkuhnya seperti merengku almarhumah istriku, dan bayi kecilku satu-satunya, seperti merangkuh seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Putriku, oh putriku..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayah..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Andai ia tahu yang sedang aku rasakan tentu dia mempertimbangkan sekali lagi untuk kembali ke ’perampok tabungan’-ku. Tapi untungnya cintaku berada antara yang disembunyikan dan yang terang benderang. Aku seperti mencium &lt;span style="color: #bf9000;"&gt;kening bayiku, mencium kening istriku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayah sehat”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Jauh lebih sehat ketika kamu di sini saat ini”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kami pulang ke rumah, rumah istriku, yang luas, besar, dengan sembilan kucing, dua burung jalak,&amp;nbsp; ikan koi di taman halaman belakang, dan kebun cukup luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Jadi ayah sudah tidak mengeluh lagi di bagian dada dan leher”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayah mu olah raga setiap pagi”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Obat-obat masih di minum”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Tidak lagi untuk dua bulan ini”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Sungguh? Tidak apa-apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayahmu sehat, sesehat kuda pacuan.. hehe”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sepotong kue dan dua cangkir teh untuk kami berdua, dengan kucing di bawah meja teras yang hilir mudik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Bagaimana suamimu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Oh ya, titip salam sungkem buat ayah, minta maaf tidak bisa datang, masih sibuk yah”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Semua baik-baik saja..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Alhamdulillah, sangat baik, semua seperti yang kita harapkan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Aku diam sejenak, berfikir tentang bagaimana perkembangan usaha untuk memiliki momongan, tapi aku mengindahkan. Aku kasihan dengan putriku, setiap dia ke sini selalu itu yang paling awal aku tanyakan, kali ini tidak lagi, kita hanya mampu berdoa serta&amp;nbsp; usaha dan takdir yang akan menentukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayah, apa kegiatan ayah saat ini”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Menjaga rumah.. hehe”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayah butuh pembantu...?&amp;nbsp; rumah ayah terlalu luas....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Oh tidak nak, sekalian olah raga”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Atau... nanti ayah sering-sering kunjungi kami, atau ayah berminat tinggal bersama kami?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Oh terimakasih, nanti merepotkan, ayah tenang di sini, melihat kebun ibumu, menunggu-nunggu setiap musim buah, kemarin musim rambutan, sebelumnya mangga, sekarang duku di depan mejamu, dan besok mungkin durian... rumah dan kebun ibumu ini surga bagi ayah”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Yummi.... Manis dukunya yah”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Tak semanis kamu duhai putri kesayanganku...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ayah pandai merayu, dan andai ibu ada di samping kita, pastilah dia akan bilang waooww, okkkey, seperti biasanya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”Ibumu wanita yang cantik, secantik kamu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”mulai lagi.....2 : 0, tapi ayah laki-laki yang memang tercipta untuk wanita tercantik seperti ibu, pantaslah...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”ya.. ya.. ya.... 2 : 1”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;”hahahhahahhaha”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kami tertawa, di teras yang dikelilingi taman dengan aneka adenium, kamboja, bogenvil dan anggrek, berpuluh kaktus dan ikan koi, kali ini surga dunia milik kami berdua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zi4FWk5jesg/TyOykHXwbkI/AAAAAAAAAnQ/d4zQuoVA5a8/s1600/suami3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="617" src="http://4.bp.blogspot.com/-zi4FWk5jesg/TyOykHXwbkI/AAAAAAAAAnQ/d4zQuoVA5a8/s640/suami3.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Akhirnya, malam ini aku terkapar sendiri di kamar tidur, seperti pelepah pisang di atas timbunan pasir, jendela masih terbuka dan angin malam dari tepian sungai tempat kami tinggal menelusup menghelai kelambu, aku menarik selimut berharap agar malam-malam seperti ini cepat berlalu, tapi aku tidak bisa tertidur. Aku berjalan ke ruang makan sempitku tempat segala perabotan dapur dan meja makan, mencoba menyantap yang bisa disantap, menggoreng telur, melahap bersama sambal bawang merah mentah yang biasanya dibuatkan istriku, aku kepedasan, kenyang sekali, tapi belum bisa tidur. Ku coba nyalakan tv, ku coba online, ku coba hubungi hp istriku, atau telepon rumah ayah mertua, tapi tidak diangkat, sedih rasanya. Aku coba memberi makan ikan-ikan dalam aquarium, menyalakan radio, tapi semua membuatku tetap gelisah, aku tahu tapi mencoba menyangkal kalau ini karena aku rindu atau mungkin karena anak. Pada akhirnya aku membuka buku dan setumpuk cetakan&amp;nbsp; jurnal-jurnal sekedar untuk menambahku pusing, lalu aku seperti lepas dari tubuhku dan mengembara mencari diriku, mencari istriku, mencari anak-anakku, di negeri tanpa tepi, gegap gempita dipenuhi pelangi. Aku telah tertidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #bf9000; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Cinta seperti monster yang tidak mau kalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;pada skenario cerita yang seharusnya ia kalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Cinta adalah ’laki-laki’ dengan ’perempuan’, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;yang kasar dengan yang lembut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Cinta adalah apa yang ada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;pada kenyataan hidup yang kita jalani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Cinta adalah mengikhlaskan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;’tabungan bank’ untuk dirapok bandit!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-2228234110338139241?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/2228234110338139241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=2228234110338139241&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/2228234110338139241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/2228234110338139241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2012/01/ayah-anak-suami-mandul-dan-kekasihnya.html' title='Ayah, Anak, Suami Mandul dan Kekasihnya'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7b7cGhcCoyU/TyOx_CByAgI/AAAAAAAAAnA/kPN88mgarvk/s72-c/suami1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point><georss:box>-7.8601515 110.289833 -7.7342965 110.447761</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8158469925551440388</id><published>2012-01-22T12:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T14:26:49.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><title type='text'>JAKARTA PAGI INI di AWAL 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;{ini hanya catatan pribadi tentang saya}&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;{maaf bila terlalu sentimentil dan sangat subjektif}&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Akhirnya saya sempat &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt; lagi setelah sekian lama saya melupakan &lt;b&gt;KUIL KATA&lt;/b&gt; ini. Singkat kata (singkat cerita), saya akan menulis beberapa hal yang menurut saya pantas untuk dicatat di tahun 2012 yang baru ini (selamat tahun baru):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-taQgrZgr81s/TxyEz7dNq9I/AAAAAAAAAl0/EAgEj0qlxls/s1600/ara.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="422" src="http://2.bp.blogspot.com/-taQgrZgr81s/TxyEz7dNq9I/AAAAAAAAAl0/EAgEj0qlxls/s640/ara.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;1). Adik saya menikah di usia 26 tahun ( sementara umur saya baru saja masuk ke angka 28 tahun: SELAMAT (untuk adik saya dan saya juga)!).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;2). Kuliah, tugas akhir saya yang belum berakhir (masih revisi dan revisi, antri buat kompre).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;3). Pekerja, "habis lulus mau KERJA apa?" jawab: "saya belum tahu".&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;4). Kebahagiaan (Baru tahu bahwa indeks internasional kebahagiaan dunia, indonesia nomer 16! apakah saya termasuk rata-rata orang Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;5). 2012 &lt;b&gt;(so WHAT).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;1.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Ok, kali ini saya posting blog dari Jakarta lagi, Ibu kota Indonesia, salah satu dari semakin bertambahnya kota terpadat di dunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Setahun yang lalu, tepatnya saya terakhir ke Jakarta, waktu itu ada satu mall baru di sekitar Bintaro (tempat saya numpang saat ini), malam ini saya menghitung ada 4 mall baru, dan mall-mall itu lebih besar dan lebih modern dari yang sebelumya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Kali ini saya ke Jakarta karena adik saya menikah, saya senang karena ia bahagia dengan loncatan ke depannya MENIKAH, mendapatkan apa yang benar-benar ia cintai, dan bersama seseorang yang ia cintai hidup (insyallah) hingga sepanjang hayat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Saya "dilangkahi", karena adik saya nikah duluan, itu bukan masalah bagi saya, sungguh hal yang sangat wajar di zaman modern: bahwa pernikahan adalah hal yang tidak perlu dipaksakan waktunya, maksudnya: yang tua tidak harus yang duluan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Pernikahan yang luar biasa, luar biasa karena yang menikah adalah adik kandung saya satu-satunya di dunia, saya menangis ketika akad nikah diucapkan, pasti ia begitu bahagia, "selamat melanjutkan hidup yang lebih segar Bapak Adam".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Pernikahan: Upacara dan Pesta itu cuma sehari dan diharapkan hanya berlangsung sekali seumur hidup bagi sepasang mempelai. &amp;nbsp;Persiapannya bisa berbulan-bulan, sebuah pesta harus sesempurna mungkin dijalankan. Kostum, Waktu, Tempat, Makanan, Dekorasi, Musik, segala tentang akad nikah, serta segala yang lainnya: ijab qobul, mahar, penghulu. Terlihat begitu besar dan kompleks, namun sebenarnya pesta dan upacar pernikahan adalah &lt;b&gt;"SEBUAH UPACARA DAN PESTA YANG KESUKSESANNYA TIDAK HARUS MEMUSINGKAN MASALAH BIAYA, NAMUN BAGAIMANA SEMUA PESERTA PESTA BISA MENCAPAI KETEDUHAN DAN KEPUASAN DALAM IKUT TERLIBAT SERTA MERAYAKANNYA"&lt;/b&gt;. Bagi saya pesta yang baik adalah: &lt;b&gt;MAKANAN ENAK (+ MENGENYANGKAN), MUSIKNYA atau HIBURANNYA MAMPU MENGAJAK HADIRIN MENARI, MENYANYI dan ENAK DIDENGAR, BISA MENJALIN SILARURAHMI lebih erat dan cair&lt;/b&gt;, antar keluarga besar dan sahabat, tidak lupa mengundang yatim-piyatu dan yang tak berpunya (10 % minimal), Dekorasi yang atraktif dan tidak harus mahal, Busana pesta tidak harus wah atau megah namun pas dan elegan, serta terakhir D&lt;b&gt;OANYA YANG MUSTAJAB (dikabulkan)&lt;/b&gt; terutama untuk mencapai cinta, ketenangan, dan kasih sayang kedua mempelai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Demikian suatu alasan mengapa saya ke Jakarta, tak ada alasan lainnya. SELAMAT MENJADI BAPAK DAN KEPALA KELUARGA DEK.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Kuliah, Alhamdulillah, doa saya selalu dikabulkan Allah SWT, kesehatan, sahabat-sahabat yang baik, dan juga rasa sayang. Kuliah saya sudah mencapai tahap akhir, tesis tinggal dijalani: "Kajian Adat Balian terhadap Keberlanjutan Ladang Berpindah". Ini tentang bagaimana tradisi yang berlangsung lama sebagai pola adaptasi lingkungan bisa mengelola keberlanjutan usaha masyarakat peladang berpindah. Kata kuncinya (vareabel) adalah :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Siklus atau rotasi(sebenarnya pengertian ladang berpindah tidak berarti dibuka lalu ditinggal, tapi sehabis satu ladang selesai dipanen, masyarakat membuka ladang baru, namun suatu saat akan kembali lagi ke tempat ladang awal melalui sistim rotasi, satu rotasi atau siklus bisa menggunakan secara bergilir 9 ladang dalam waktu 9 tahun).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Laju pembukaan hutan primer&amp;nbsp;(atau hutan alami&amp;nbsp;untuk ladang berpindah ) oleh masyarakat peladang berpindah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Tingkat berkurangnya unsur kesuburan, terutama : persentasi P (Fosfor: adalah unsur penting kesuburan yang berupa batuan, sehingga jumlahnya relatif konstan, dan apabila terjadi panen terus menerus tanpa input (pupuk fosfor) dari luar maka unsur P akan berkurang lambat laun) &amp;nbsp;dan jumlah C (Karbon: unsur kesuburan lain yang bisa di dapat dari tumbuhan atau sisa pembuangan fases, tumbuhan menagkap&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;karbon dari udara yang tersimpan dalam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;+- 40 % &amp;nbsp;dari berat massanya &amp;nbsp;hasil fotosintesis yang menyerap CO2 ) dalam ladang sesuai umur dan kelas suksesi yang sedang berlangsung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;d&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt; Dinamika kebutuhan uang tunai penduduk setempat sebagai pertimbangan untuk kecukupan ladang dalam memenuhi kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;e&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt; Dinamika Demografi untuk menganalisa faktor perubahan jumlah ladang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;f&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt; Analisa kepadatan spesies degan metode kuadran untuk menganalisa efektifitas Bera dalam menjaga keragaman spesies (satu hal yang tidak dimiliki oleh pertanian model monolkultural seperti sawah pada umumnya dan kelapa sawit).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;g&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt; Menganalisa secara integral vareabel tersebut sebelumnya dengan adat Bahuma (adat berladang masyarakat Dayak Meratus).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Karena kajian saya lebih pada &lt;i&gt;Human ecology&lt;/i&gt; dimana unsur A,B,C (abiotik, biotik, cultural) menjadi alat wajib pendekatan. Maka saya harus mengusahakan analisa sebab akibat dari semua pilihan vareabel yang saya lakukan. The Last News: penelitian masih berhenti di bab metodelogi, masih bernafas panjang, menunggu revisi dan revisi. Namun saya sungguh bersyukur, Profesor saya teramat sabar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large; font-weight: bold;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; Saya beberapa kali di tanya: "sehabis kuliah mau kerja apa? mau ke mana? bagaimana persiapannya?", saya jawab dengan senyum nungging, ini artinya : "saya sendiri tak tahu". Kuliah s1, saya mengambil hukum, konsentrasi perbandingan mazhab islam dan hukum, sementara s2 saya tentang ilmu lingkungan, konsentrasi cultural : human ecology. Jadi secara umum saya bingung mau ke mana setelah saya lulus. sederhananya saja: S1 saya pilih karena kajian islam kontemporer sangat menarik bagi saya ketika saya masih muda dulu, S2 saya pilih karena S1 saya MAPALA, dan saya voluteer LSM lingkungan, serta sedikit banyak saya menilai lingkungan hidup di sekitar saya sedang &amp;nbsp;mengalami kerusakan. Saya tidak punya alasan lain seperti: menjadi &lt;b&gt;PENELITI, DOSEN&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;JURNALIS LINGKUNGAN&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;AHLI ISLAM, KYAI, KONSULTAN AMDAL &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; LINGKUNGAN, Aktivis NGO LINGKUNGAN ATAU AGAMA&lt;/b&gt; di tingkat LOKAL dan atau &lt;b&gt;NGO INTERNASIONAL&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Konsultan Hukum Islam, PENGACARA, anggota MUI, HAKIM AGAMA&lt;/b&gt;, jadi &lt;b&gt;PEGAWAI DEPAG ataukah PENULIS BEBAS&lt;/b&gt;. Yang jelas, saya benar-benar masih belum tahu bagaimana mengembalikan bantuan keuangan dari kakak dan Orang Tua serta NGO tempat saya belajar hidup. Jadi saya cuma bilang &lt;i&gt;&lt;b&gt;bismillahirrahmanirrahim&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, semoga saja ilmu saya kelak bermanfaat bagi semua yang memang membutuhkan (&lt;b&gt;BERMANFAAT TANPA PERLU MENGGADAI NEGERI INI ATAU PENDERITAAN RAKYAT, Atau DENGAN MENJUAL MURAH HARGA DIRI&lt;/b&gt;). amean.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Jadi intinya: SELESAIKAN KULIAH SECEPATNYA, lalu SEGERA CARI KERJA! titik (tanpa koma).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-plIQSAA8W04/TxyFjYSE_0I/AAAAAAAAAl8/8RNgvbmlJBI/s1600/babi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/-plIQSAA8W04/TxyFjYSE_0I/AAAAAAAAAl8/8RNgvbmlJBI/s640/babi.jpg" width="620" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt; Kebahagiaan, "apakah saya sudah cukup merasa bahagia?" apakah anda pernah bertanya pada diri anda tentang hal ini?, pertama tentang &lt;b&gt;hutang&lt;/b&gt;: hutang finansial saya pada keluarga dan sahabat sungguh seabrek (tapi tidak sampai membuat saya sulit tidur, karena untuk ukuran orang seumuran saya, masih dalam batas 'wajar'), terlebih hutang jasa dari keluarga dan sahabat (yang ini terlampau besar lagi). Yang harus saya sikapi adalah cara membayarnya, tentu saja &lt;b&gt;SAYA&lt;/b&gt; &lt;b&gt;HARUS BAYAR SENDIRI DAN ARTINYA SAYA HARUS BEKERJA.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Dulu saya bisa dikatakan tidak berhutang, dan saya bekerja, dan sekarang saya sekolah dan saya berhutang. Hutang bisa jadi sesuatu yang harus dihadapi, semua negara maju punya hutang, namun &lt;b&gt;MASALAH UTAMA HUTANG BUKANLAH BAGAIMANA MELUNASINYA, TAPI BAGAIMANA MENGATUR KESEIMBANGAN NERACANYA,&lt;/b&gt; saya perlu belajar dari kegagalan YUNANI dan Zona Eropa secara umum. Selanjutnya tentang &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt;: masalah , &lt;b&gt;kesehatan fisik&lt;/b&gt; yang utama adalah ..mm.. tak ada masalah yang berarti, minus mata saya sedikit bertambah, umur membuat tubuh saya cepat sekali lelah, berat badan saya bertambah 5 kg sejak 2 bulan yang lalu, organ dalam tubuh saya aman walau bronkitis asma saya kadang sedikit kambuh, masalah sedikit gatal di tenggorokan sejak sepuluh tahun yang lalu mungkin sedikit sekali berdampak, ada pergeseran tulang yang sedikit kurang sempurna di rahang bawah saya. Mungkin gaya hidup yang kurang sehat justru menjadi penyebab sakit: kurang tidur, berfikir 'aneh-aneh' yang tidak perlu, kurang olah raga, makan apa saja dan kebanyakan. &lt;b&gt;Kesehatan spiritual&lt;/b&gt; saya menjadi parameter ke-3 kebahagiaan: ini tentang &lt;b&gt;CINTA, KESABARAN, KEIKHLASAN UNTUK TULUS DAN BERBAGI, KESADARAN, ETOS KERJA, DISIPLIN &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; IMAN.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; saya begitulah adanya, &lt;i&gt;&lt;b&gt;kesabaran&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; saya: mungkin bisa dikatakan kehilangan semangat untuk ber-emosi, tapi tidak berarti sabar, &lt;i&gt;&lt;b&gt;Keikhalasan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; saya: naik dan turun, tergantung kepentingan, teman saya kemarin sempat menghitung sholat isya' saya hanya dilangsungkan dalam 49 detik (ikhlasnya masih jauh katanya), &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kesadaran &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;saya: masih merasa berumur antara 22-23 tahun, masih suka bermain, kurang serius, dan seenak jidat, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Etos kerja&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; saya masih moody, kadang kenceng kadang terlalu kendor, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Disiplin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; saya; sholat (tepat waktu) dan jam belajar saya masih sangat rapuh, sering ditunda-tunda (alamat tidak mungkin kaya). Dan mungkin tentang &lt;b&gt;&lt;i&gt;iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: saat ini kalau bisa digambarkan, saya tidak setabah seperti tebing karang, saya semacam air gemericik di sungai yang ingin menjumpai samudra, tapi sungainya belok kanan kiri. Walaupun demikian, kebahagiaan tidak selalu dipandang dalam ukuran-ukuran sesederhana di atas, bagi saya &lt;b&gt;KEBAHAGIAAN LEBIH PADA BAGAIMANA MENIKMATI DAN BERBAGI DALAM HIDUP DI DUNIA YANG SINGKAT INI, DAN SEPANJANG KITA MASIH TERUS (BERLATIH) BERSYUKUR ATAS APA YANG ADA DAN DIPILIHKAN OLEH-NYA UNTUK KITA DI DUNIA SEBAGAI AMANAH.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kesehatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah amanah sangat berharga, &lt;b&gt;&lt;i&gt;waktu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah amanah luar biasa, dan &lt;i&gt;&lt;b&gt;kepercayaan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; keluarga-sahabat-rekan kerja adalah amanah yang luar biasa, iman juga amanah agung yang menjaga kita dari kehampaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt; 2012, 28 tahun dan baru menginjak awal 29 tahun, status awal saya di facebook tahun 2012 "lulus, kerja dan menikah di tahun ini, sungguh tahun yang berat", dari luar, nada yang muncul adalah pesimistik, mungkin lulus bisa 99 %, kerja bisa 75 %, dan menikah 50 %. Teman dekat saya bilang, semua tergantung di saya, karena keputusan murni dari saya, sementara saya terbiasa bilang semua tergantung kesempatan yang datang ke saya, karena keputusan tidak selalu tergantung pada saya. Ini menyimpulkan, secara sadar atau tidak sadar: &lt;b&gt;SAYA MASIH TERLALU KECIL UNTUK BISA DIKATAKAN BEBAS TERBANG LEPAS KE ANGKASA! DAN TENTU SAJA UNTUK KEBEBASAN BERTANGGUNG JAWAB&lt;/b&gt;, saya masih TAKUT, dan RAGU. Saya masih CURIGA, saya HIPOKRIT. 2012 bisa jadi kiamat bagi saya bila saya masih merasa bersikap 22 tahun, dalam hal ini adik saya berada beberapa (banyak) langkah di depan saya, dan karenanya saya sangat menaruh hormat padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Tahun 2012 untuk semuanya&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ndq1yo7blkI/TxyG15ofKeI/AAAAAAAAAmI/20A7IUq3PDU/s1600/street.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="428" src="http://1.bp.blogspot.com/-ndq1yo7blkI/TxyG15ofKeI/AAAAAAAAAmI/20A7IUq3PDU/s640/street.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8158469925551440388?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8158469925551440388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8158469925551440388&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8158469925551440388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8158469925551440388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2012/01/jakarta-malam-ini.html' title='JAKARTA PAGI INI di AWAL 2012'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-taQgrZgr81s/TxyEz7dNq9I/AAAAAAAAAl0/EAgEj0qlxls/s72-c/ara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Bintaro, Jakarta 12330, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.274453 106.769675</georss:point><georss:box>-6.30602 106.730193 -6.242886 106.80915700000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-7853541171649157131</id><published>2011-11-28T06:43:00.001-08:00</published><updated>2011-11-28T10:16:44.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>SEBUAH SURAU DI UJUNG BUKIT YANG SUNYI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-d58x8bpoTX4/TtO_n92sMFI/AAAAAAAAAlE/BuzKqV2UZ00/s1600/surau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://3.bp.blogspot.com/-d58x8bpoTX4/TtO_n92sMFI/AAAAAAAAAlE/BuzKqV2UZ00/s640/surau.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Bau tanah tercium sehabis turun hujan, ada laron yang terbang berputar (sekali untuk mati) di dimar redup dengan nyala pendar yang tergelantung di rangka tiang. Suatu yang 'kosong', tidak ada apa-apa kecuali kesunyian ini, sesuatu yang datang dan membisik berlahan: ALAM. Pada hembusan angin yang menyeka pelan pipi ku, pada gemericik sungai kecil yang merintih di balik semak-semak, gemerincit bambu yang saling bergesek, pada daun-daun yang bergerinyit. Jangkerik telah mengerik sedari sore, burung hantu mengalunkan elegi, awan semacam hasil kuasan serampangan yang lalu memudar, &lt;b&gt;hingga berlahan bulan sabit nampak dengan tajam dan menyakitkan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Pikiran ku terbawa oleh sesuatu yang berat: sehingga seolah langit runtuh, dan tanah bergetar, alam melumatku mentah-mentah: dunia lenyap, waktu telah berselingkuh dengan ruang, sehingga robohlah sejarah, musnah segenap yang bertempat, aku hanya seberkas nyawa yang melayang-layang tak tahu rimba dan tak tahu mau ke mana, tidak ada lagi kesedihan, kebahagiaan, kepuasan, kekecewaan, luka, dan penyembuhan, seperti air yang terbuang di gorong-gorong dan tak akan tahu di manakah masa depan. Tidak ada canda di sini, melukai atau dilukai, yang datang atau yang pergi, yang terjerembab atau yang ditarik ke atas, yang di dalam gua, atau yang menghampiri seluruh dunia, yang haus-lapar, atau yang sibuk berdiet dan spa, yang akan mati, atau bayi yang susah payang keluar ke dunia dengan memecah ketuban ibunya, yang menangis atau yang tertawa, tapi tidak ada canda di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Lalu Tuhan tiba-tiba berbahasa Arab, kemudian Ia membisu, dan selebihnya menjadi bahasa-bahasa asing yang tidak aku juga pahami. Ketidak mengertian adalah seperti luka menyayat yang menusuk seluruh badan sampai remuk dan menarik ruh untuk keluar dari tubuhnya yang menjebaknya: selaksa burung-burung yang terjebak dalam kurungan emas, ikan yang masuk dalam aquarium mewah, kucing atau anjing yang dikekang lehernya. Seperti buruh-buruh yang lembur siang malam dengan gaji murah, anak-anak yang ditakdirkan terjebak di jalanan, perempuan yang berhikmat pada keluarga tanpa pernah berani mengajukan pertanyaan, tentang agama yang terjatuh dalam pembenaran, dalam sebuah 'jalan sempit' untuk menuju Tuhan. &lt;b&gt;Tuhan? dimanakah Engkau kala "binatang dan tumbuhan" ini telah dikurung dan didesak&lt;/b&gt;: Tuhan menjelma menjadi gedung-gedung megah, pada imajinasi kecantikan dan ketampanan, pada emas, berlian, pada boks anggun yang bernama mobil, yang lalu diteriaki "kemewahan!!!", pada pendidikan yang setinggi semercusuar dan menara gading: untuk kerja untuk karir untuk status!!, &lt;b&gt;ataukah Ia adalah &amp;nbsp;anak yang tertidur di emperan toko dalam dingin malam ini sehabis hujan, dimanakah Engkau Tuhan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Fkm69GCf1fA/TtPAJyvE-kI/AAAAAAAAAlM/bAjrsbJwal8/s1600/surau3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/-Fkm69GCf1fA/TtPAJyvE-kI/AAAAAAAAAlM/bAjrsbJwal8/s640/surau3.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Kunjungilah gereja, kunjungilah pura, masuklah ke masjid, di sanakah Tuhan? ataukah kebahagiaan ini hanya mampu ku buat dengan menyusun serentetan pertanyaan: &lt;b&gt;ada? atau tidak ada?&lt;/b&gt; Pada Veda, Taurat, Injil, al Quran? di situkah Engkau hanya bicara (mengabaikan aqliahun nash)? , ataukah ketika orang-orang sudah tak sanggup lagi menjadi manusia yang pantas, mereka yang tidak sewajarnya lagi untuk menemukan kekasih seperti dalam mimpinya: pelacur, gembel dan gigolo yang kehilangan tempat di sisih-Mu (?), para pecandu minuman, atau pemuda-pemuda yang begadang semalaman dengan ganja dan putau, orang-orang yang berdiri melompong di balai rehabilitasi, orang gila yang telanjang bulat tanpa semalu diriku. Mari dengarkan kidung gerejawi, atau pembacaan syahdu Sloka, atau Qiro' di sudut mihrab, mungkin Tuhan mengeluh karena Ia 'kesepian', tidak ada artinya lagi, dan para pembacanya itu, apakah hanya hidup dalam dunia angan-angannya sendiri??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Di sana: tempat yang jauh itu: para broker mengendalikan 'dunia', berabad-abad diulang-ulang, dari buyut, kakek, bapak, anak, cucu, canggah: memelihara mimpi bahwa dunia ini jauh lebih mulia dari segala yang kita sebut dogma: surga-neraka, BERHENTILAH BERFIKIR SETELAH MATI. Agama hanya untuk orang orang yang 'takut', orang yang 'miskin' dan tidak berbudaya 'maju', demikianlah mitos diciptakan hanya untuk segala hal yang tidak berani untuk ditanyakan: tapi orang-orang itulah pula, yang melempar mimpi-mimpinya yang tak jauh berbeda dengan yang (sebelumnya) mereka benci ke pasar global, ke jiwa-jiwa yang miskin atau yang bodoh, atau di suatu sistem yang sengaja dibiarkan korup, agar dagangan mereka bisa laku, &amp;nbsp;mimpi mimpi liar itu: komoditas 'mimpi' surgawi, atau ilmu pengetahuan 'surgawi', kebudayaan 'surgawi', tentang kebebasan, tentang "hak asasi manusia", tentang mimpi-mimpi individu, &lt;b&gt;"pulanglah ke rumah karena masjid tidak menciptakan apartemen, mobil, kulkas, ac, bb, tablet, i phone, virtual seks". Kebahagiaan hanya ada kala engkau dipuaskan akan mimpi-mimpi surgawi mu yang berubah menjadi KENYATAAN!!!, bukan di tempat yang jauh disana yang dengan bodoh akan ada setelah kematian!!!"&lt;/b&gt;. Dan hak asasi manusia adalah (merek dagang) mimpi tentang surga yang mencengkram segala hal dari peradaban sebelumnya (kuno-?-), peradaban yang dirangkai secara bersama generasi ke generasi, sehingga 'yang layak dan manusiawi hanyalah' kala wanita bebas ke mana-mana, laki-laki bebas ke mana mana pula, undanglah pelacur di rumah selama istrimu pergi 'asal tidak ketahuan', mabuklah dan berteriaklah kencang asal tidak mengganggu tetangga, bling!! bling!!, mobil untuk sendiri, apartemen untuk sendiri, teman-teman &amp;nbsp;yang dibatasi hanya yang karena 'nyambung' saja, &amp;nbsp;dan semua asal: tidak 'resekin orang lain' dan tidak mengganggu tanggujawab (kerja) kita. &lt;b&gt;Tapi akuilah kawan, bahwa individualisme itu mahal: seperti itulah "Mimpi Amerika (?)", menghabiskan uangnya 40 x lipat dari rata-rata manusia lain di dunia&lt;/b&gt;, dan itu didapat dengan segala yang di sebut pasar dunia, (merek) mimpi mimpi dari Taurat dan Injil, dari al Quran dan Veda, dari pemikiran atheis atau humanis yang diciptakan menjadi Nyata (?), seperti agama lama yang berselingkung dengan nafsu lalu seolah segala kebahagiaan (hanya) bisa didapat dari tujuan sejati untuk &lt;b&gt;"bebas terbang tanpa beban"&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wdZuyvrpMNw/TtPA0QW5FsI/AAAAAAAAAlU/nH3JRArFW0g/s1600/jesawall.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://2.bp.blogspot.com/-wdZuyvrpMNw/TtPA0QW5FsI/AAAAAAAAAlU/nH3JRArFW0g/s640/jesawall.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Di dunia ini hanya ada dua jenis tindakan, jahat dan baik, tapi &lt;b&gt;relativisme telah menggantikannya dengan bermacam pertanyaan "sampah (?)" yang tidak memiliki jawaban kecuali NIHILSME&lt;/b&gt;. Aku dan kita, tidak lagi kagum dengan pemimpin agama yang berusaha menahan diri dari dunia ini, adalah para pendeta-pendeta industri film yang akan menggusur lalu membawa kita pada: "kemajuan, pada apa yang disebut pencerahan, auflarung". Dan kenyataannya, dunia tetaplah segala hal yang berhenti pada jalan yang sepi dan kemudian buntu, &lt;b&gt;"kita hanya debu remah yang melayang-layang di alam semesta yang maha luas"&lt;/b&gt;. Selamat datang di Hollywood, mobil akan segera menjemput, pesta hingga larut pagi, putarlah techno dan trance, gemerincing cheeeeers!!, kampaiii!!, kita telah bekerja seharian dan saatnya memanjakan diri, kita orang modern yang diciptakan untuk menghargai kebebasan dan waktu rehat, pada ranjang-ranjang bacin yang menjadi saksi rayuan-rayuan monyet semalaman, dan kala pagi datang, kita telah melupakan segalanya, hati telah menjadi bebal, kita tidak mudah lagi belajar untuk mencintai dengan 'hidup', atau terhanyut di dalamnya: &lt;b&gt;laki-laki itu buaya dan wanita adalah ular berbisa&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Aku telah membaca al Qur'an lembar demi lembar, pada hatiku yang membatu, karena ada seonggok pertanyaan yang tidak pernah dijawab oleh Tuhan, mungkin sebagian orang juga tidak menemukan jawabannya dalam Injil, Taurat atau Veda dan sejenisnya. &lt;b&gt;Statistik dan survey telah menggangguku&lt;/b&gt;, apakah agama diperlukan sementara yang katanya beragama jatuh dalam peradaban yang korup, sementara bangsa atheis jauh tidak korup, Oh Tuhan ampunilah kami yang tidak tahu bagaimana cara menghargai firman mu, tidak berarti umat beragama patas di salahkan: pada mereka yang tulus untuk mencintai-Mu dalam Suka dan Duka (sakh dan dugh), untuk menolah segala kezaliman yang mengatasnamakan agama-agama untuk menindas yang lemah, juga dengan mengatasnamakan sistem duniawi yang telah diselingkuhi. Mereka yang menistakan manusia hingga terluka tapi manusia tersebut tetap tabah, aku mendoakan dan memberi hormat yang agung pada mu, orang-orang 'itu' yang jauh masih lebih banyak dari sekedar es kotor yang nampak di permukaan. Mereka yang dengan tulus menepi dari pergumalan yang tidak selesai-selesai: berdebat tentang etika, tawar-menawar dagang, perdebatan kepentingan mengatasnamakan hak-hak manusia, pada hati yang panas, dendam atau yang curiga, dari kalangan yang 'beragama', 'humanis' dan yang tidak tahu agama. &lt;b&gt;Terpujilah Bagi Mereka Yang Mencari Tuhan Tanpa Harus Memberi Syarat Untuk "Mencari Bahagia (*)" (*= dalam 3 definisi yang sederhana: dengan angka - kata - indrawi )&lt;/b&gt;. Pada kidung yang dinyayikan wanita rapuh di gereja-gerja tua yang ditinggal pemeluknya, pada ratapan rabi-rabi Yahudi yang mendokaan untuk kedamaian semua umat manusia, pada petapa Shadu yang tenggelam selamanya dalam misteri sungai gangga, pada Syaih yang menepi tanpa perlu takut kehilangan pengikutnya, pada orang-orang lapar yang sabar bekerja di pabrik walau mendapatkan gaji yang tak pernah cukup untuk keluarganya, pada petani yang tetap tersenyum dan terus bertani walau gagal panen dan paceklik, pada penjaga mall yang tidak perlu menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang tidak perlu, memberikan sepenuhnya pada orang tuanya, pada sopir bis-truk yang lama meninggalkan keluarganya lalu menahan diri untuk 'jajan', pada intelektual yang masih memiliki idealisme walau semakin disingkirkan oleh kekuasaan yang tamak dan rakus: &lt;b&gt;YANG BELAJAR UNTUK KEMUDIAN KEMBALI KE MASYARAKAT&lt;/b&gt;, para pelacur yang sabar walau tak tahu harus kemana lagi? para waria yang tabah walau tak tahu untuk apa diciptakan esok hari? para gigolo yang jatuh bangun untuk mencegah kecanduan: seksnya, rayuan materi dan rasa kesepian, orang orang yang tulus memberi sedekah pada fakir miskin dengan hasil jerih payang yang halal dan tayib (jalan yang baik), ibu-ibu (dan Ayah) yang menunggu dengan kasih sayang disamping anak-anaknya yang sedang belajar dimalam hari walau telah dilelahkan sepanjang hari dengan tugas keluarga dan kerja, guru-guru yang sabar mengajari muridnya walau bagaimanapun juga dari latar belakang yang tidak selalu sesuai dengan harapan. &lt;b&gt;Jatuhkan Diri Kita Pada Cinta Yang Tulus, Karena Cinta&lt;/b&gt; (yang sakit atau yang berbunga-bunga) &lt;b&gt;Akan Mengantarkan Kita Pada Tuhan Yang Maha Pengasih&lt;/b&gt;. TERLALU BANYAK CONTOH (SIKAP) ORANG BAIK DI DUNIA INI, DI SEKITAR KITA (Walau tentunya tidak ada yang sempurna) YANG MUNGKIN TERLEWATKAN OLEH TELEVISI, FB, TWEET KITA YANG LEBIH PERSONAL DAN INDIVIDUALIS (?) (Kecuali TVRI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Xb9vARHaIsA/TtPB29W90VI/AAAAAAAAAlg/_SGr78-zRkE/s1600/sadhu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="460" src="http://4.bp.blogspot.com/-Xb9vARHaIsA/TtPB29W90VI/AAAAAAAAAlg/_SGr78-zRkE/s640/sadhu.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Bagai sebagian umat, Seolah Tuhan hanya bercerita pada beberapa orang penting saja di dunia ini, Tapi Tentu Tidak, semua doa manusia Ia kabulkan dengan segala bentuk hikmah-Nya, Tuhan selalu mengingatkan bahwa "Kebahagiaan Sejati Tidak Pernah Dicapai Dengan Indra-Akal", sekali lagi aku mengulangi: "&lt;b&gt;Kebahagiaan Sejati Tidak Pernah Dicapai Dengan Indra-Akal&lt;/b&gt;", kita telah mengenal dua cabang filsafat dominan: Materialis dan Idealis: Materi, dan Idea:&amp;nbsp;Practicing dan Conception, tapi harta, gairah fisik, kekuasaan, kemenangan duniawi, bukanlah Tujuan dari Pribadi Sejati, hanyalah dengan: kasih sayang, jiwa yang haus akan hikmah serta pendirian yang mampu terbuka terhadap kenyataan Illahiyah: yang jauh dari gambaran Materialisme Dialektika Historis ataukah Manifestasi Liberalis Eksistesialisme Relativ Skeptis-Empiris, yang akan 'lebih cepat' (?) 'mencapai' lautan luas kasih sayang-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Sampai kapanpun manusia akan selalu didorong untuk mencari diri sejatinya (pelan tapi pasti), dan yang sejati hanyalah TUHAN (dalam pengertian yang paling sederhana atau yang kompleks) dan bukan materi ini, &lt;b&gt;(1) aku yang sejati adalah RUH dan bukan jasad yang 'menghewan' ini, (2) Kebenaran yang sejati bukan dari indrawi-akal yang terus curiga ini tapi dari HATI, dan (3) tujuan sesungguhnya manusia adalah SETELAH KEHIDUPAN INI dan bukan dunia fana ini.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Biarlah dunia (fana) ini menjulukiku konservativ, tapi seorang muslim (atau orang-orang damai), melalui pesan segala nabi dan utusan-Nya selalu yakin bahwa &lt;b&gt;MATERI TIDAK PERNAH MEMBUAT MANUSIA BAHAGIA&lt;/b&gt;, hanya S&lt;b&gt;AYANG dan CINTA (Rakhman-Rakhim)&lt;/b&gt; yang mengantarkan kita pada &lt;b&gt;KENYATAAN AKAN KEBAHAGIAAN YANG TERSINGKAP&lt;/b&gt;, lepas dari segala pandangan subjektif kita melalui keterbatasan Indrawi. ALLOHUL AHAD!!!, TUHAN MAHA "SATU" !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5IC_o5AXnyw/TtPCjTbN7NI/AAAAAAAAAlo/_SchD70isQY/s1600/sholat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000;"&gt;&lt;img border="0" height="544" src="http://1.bp.blogspot.com/-5IC_o5AXnyw/TtPCjTbN7NI/AAAAAAAAAlo/_SchD70isQY/s640/sholat.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-7853541171649157131?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/7853541171649157131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=7853541171649157131&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7853541171649157131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7853541171649157131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/11/surau-di-ujung-bukit-yang-sunyi.html' title='SEBUAH SURAU DI UJUNG BUKIT YANG SUNYI'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-d58x8bpoTX4/TtO_n92sMFI/AAAAAAAAAlE/BuzKqV2UZ00/s72-c/surau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan Nyi Pembayun, Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.823886451767583 110.39553880691528</georss:point><georss:box>-7.825852951767583 110.39307130691529 -7.821919951767583 110.39800630691528</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-2319198376320215101</id><published>2011-11-07T03:05:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T03:20:05.484-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>KESADARAN DIAM DAN CEREWET</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bpgbrt14PJY/Tre-P0-WLAI/AAAAAAAAAkg/fGpNaxO7MdE/s1600/NOR.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="345" src="http://2.bp.blogspot.com/-bpgbrt14PJY/Tre-P0-WLAI/AAAAAAAAAkg/fGpNaxO7MdE/s640/NOR.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;Galileo mati karena 'kesadaran', demikian Foucault mati karena 'kesadaran': kasus pertama &amp;nbsp;memahami bahwa bumi ini berputar mengelilingi matahari, lalu Paus (?) memancungnya (hal yang mungkin sama akan dilakukan oleh ulama atau biksu bila kesadaran waktu itu muncul di timur: ini bukan masalah agama, hanya semacam hukum alam: apabila hierarki yang kokoh ditentang, diciptakanlah isu penistaan, para pembangkang adalah syetan yang harus dibakar!), kasus ke-2, Foucault mati karena AIDS, dia menentang stigma: mempertanyakan kembali arti sehat dan gila, arti normal dan tidak normal: pada suatu zaman dimana &amp;nbsp;yang normal mungkin bisa dianggap gila, dan pada suatu waktu dimana yang gila bisa dibilang normal, demikian pada tempat yang berbeda. Inti dari pencerahan: Humanisme ini (sejauh yang saya pahami): Individu adalah Tuhan bagi semua manusia yang katanya: TERCERAHKAN. Ayolah, buka tutup sampanye nya, putarkan trance keras-keras, dan pakailah celana dalam sexy mu! Tuhan telah mati! Tuhan telah mati demikian epos Zaratustra dibacakan di mimbar-mimbar kudus!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PuVdwUYqt3Y/Tre-iZNiT3I/AAAAAAAAAko/amqtSPcgj3Y/s1600/nor3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://3.bp.blogspot.com/-PuVdwUYqt3Y/Tre-iZNiT3I/AAAAAAAAAko/amqtSPcgj3Y/s640/nor3.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;Suatu hari saya datang pada seorang SHADU (pe-ritus petapa tertua di sungai Gangga): apakah penderitaan itu? SHADU hanya terdiam, (ayoolah shadu bicaralah!!!), SHADU hanya diam, mungkin itulah arti penderitaan (barangkali): DIAM. Ayah saya &amp;nbsp;ketika ia merasa anaknya rubuh (tidak sesuai harapan), mengantarkan saya di malam yang sunyi ke penasehat spiritual keluarga: saya menunggu lama, lama sekali, dan seperti usaha-usaha sebelumnya, saya tidak ditemui, 'antarkan amplop ini pada beliau', demikian setiap kali saya 'sowan', saya merasa dijawab dengan 'pintu yang tertutup' kecuali uang yang terselip dalam amplop, 'kamu kurang sabar' begitu kata ibu. Yups bisa jadi, karena sabar bagi ibu adalah menunggu di depan teras rumah sang guru sufi berhari-hari, dan saya tidak sampai berhari-hari. Begitulah saya menyimpulkan bahwa diam adalah penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;HIDUP MULIA ATAU MATI TERHORMAT, Muhammad Saw berkata, balaslah tangan dengan tangan, mata dengan mata (membayangkan bahwa nabi dengan jambang terburai, mata melotot dan memancungkan pedang ke muka ku -ngeriiii-), &amp;nbsp;demikian Galileo, Al Hallaj dipenggal karena dianggap CREWER, pula dengan nasib reformis&amp;nbsp;Martin&amp;nbsp;Luther atau Jenar, yang pengikutnya dibakar di tiang-tiang gantung, sama seperti Jesus yang dalam mazhab Nasara: Mati Tersiksa Di Tiang Salib (Sebagai Penebus Dosa), pembangkangan sipil yang CREWET semacam ini, seperti pula cerita babat Jawa hingga suku Samin adalah cerita perlawanan yang kadang berhasil dan kadang berakhir dengan tragis. Toh dengan Colombus menentang penutupan Mediterania oleh kekhalifahan Arab, lalu nasib menakdirkan ia menjumpai dunia baru, pengikut Martin Luther atau Santo Petrus membangun 'sekoci kecil'nya menjadi kapal &amp;nbsp;induk bahkan menjadi raja diraja di generasi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;KEWAJIBANMU HANYA MENGINGATKAN, DAN APABILA TIDAK DIDENGARKAN, MAKA DIAMLAH, demikian ucapan TUHAN yang diulang-ulang dalam kisah-kisah Taurat, Talmut, Injil dan Qur'an, seperti kalimat tambahan dari kitab Hamurabi yang disatir Muhammad Saw dialenia sebelumnya: bahwa MEMAAFKAN ITU LEBIH MULIA (terbayang sesosok yang lembut dan santun dari Muhammad Saw), tugas ke rashulan adalah 'saling mengingatkan', atau diam saja alih-alih konfrontasi, toh kebenaran hanyalah masalah waktu, tidak ada yang bisa membendung kebenaran, dimanapun orang atau kelompok terkuat sekalipun menutupinya dengan pintu gerbang yang rapat erat. The Name Of &amp;nbsp;The Rose, atau Ihyaul 'Ulumuddin: keduanya mengisahkan pada zaman gelap yang dialami oleh dua peradaban Islam dan Kristen, ataukah Kota Terlarang yang akhirnya roboh oleh Mao, sekuat apapun seorang kaisar/Raja/Sultan/Adidaya, toh pada suatu zaman akan menjadi usang (seperti penanda runtuhnya Amerika, atau talangan Eropa atas Yunani). Para rahib yang mengacung-acungkan darah inquisitas akan digantikan oleh dokter dan intelektual, Ulama akan digantikan oleh institusi negara: lalu cerita akan berubah yang kultural melawan struktural, agama melembaga, dan agama yang membudaya, pendidikan yang melembaga (yang mahal dan wahh!!) dengan pendidikan di munasah-munasah, madrasah-madrasah, padepokan-padepokan, pesantren-pesantren, seminari-seminari yang relatif masih terjangkau. Hingga tangan besar mendobrak keras, mengguncang meja judi, kartu-kartu terlempar 'amburadul' dan permainanpun &amp;nbsp;bubar! (toh pastilah permainan bakal dilanjutkan di belakang rumah masing-masing : itulah analogi tentang perlawanan diam-kultural).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FQnHdbiuV3Q/Tre-uEGifUI/AAAAAAAAAkw/XBQXlbBxkGU/s1600/nor2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="360" src="http://3.bp.blogspot.com/-FQnHdbiuV3Q/Tre-uEGifUI/AAAAAAAAAkw/XBQXlbBxkGU/s640/nor2.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; font-size: large;"&gt;Manusia tidak membutuhkan perdamaian (secara mutlak), kemanusiaan dan peradaban hanya membutuhkan DINAMIKA, tidaklah seasyik yang dikira apabila kita tinggal di Buthan dimana tukar menukar dengan mata uang baru populer di akhir dekade 90-an, tidak pula tenang hidup dengan negara sebagai penjamin dari kehidupan: tidak perlu ke gereja toh sampai tua kita ditalangi negara (lih. Skandinavia). Orang bijak membutuhkan dinamika: KETIDAK PASTIAN, asuransi adalah bisnis terkemuka dalam menjual ketidak pastian, demikian juga menyusul pengacara, tentara, politikus, dokter, pedagang dan mungkin semua pekerjaan, semua ada karena kita masih memelihara ketidak pastian akan hari esok. Apa yang dikatakan Ibrahim benar: Tuhan ditemukan dalam ketidak pastian setelah mengejar bintang, bulan dan matahari, demikian semangat Muhammad saat Hijrah ke Madinah, penuh ketidak pastian (tanpa perbekalan apapun), Tentu pula Tuhan menciptakan manusia karena Ia tidak menyukai kepastian pada diri-Nya, demikian Tritura: Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), Siwa (penghancur) menjadi dogma bagi agama zaman awal manusia. Pantaslah Foucault menanyakan kegilaan dengan ketidak pastian: dimana pada zaman dulu perbudakan dan penjajahan dianggap wajar, dan dimasa kini dianggap kekejaman dan kebodohan moral, dan Derrida mendekonstruksi makna: pastikan artinya sesuai pengalaman indra masing-masing (phenomenology), Camus menciptakan kosakata 'pemberontak', Gramsci memunculkan Intelektual Organik yang melawan kaum hegemonik, semua dibayangi oleh individu dan egonya masing-masing, dan itu tidak selalu salah, untuk melawan dengan DIAM atau CEREWET pada hegemoni, lembaga, atau tuan-tuan yang lapar akan dominasi kebenaran. Maka Sah Bila Tuhan Hadir dalam Kemiskinan, orang-orang yang hanya mendapatkan remah-remah dari PERTIKAIAN BESAR'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-2319198376320215101?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/2319198376320215101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=2319198376320215101&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/2319198376320215101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/2319198376320215101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/11/kesadaran-diam-dan-cerewet.html' title='KESADARAN DIAM DAN CEREWET'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bpgbrt14PJY/Tre-P0-WLAI/AAAAAAAAAkg/fGpNaxO7MdE/s72-c/NOR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-9095416528582513223</id><published>2011-11-01T05:01:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T06:18:28.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Sore ini saya mencoba berbicara tentang cinta, yang ada di otak saya, yang mengendap, yang tak terungkap, yang terkunci, yang terbungkam!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-E-wLvn19zwY/Tq_ts30DTGI/AAAAAAAAAkE/huJLGaX3x4E/s1600/embrasing2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-E-wLvn19zwY/Tq_ts30DTGI/AAAAAAAAAkE/huJLGaX3x4E/s640/embrasing2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Pada suatu saat ketika hati saya pengap, dibekap kerinduan yang membabi buta, menikam hingga ke ulu, meremukkan jiwa, yang memotong segenap nadi arteri, saya benar-benar tak berdaya: seperti dimamah mentah-mentah oleh kesunyian yang pekak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Di suatu waktu yang lain, saya merasa beringas, mengendap-endap selaksa kucing garong menerkam ikan asin, mencengkram erat, menggigit kencang, merengkuh sampai segala hal rubuh, saya adalah Samson, merasa bahwa dunia ini begitu kecil, hanya ada saya, dan Dalelah, pada suatu waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Di suatu waktu pula: datang untuk pergi, datang untuk pergi, menghantarkan tajen ke sesembah, menumpah serapah ke bumi, lalu meresap, kemudian hanya berbau amis dari sisa pesta, ya pesta yang riuh lalu sesaat layar pertunjukan di gulung, semua kembali menjadi &amp;nbsp;saya, saya dan saya, dunia mengunyah, menyingkirkan saya di ketepian menjadi lelaki yang kesepian, yang terluka, dan (tentu saja) menikmati luka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Di suatu waktu di sebuah kejadian lain, saya menangis, hampa dan kosong, tertipu daya dan mengeram seperti singa yang dipanah asmara, terluka dan serasa tak akan bisa bangkit, semua darah menderes keluar, seperti darah muncrat pada kambing kurban, saya menuju kematian, tertipu dan ditipu, oleh sesuatu yang (harusnya) tidak pantas menipu, begitu sakit rasanya, semacam tercekik di dasaran lautan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MWSg59I8eOg/Tq_utxdxAnI/AAAAAAAAAkU/FgDE4lxYdFA/s1600/couple.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/-MWSg59I8eOg/Tq_utxdxAnI/AAAAAAAAAkU/FgDE4lxYdFA/s640/couple.jpg" width="414" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Cinta ku pada-Mu seperti air yang meredam api neraka, yang membakar kastil-kastil dan taman-taman surgawi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Rabiah mengajari saya tentang cinta platonis (yang entah berantah), cinta yang membakar saya dan mengikis saya hingga lebur dalam persekutuan illahiyah, cinta yang meremukkan segala sejarah, segala inovasi keduniawian, segala romantisme perhelatan pesta tubuh, cinta yang diperas dengan kencang, untuk mengeluarkan madu yang paling murni, Rabiah membiarkan dirinya terbakar asmara, orang-orang menangis untuknya dan ia tersenyum untuk &amp;nbsp;segala pengorbanannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Api asmara semacam cahaya dalam cahaya dalam cahaya dalam cahaya, dan ketika engkau membuka mata tak kan kau temukan lagi dimana timur dimana barat dimana orang-orang baik dimana orang-orang jahat, tidak ada kafir, tidak ada salih, tidak ada cakep tidak ada buruk.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Rumilah yang membiarkan saya terbuai asmara, lekukan-lekukan tubuh, dan senggama senggama liar adalah &amp;nbsp;engahan Tuhan yang menggelantung dalam atap-atap Arsy yang agung, lenguhan-lenguhan yang mendobrak-dobrak tembok ratapan semacam keabadian yang diciptakan untuk menarik lamunan dalam mabuknya kenyataan, dunia fana adalah wujud Nur Illahiyah yang memantul diantara penderitaan dan suka cita kita, maqom-maqom keharibaan adalah jalan untuk salik yang menjumpai kemurnian: para salik yang nakal di klab malam, di ranjang-ranjang bacin pelacuran, di pinggir rel kereta tengah malam, kaum hiper seks di tayangan film biru, orang-orang gila yang selalu menangis dan tertawa dalam waktu yang sama, pada dimensi dan frekuensi yang tidak bisa direguk oleh keindrawian yang dangkal atau realitas yang hanya paham sebab-akibat. Rumi mendeklarasikan: Tuhan ada tidak hanya dibalik kata-kata kalamul majmu', jauh dari segala hal yang kita tumpahkan, Ia hadir seperti samudra tak bertepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Saya Hamba dan bukan Pangeran, saya Pangeran dan bukan Hamba.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Siti Jenar, menganggap dirinya 'Tuhan' atau karena bagi awam: 'Tuhan' adalah esensi yang terhijab dalam diri-Nya, Tuhan bukanlah kata atau sifat, atau apakah Ia, Cinta yang ia bakar dalam firman tidak cukup mengiringi kita dalam laku untuk pelepasan dari Fana menuju Baqa', Siti Jenar menentang segala diraja dan sultan serta wali, Ia ada dalam Syakul Kalam wa Qulb, ia hadir bersemayam dan bersembunyi dalam bayang-banyang Illahiah. Tidak bisa dimengerti dalam cinta FISIK manusia pada TUHAN, yang REMEH, REMAH dan DANGKAL, penuh simbol dan definisi filosofis yang memusingkan: AHAD, HAQ, BAQA, ADL. Siti Jenar telah membangun jembatan bagi orang Jawa untuk menghubungkan apa yang dimimpikan Muhammad dalam perjalanan Ruhul-jism ke Sidra El Muntaha, dengan mistisme-arkeisme-artifisial Jawa, laku suluk Jawa yang memenuhi kebathinanya dengan dialog tentang penemuan laku diri. Cinta yang Jenar hadirkan adalah cinta yang melepaskan martabat kemanusiaan kita, untuk MENYIBAK SEMUA PAKAIAN : LALU BUGIL TELANJANG SEBAGAI HAMBA, pada dasarnya segala jiwa ini adalah KARMA (li ma katsabat wa'alaiha maqtasbt).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Siapa yang membunuh satu jiwa yang tak berdosa seperti membunuh semua jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Pikiran Muhammad SAW mungkin tak asing, membunuh satu jiwa, seperti membunuh semua jiwa, menganiaya suatu golongan tertentu seperti menganiaya semua peradaban yang kita ciptakan bersama, cinta yang menganiaya pasangannya semacam menganiaya seluruh umat manusia. Apakah laku cinta yang tidak diakui akan berarti teraniaya selamanya? cinta yang mengendap seperti tabir, akan selalu menyala dan membakar, walau bukanlah sinar mentari dipagi hari, toh segala cinta yang 'sah' bukanlah apa-apa dibanding cinta illahiyah yang mencakup segala ufuk. Sungguh tidak terpikirkanlah oleh para klerik, ulama 'benalu' untuk menyingkirkan prasangka yang membuat mereka sakit jiwa bahwa segala hal ini bermula dari kesempitan manusia akan suatu pemahaman yang selalu cuma percaya bahwa cinta adalah teks dan bukan konteks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-E-wLvn19zwY/Tq_ts30DTGI/AAAAAAAAAkE/huJLGaX3x4E/s1600/embrasing2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-E-wLvn19zwY/Tq_ts30DTGI/AAAAAAAAAkE/huJLGaX3x4E/s1600/embrasing2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #7f6000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;MENCINTAI TIDAK SEKEDAR HARUS MEMBERI TAPI APA YANG KITA BERI DAN UNTUK APA?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-9095416528582513223?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/9095416528582513223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=9095416528582513223&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/9095416528582513223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/9095416528582513223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/11/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-E-wLvn19zwY/Tq_ts30DTGI/AAAAAAAAAkE/huJLGaX3x4E/s72-c/embrasing2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Gang Gotong Royong, Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8214630411161306 110.39753437042236</georss:point><georss:box>-7.825395541116131 110.39259887042236 -7.81753054111613 110.40246987042237</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8236785670846462145</id><published>2011-10-24T12:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T00:49:07.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catata'/><title type='text'>LOVE IS FREEDOM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;b style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ae6hveQ09eM/TqXAWkN9kmI/AAAAAAAAAjI/JEUJiFwztew/s1600/free.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="486" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ae6hveQ09eM/TqXAWkN9kmI/AAAAAAAAAjI/JEUJiFwztew/s640/free.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Orang bilang mencintai itu indah.....mm........ YA! tapi hanya pada suatu sisi: ketika sepi ada yang menemani, ketika lapar ada yang membuatkan atau setidaknya menemani makan, ketika sedih ada yang mau menjadi 'tembok ratapan', ada yang bersedia menjadi 'tempat sampah': huh hah huh hah. Di sisi yang lain, sebagai laki-laki, aku harus menemani nya ketika ia sendiri, bersedih, atau sekedar teman makan, "lakukan pada pasangan mu seperti yang kamu inginkan dari pasangan mu", apa bila tidak: "kamu egois! dan kamu jahat!"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Beberapa tahun yang lalu, seseorang jauh-jauh datang tengah malam padaku hanya untuk mengatakan "kamu jahat!!", "ya, aku memang jahat, salahnya kamu mencintaiku!". Jawaban itu jelas salah, semua orang dengan mudah pasti mengatakan aku memang jahat, dan ketika aku bilang "terserah aku, apa urusan mu", pasti banyak orang bilang "kamu egois!". Sebenarnya seseorang &amp;nbsp; meminta orang lain sempurna, "lakukan seperti yang dilakukan orang lain pada mu", lalu masalahnya saat orang lain terlalu baik, apakah aku harus berlaku "terlalu", dalam arti kata, apakah aku harus menjadi "terlalu", itu semacam menjadi orang lain pula.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SvsaSYqMNd8/TqXLm-GSyYI/AAAAAAAAAj4/_aeRobqhZzA/s1600/ideot.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04;"&gt;&lt;img border="0" height="422" src="http://2.bp.blogspot.com/-SvsaSYqMNd8/TqXLm-GSyYI/AAAAAAAAAj4/_aeRobqhZzA/s640/ideot.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kenyataan bahwa aku tidak menuntut orang yang aku cintai datang menemaniku ketika aku bersedih, atau menemani aku makan, atau &amp;nbsp;menyediakan diri untuk menjadi "tembok ratapan", karena nyatanya kalau ia tidak mau, ya sudah masak dipaksa, toh cinta tidak identik harus seiya sekata (lalu apakah dengan itu seseorang boleh aku paksa untuk harus berlaku sama seperti caraku?) . Aku memang terbiasa untuk mengakhiri segala masalah dengan mengendapkan dulu agak lama, atau tepatnya menumpukkannya, mengomplekkannya, lalu menantikan suatu momen agar timbul reaksi tiba-tiba, menunggu tekanan menunggu genting, begitulah cara ku bekerja (dengan tidak membagi masalah atau menceritakannya), bukan dengan menyelesaikan 'segera', karena bagi ku 'segera' tidak bakal membuatku mengeluarkan 'segala kemampuanku'. Demikian bagi orang lain mungkin aku dianggap menyulitkan diri, tapi 27 tahun aku mengulang-ulang hal serupa, aku tidak bisa menyicil sedikit demi sedikit. Kebiasaan ini (aku pikir) bisa diurutkan: karena keluarga ku yang 'agak' keras bagiku, membuatku sering bungkam, lalu menunggu pada saatnya ketika aku akan keluar dengan kemarahanku, demikian aku menunggu bahwa pada waktunya semua yang menumpuk akan aku buang, dan Tuhan memberikan kecepatan pada ku untuk bergerak dalam kerja keras yang singkat 'borongan harian'.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Dosen ku bilang, "kamu tidak punya manajemen waktu yang baik dengan cara itu", dia bilang "orang-orang maju terbiasa berfikir kerja untuk hari ini, tidak mengandalkan esok, dan bagaimana kalau esok ternyata tak ada lagi bagi mu". Aku dengan enteng bilang bahwa aku bukan orang maju, dan aku mengakui itu, tapi aku bukan orang mundur, karena aku tidak melupakan semua beban yang menumpuk, ini karena kebiasaan, bahwa aku akan bekerja ketika benar-benar sudak krisis, dan kalau aku dibilang itu bukan hal baik "ya aku memang tidak baik". Orang bilang aku tidak tegas, "kurangi cengengesan" demikian kata kakak ku. Bagaimana cara mengurangi cengengesanku, dunia ini terlalu 'pahit' bagi ku, sehingga aku menyukai musik-musik kesedihan (sambil telanjang bulat dikamar dan mematikan lampu), lalu bagaimana aku harus serius, kesedihan di hatiku sudah terlalu dalam sehingga aku membutuhkan pelarian pada 'lapis bawang terluar', aku tertawa untuk meredam luka. Mudah bagiku melupakan persahabatan sekali lagi mudah melupakan persahabatan, tapi tidaklah mudah mengabaikan yang lapar, yang tinggal di gubuk reot, yang kesepian, yang diabaikan, karena aku bisa merasakannya, atau bahkan sering kali merasakannya, itu mengapa aku tak bisa serius, aku butuh tertawa. Sehingga aku dianggap tidak tegas, orang lalu bilang aku mengabaikan orang lain, kekasih, ketika seharusnya membutuhkan seseorang yang mampu mengurangi luka, karena masih juga aku tak mengerti bahwa kesedihan akan berkurang kala teman datang, karena teman pasti tidak akan memahami 'kesedihan yang kumaksud' PASTI!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Opdj78UkVDs/TqXD51tcEDI/AAAAAAAAAjU/hp6SvCpeTNk/s1600/mellencamp_life_death_love_freedom-300x273.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="582" src="http://4.bp.blogspot.com/-Opdj78UkVDs/TqXD51tcEDI/AAAAAAAAAjU/hp6SvCpeTNk/s640/mellencamp_life_death_love_freedom-300x273.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Apakah orang lain akan membuatku lebih ringan, dan beban akan hilang, orang lain bagiku seperti lapen, ketika aku tenggak, akan ringan sesaat, namun ketika bangun pagi, semua beban itu mengetuk pintuku pagi pagi, dan pada saat itu aku perlu lapen lagi, oh tidak! aku tidak ingin menjadi pecandu persahabatan, aku menyukai hubungan dengan kekasih atau sahabat, tapi pasti pada waktunya segala hal yang mungkin kita percayai atau kita kasihi akan membuat jarak disaat segalanya tidak lagi yang diharapkan, itu semacam hukum alam 'buatlah orang lain sulit memahamimu ketika kamu sulit memahami orang lain'. Demikianlah maka persahabatan bagiku hanya momen dimana pasti akan berakhir, demikian juga cinta -selama tidak ada ikatan pernikahan-, ini hanya kebutuhan ketika kita haus, aku tidak berani mengatakan bahwa mencintai dan persahabtan seseorang tidak penting, tapi toh kesepian tidaklah sikap yang tidak sempurna, dan kerinduan untuk selamanya 'bagi ku pribadi' masihlah pengertian yang sulit aku mengerti.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Setiap jiwa adalah unik, kita tidak bisa menuntut bahwa sesuatu harus hidup dengan cara UMUM DAN WAJAR, kalau sedih itu berarti harus memanggil kekasih, kalau kesepian harus memanggil kekasih, kalau makan harus ditemani kekasih, kemarin-kemarin saya sudah berusaha menjadi yang umum, tapi yang umum tidak mau menjadi saya, asal orang lain tidak memberatkan saya, tentu saya tidak boleh memberatkan orang lain. Bukankah ni juga hukum alam?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1cTN-LtLCUY/TqXE3Om54-I/AAAAAAAAAjg/GU_w9l9dlzM/s1600/freedom_by_rippedknees.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="432" src="http://3.bp.blogspot.com/-1cTN-LtLCUY/TqXE3Om54-I/AAAAAAAAAjg/GU_w9l9dlzM/s640/freedom_by_rippedknees.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Malam ini aku mencintai mu, dan menjadi pencinta, tapi seperti kisah-kisah sebelumnya, adalah cara mencintai yang masuk dalam "KETIDAK UMUMAN" bisa dimasukkan sebagai "KRIMINAL", 'kamu jahat!!!', semua yang mengatakan bahwa 'egois' adalah tidak umum maka akan menyalahkanku dalam hal ini. Dan seperti biasa aku akan bilang "terserah aku", lalu mereka tidak cukup bilang JAHAT tapi juga KEJAM pada ku.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ketahuilah bahwa cinta tidak sekedar perbuatan, tapi cinta adalah ruang yang diciptakan agar engkau dan aku bebas bergerak, dan seperti burung terbang ke mana-mana, ia pasti akan kembali pada saatnya, di saat senja, pada sarang, pada rumahnya, pada anak-anak kita, kamu dan aku. LOVE IS FREEDOM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vY4fXIONVQo/TqXG9RUBAoI/AAAAAAAAAjs/P7mWF4xpz5k/s1600/Woajck_Pigeon_30.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-vY4fXIONVQo/TqXG9RUBAoI/AAAAAAAAAjs/P7mWF4xpz5k/s640/Woajck_Pigeon_30.jpg" width="640" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8236785670846462145?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8236785670846462145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8236785670846462145&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8236785670846462145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8236785670846462145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/10/love-is-freedom.html' title='LOVE IS FREEDOM'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ae6hveQ09eM/TqXAWkN9kmI/AAAAAAAAAjI/JEUJiFwztew/s72-c/free.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6014632820546081245</id><published>2011-10-05T00:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T07:36:58.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coretan'/><title type='text'>I M NOT  FORGET</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kita Pernah Alpa&lt;/b&gt;, demikian dunia dan zaman ini kita lupakan atau kita melupakannya, ucapan yang bahkan kita ulang-ulang seperti tertelan kubangan kolam besar (lihatlah berita-berita populis televisi 'sampah' kita yang cuma angin lalu -hangat hangat tahi ayam-), dan kita tak berdaya untuk mempertahankan ingatan kita. Karena lupa bukanlah kesalahan, bukanlah dosa, tak kan pernah bisa di hukum, demikian para koruptor, pemimpin arogan, akan memanfaatkan kelupaan untuk membebaskan dirinya dari dosa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Mereka yang memilih lupa adalah mereka yang takut atau mengabaikan segala ingatan masa lalu, tentang ucapan, tentang janji, tentang tindakan yang ceroboh, perjalanan hidup yang pongah, atau kah sepenggal kisah yang bodoh&lt;/b&gt;. Beberapa orang melupakan keteledorannya, dan mengabaikan masalah itu dikemudian hari yang mungkin muncul kembali dan menghantui, lainnya melupakan 'rayuan-rayuan' gombal yang diucapkan pada kekasihnya, lalu semua ucapan berlalu ketika ada yang baru, yang lebih muda, yang leboh bahenol, bodi singset atau yang six pack, demikian ketika keluarga buruh menjadi majikan, orang ditindas diangkat untuk menang lalu -sama saja pada akhirnya- menjadi penindas, mereka yang dibantu lalu melupakan jasa orang-orang yang telah membuatnya menjadi sukses. Kehidupan telah melupakan kematian, dan manusia melupakan Tuhan, manusia melupakan Ibu Pertiwi, seperti ketika kita lupa dari mana kita berasal dan ke mana kita bakal disemayamkan. Dari mana kita makan: petani yang sempoyongan mencangkul sawah, tertipu oleh janji: penjual bibit unggul, penjual pupuk, penjual obat hama, lalu terbelit utang ke 'bang titil'. Anak-anak yang lupa bahwa bapak ibu nya adalah petani jelata, lalu menjauhi lumpur-lumpur sawah yang kotor, bekerja di kota, atau ke luar negeri, pulang dengan setumpuk gaya baru, lalu hamparan padi dijual lagi untuk pergi lagi ke luar negeri, asal tidak menjadi buruh, asal tidak kotor oleh lumpur, asal tidak terbelit utang tengkulak, karena: menjadi petani itu kuno, terbelakang dan kelas rendahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Orang kaya (manusia ras) baru&lt;/b&gt;, ada banyak orang kaya baru, yang dulunya adalah orang kampung nan udik, semua orang Jakarta adalah orang kampung dan kampungan, kecuali orang-orang Betawi, Presiden Soekarno dari kampung Blitar, Presiden Soeharto dari kampung Sleman, Presiden Habibi dari kampung Pare Pare, Presiden Gus Dur dari kampung Jombang, Presiden Megawati dari Jakarta, leluhurnya dari kampung Blitar dan Tampaksiring, Presiden SBY dari Pacitan, semua orang kampung berbondong-bondong mengerubungi Jakarta, mereka ingin menjadi 'artis' Ibu Kota, Gue Loe Ennn! Desa hanya di sisakan ruang: bagi orang tua kita yang sudah mulai sepuh, mereka pantas mendapatkan ketenangan di sana (sebuah dunia fantasi), pohon-pohon hijau, gunung-gunung tinggi, kicauan burung, hamparan padi kemuning menjelang panen di sawah, adalah secuil surga yang diciptakan untuk leluhur kita, hanya untuk para pensiunan : yang tidak kuat lagi naik tangga gedung tinggi, minum wine atau&amp;nbsp;cheese, joget-joget rave-trance,begadang hangout hingga pagi. Dan orang-orang kota yang telah merasa mampu berdiri sendiri di atas kaki sendiri, membiarkan petani menjual tanahnya dan menendang mereka menjadi buruh penggarap. Kotalah yang telah menaikkan harga dasar: pupuk, pembasmi hama, bibit 'unggul', lalu membiarkan harga panenan padi tetap murah, agar negara aman -tidak terjadi huru hara-, agar sang presiden dari kampung tetap melenggang. Semua hati nurani kita diperas, agar kita tetap nyaman di kota, taman-taman dan gedung-gedung yang kita ciptakan dengan 'kecanggihan'. Tetap nyaman dengan segudang mimpi kita, tetap nyaman dengan 'melupakan' kepedihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Le0j1Jow36Y/TowNx1n03nI/AAAAAAAAAjA/lTmMEhZdsRM/s1600/munir-menolak-lupa-material.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-Le0j1Jow36Y/TowNx1n03nI/AAAAAAAAAjA/lTmMEhZdsRM/s400/munir-menolak-lupa-material.jpg" width="282" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa banyak orang ingin tinggal di kota:&lt;/b&gt; dekade ke dua abad 21, separuh lebih orang Indonesia akan tiggal di kota. Ini semacam mitos tentang sebuah hierarki: hunting-foraging-gathering membaik menjadi cultivation-agriculture lalu membaik menjadi industri, kemudian post industri (informasi) dan seterusnya post informasi. Sama seperti sebuah evolusionis: dari makhluk ber sel satu hingga makhluk komplek, dari kera menjadi manusia. Sama saja: dari animis-diamis, politeis, monoteis, humanis, neo humanis (alias agnostik-atheis). Dari: suku ke kerajaan, ke bangsa oligarki, ke bangsa aristokrasi, ke bangsa demokrasi. Manusia selalu menciptakan Ordinat dan Subordinat, Mainstream arus utama dan 'liyan': buruh tani-petani kecil, buruh pabrik, dan usaha-usaha mikro, pengemis, gelandangan, tuna wisma, kelompok berkebutuhan khusus, banci, pengemis, waria, homo-lesbi-biseks, wanita, anak-anak, orang gila, negara miskin-berkembang, semua yang 'tidak penting', adalah peran pendukung saja, dan sejarah seolah ditentukan oleh mereka yang 'besar', 'agung', 'suci', 'berkuasa', 'terhormat', 'bermoral' dan yang 'paling-paling' lainnya. Dan mereka yang ada di periferal hanya akan berebut remah-remah sisa pertarungan raksasa raksasa. Darimanakah Presiden kita memakan nasinya? bagaimana cara Ibrahim yang resah menemukan Tuhan? siapa yang menjaga logika berfikir Francis Bacon kecil? siapa yang telah membiarkan para pemberontak merobohkan penjara Bastille?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Untungnya Tuhan selalu memelihara hati orang-oranng yang menderita lalu memohonkan perlindungan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kita banyak sekali melupakan&lt;/b&gt;, cerita-cerita televisi dan XXI/21 dianggap kenyataan, seolah-olah 'seandainya' bisa terjadi. Padahal ada banyak sekali kenyataan yang tidak sekedar pahit tapi menyedihkan yang sengaja kita hindari, sengaja tidak kita tengok -hallooww bukan hiburan boo'-: 'oh hidup saya sudah begitu sulitnya, begitu menyedihkannya'. Kita diam, karena 'merasa' tidak mampu mengubah apapun, 'lebih baik tidak berbuat dari pada ikut campur,nanti malah berabe lagi booo, ambil aman ach!' atau kita memang sesungguhnya terlibat dalam konspirasi besar, untuk tetap mengekang tali erat di leher mereka yang 'sudah sepantasnya bernasib sial'. Tuhan ada di mana-mana, pada jiwa manusia yang memiliki hati, mereka yang menyediakan telinga, mata, ucapan, tulisan, perbuatan untuk menyuarakan kenyataan yang pedih: Keluarga Muhammad (atau para nabi, para Santo, orang suci atau Awetara, para pembaharu) adalah mereka yang fakir dan miskin, 'keluarga Muhammad' adalah mereka yang disingkirkan dari kampung-kampungnya hanya karena memperjuangkan penghidupan yang layak atau kebenaran yang ia temukan, keluarga Muhammad adalah para budak budak zaman yang nyaris tidak memiliki pilihan untuk memilih yang benar-benar mereka inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kenyataan tentang banyaknya penderitaan &amp;nbsp;tidak bisa begitu saja ditutupi,&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dan penderitaan juga bukan untuk dijual, bukan untuk menjadi dasar bagi seseorang atau suatu kelompok untuk mengemis dan memelas, atau orang-orang yang kaya merasa 'berbaik hati' mau membantu dengan pongah (disuarakan dan digembor-gemborkan), bukan pula untuk mengajukan proposal dana entah atas dasar pengentaskan kemiskinan atau penelitian, penderitaan adalah pemacu manusia untuk berjuang meraih kedaulatan, &amp;nbsp;memacu mereka yang lebih beruntung untuk mengulurkan 'tenggang rasa' dengan berlatih untuk tulus dan ikhlas melepas sebagian hartanya yang memang hak milik yang fakir dan miskin. TIDAK UNTUK DILUPAKAN atau MELUPAKAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6014632820546081245?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6014632820546081245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6014632820546081245&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6014632820546081245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6014632820546081245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/10/i-m-not-forget.html' title='I M NOT  FORGET'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Le0j1Jow36Y/TowNx1n03nI/AAAAAAAAAjA/lTmMEhZdsRM/s72-c/munir-menolak-lupa-material.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Mlati, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.7492958 110.3621753</georss:point><georss:box>-7.8122302999999995 110.2832113 -7.6863613 110.4411393</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-7874332372902153468</id><published>2011-10-02T12:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T13:43:15.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><title type='text'>KESADARAN MORGANA (Fragmen 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zsaWTCkKw9s/Toi-18R5oNI/AAAAAAAAAi4/KRrjEcxA2E8/s1600/Superman-Logo_001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-zsaWTCkKw9s/Toi-18R5oNI/AAAAAAAAAi4/KRrjEcxA2E8/s320/Superman-Logo_001.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;I m Not Superman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Selamat pagi, &lt;b&gt;dunia terus berputar&lt;/b&gt;, dan kita beranjak semakin tua: anak-anak lelaki semakin besar dan mungkin waktunya membuahi sel telur anak-anak perempuan, ataukah sebaliknya: menjadi pemberontak zaman dan menabrak makna-makna melalui tipuan dekonstruksi. Dunia semakin meluas dengan nilai, demikian semakin sedikit orang lapar berkat tekhnologi, namun semakin banyak kelaparan yang lain sehingga hal-hal tertentu lenyap dan tak akan pernah kembali. Kota tidak pernah menjadi hutan lagi -gedung maha tinggi dibangun, langit biru lenyap-, harimau jawa tidak mungkin hidup kembali, burung-burung bangau tidak pernah melintasi langit sore di atas rumah kita, dan burung-burung yang membuat sarang sepatu tidak lagi hadir di musim kemarau pada ujung-ujung dedaun kelapa-kelapa desa kita. Penyakit berkurang, karena penanganan kedokteran, tapi virus dan bakteri baru makin imun terhadap obat yang kita telan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Ada (sebagian) harapan &lt;b&gt;optimis bahwa generasi mendatang tidak terlalu banyak kekurangan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(dalam makna dan nilai), agama semakin 'mengakar' namun lebih terbuka, ideologi semakin 'lentur', proses-proses negosiasi barat dan timur semakin menampakkan hasil, keterbukaan membuat kita semakin kaya, walau mobilitas manusia tidak sebebas dahulu kala, yang tidak perlu visa kunjungan atau ribet di pemeriksaan bandara internasional. Manusia beragam nilai: demokrasi, hak asasi manusia, transparansi, keadilan untuk semua, kebebasan beragama dan berkeyakinan, adalah nilai yang dihargai oleh sebagian besar manusia, walau kadang hanya dibatasi atau dirasakan 'sepenuhnya' oleh kelompok-kelompok tertentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Manusia hidup di dunia, angka harapan hidup kita tak akan lebih dari 85 tahun&lt;/b&gt; walau setiap dekade ada peningkatan 2,5 tahun pada rata-rata harapan hidup internasional. Begitu pendek bagi sebagian orang dengan ambisi bermacam-macam, dan begitu lama bagi mereka yang berjalan di dunia dengan jerih payah, toh sebagian bilang dunia hanyalah begitu saja: baik-buruk, benar-salah, sedih-gembira, tabah-gelisah, teliti-ceroboh, optimis-pesimis, lelah-semangat, singkat kata: kita semua di dunia ini disediakan pilihan bebas, dan nasib kita ditentukan oleh keberanian kita memilih sesuai keinginan kita yang paling murni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Gelisah oh gelisah&lt;/b&gt;, beberapa teman belum nikah termasuk saya, beberapa teman -in relationship-, beberapa teman mempertanyakan keberadaan Tuhan, beberapa teman tidak tahu harus mencari kerja apa, beberapa teman menderita kekalahan, kegelisahan memenuhi hari-hari kita, orang-orang yang menemukan satu-satunya jalan namun sayangnya buntu, betapa menyedihkannya. Kerinduan untuk bertemu namun terpaut jarak dan kepentingan, jiwa-jiwa yang tak lelah-lelah mencari kebenaran walaupun tak pernah menemukannya karena terus bertanya dan dikecewakan, kegelisahan membawa 'pengelana' pada tumpukan buku-buku, keterpencilan, atau juga jimat dan mantra, berita sampah, &amp;nbsp;melarikan diri dalam facebook, tweet, dan BB-m, mungkin juga narkoba dan Jack-D, kelap malam, ranjang bacin pelacuran, pembunuhan, penodaan martabat, prasangka, dendam. Dan kegelisahan adalah cara manusia untuk menemukan kekosongan dirinya lalu &amp;nbsp;mengisinya dengan 'keberuntungan' atau sebaliknya 'kebangkrutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Wajah yang mempesona&lt;/b&gt;, kita tidak punya banyak pilihan untuk menilai seberapa jauh seseorang yang kita temukan harus sesempurna yang kita inginkan, tidakkah tiada makhluk yang sempurna, tapi waktu jualah yang membatasi apa yang seharusnya kita inginkan dan apa yang akhirnya kita dapatkan, mempesona membuat kita: rindu, gelisah, terluka dan hampa, hal yang paling tidak produktif di dunia (kenyataanya) adalah hidup dengan seolah-olah apa yang kita cintai akan selamanya kita miliki, dan tentu bukan hanya kematian yang menghempaskan kita dari harapan semu itu -meminjam kata Rabindranat Tagore-, tapi kemampuan di luar apa yang kita mampu kelak mungkin akan memisahkan atau justru menyatukan banyak hal, wajah yang mempesona, hanyalah setengah mili di mukanya, tapi dialah yang membuat sebagian orang bersusah payah menuruti nafsu birahinya. Kelak segala yang terbaik, akan dimulai dari hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kelahiran kembali: tidak ada kelahiran kembali bagi mereka yang diciptakan tanpa keberanian untuk memilih ulang apa yang sebenarnya diinginkan&lt;/b&gt;, mereka yang takut lapar, takut terjatuh dari kekuasaan, diusir dari kenyamanan, takut kutukan, atau takut seperti nasib Adam yang keluar dari surga: adalah orang-orang yang tidak akan dilahirkan kembali, mereka yang menghindari konfrontasi merasakan hal yang serupa, keseragaman, mekanis, monolog dan praktis. Colombus menentang penutupan Mediterania dan menemukan Dunia Baru, Louise XVI remuk oleh kaum yang memaksakan persamaan hak, James Watt melucuti tuan tanah Britania yang arogan, Muhammad membangkang terhadap bangsawan Makah, Jesus menentang Roma, David melawan Goliat. Kehidupan harus dijalani dengan memilih sikap yang berani!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kematian, semua orang akan mati, daur biogeokimia, keniscayaan hukum entropi II&lt;/b&gt;: energi bisa berganti dan kekal tapi nilai kegunaanya akan semakin memburuk. Kematian telah membagi dirinya: adalah 'siapa dibunuh apa', atau 'siapa membunuh apa', dunia yang dicari dan cuma mengigau akan dibunuh oleh mereka yang (berani) berfikir waras, karena menjadi apapun tidak membutuhkan konfirmasi bahwa dunia akan menyetujui, demikian pilihan orang bijak, kalau kita ingin menjadi bahagia tidak perlu uang (sungguh!), tapi kesabaran, ketekunan dan kerja keras, demikian yang dilakukan kaum puritan ketika menduduki Amerika Utara dan kemudian menurunkan kelompok Yankee (sejenis 'ras'-nya (George) Bush), kita semua berjuang untuk mematikan keinginan yang bukan sungguh-sungguh kita inginkan: kemelimpahan, berlebihan, pikiran yang licik-kotor-khayalan-mesum, kekuasaan absolud, iman yang tidak menyediakan pertanyaan, atau pertanyaan yang tidak mengijinkan iman. Semua yang kita lalui adalah untuk membunuh ego yang buruk, dan untuk membangkitkan kesadaran bahwa dunia ini terlalu singkat hanya untuk dihabiskan menjadi bobrok dan bertindak tidak waras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;"Kita wajib memulai, melakukan dan mengakhiri segala hal dengan kesungguh-sungguhan bahwa masih ada pintu yang tidak terkunci rapat yang selalu bisa kita masuki". Alhamdulillah.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-7874332372902153468?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/7874332372902153468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=7874332372902153468&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7874332372902153468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7874332372902153468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/10/kesadaran-morgana-fragmen-1.html' title='KESADARAN MORGANA (Fragmen 1)'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zsaWTCkKw9s/Toi-18R5oNI/AAAAAAAAAi4/KRrjEcxA2E8/s72-c/Superman-Logo_001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan Affandi, Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.780730632154464 110.38607597351074</georss:point><georss:box>-7.7885971321544645 110.37620547351074 -7.772864132154464 110.39594647351075</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-3210843601113353334</id><published>2011-09-18T20:55:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T21:12:56.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>For the Rest of My Life</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/Plkq0sd-n54/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Plkq0sd-n54&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/Plkq0sd-n54&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/dr349KnfUKI/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dr349KnfUKI&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/dr349KnfUKI&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;For the Rest of My Life Lyrics &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I praise Allah for sending me you my love&lt;br /&gt; You found me home and sail with me&lt;br /&gt; And I`m here with you&lt;br /&gt; Now let me let you know&lt;br /&gt; You`ve opened my heart&lt;br /&gt; I was always thinking that love was wrong&lt;br /&gt; But everything was changed when you came along&lt;br /&gt; OOOOO&lt;br /&gt; And theres a couple words I want to say &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt; I`ll be with you&lt;br /&gt; I`ll stay by your side honest and true&lt;br /&gt; Till the end of my time&lt;br /&gt; I`ll be loving you. loving you&lt;br /&gt; For the rest of my life&lt;br /&gt; Thru days and night&lt;br /&gt; I`ll thank Allah for open my eyes&lt;br /&gt; Now and forever I I`ll be there for you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know that deep in my heart&lt;br /&gt; I feel so blessed when I think of you&lt;br /&gt; And I ask Allah to bless all we do&lt;br /&gt; You`re my wife and my friend and my strength&lt;br /&gt; And I pray we`re together eternally&lt;br /&gt; Now I find myself so strong&lt;br /&gt; Everything changed when you came along&lt;br /&gt; OOOO&lt;br /&gt; And theres a couple word I want to say &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt; I`ll be with you&lt;br /&gt; I`ll stay by your side honest and true&lt;br /&gt; Till the end of my time&lt;br /&gt; I`ll be loving you. loving you&lt;br /&gt; For the rest of my life&lt;br /&gt; Thru days and night&lt;br /&gt; I`ll thank Allah for open my eyes&lt;br /&gt; Now and forever I I`ll be there for you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know that deep in my heart now that you`re here&lt;br /&gt; Infront of me I strongly feel love&lt;br /&gt; And I have no doubt&lt;br /&gt; And I`m singing loud that I`ll love you eternally &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt; I`ll be with you&lt;br /&gt; I`ll stay by your side honest and true&lt;br /&gt; Till the end of my time&lt;br /&gt; I`ll be loving you.loving you&lt;br /&gt; For the rest of my life&lt;br /&gt; Thru days and night&lt;br /&gt; I`ll thank Allah for open my eyes&lt;br /&gt; Now and forever I I`ll be there for you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know that deep in my heart&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artist: Maher Zain&lt;br /&gt; Album: Thank You Allah&lt;br /&gt; Copyright: Awakening Records 2009&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-3210843601113353334?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/3210843601113353334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=3210843601113353334&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3210843601113353334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3210843601113353334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/09/for-rest-of-my-life-lyrics-i-praise.html' title='For the Rest of My Life'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8449877727436235010</id><published>2011-09-05T00:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T00:15:41.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>who knows who I am!  (Bulla, ki jaana main kaun)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/pTxZy32Fv_0/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pTxZy32Fv_0&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/pTxZy32Fv_0&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;"&gt;Bulla, ki jaana main kaun &lt;br /&gt;Bulla, ki jaana main kaun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na main moman vich maseetan &lt;br /&gt;Na main vich kufar dian reetan &lt;br /&gt;Na main pakan vich paleetan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na main andar bed kitaban &lt;br /&gt;Na main rehnda bhaang sharaban &lt;br /&gt;Na main rehnda mast kharaban &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na main shadi na ghamnaki &lt;br /&gt;Na main vich paleetan pakeen &lt;br /&gt;Na main aaabi na main khaki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na main aatish na paun &lt;br /&gt;Bulla ki jaana main kaun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na main arabi na lahori &lt;br /&gt;Na main hindi shehar nagaori &lt;br /&gt;Na hindu na turk pashauri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na main bhet mazhab de paya &lt;br /&gt;Na main aadam hawwa jaya &lt;br /&gt;Na koi apna naam dharaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avval-aakhar aap nu jana &lt;br /&gt;Na koi dooja hor pacchana &lt;br /&gt;Maithon na koi har syana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulle shauh Kharha hai kaun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: purple; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;"&gt;Bulla ki jaana main kaun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Translation&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #274e13; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Bulla Ki Jaana Maen Kaun Says Bulla, &lt;br /&gt;who knows who I am! &lt;br /&gt;I am not in the mosque of the believer, &lt;br /&gt;Nor in false rites. &lt;br /&gt;I am not in the pure or the impure. &lt;br /&gt;Neither Moses nor Pharaoh. &lt;br /&gt;Says Bulla, who knows who I am! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am not in the vedas or holy books, &lt;br /&gt;Not in drug or wine. &lt;br /&gt;Not in the drunkards wasted intoxication, &lt;br /&gt;Not in wakefulness or sleep. &lt;br /&gt;Says Bulla, who knows who I am! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am not in sorrow nor in joy, &lt;br /&gt;Neither in clean nor unclean. &lt;br /&gt;I am not water, I am not earth, &lt;br /&gt;I am not fire, I am not air. &lt;br /&gt;Says Bulla, who knows who I am! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am not from Arabia or Lahore, &lt;br /&gt;Nor from India or Nagaur. &lt;br /&gt;Neither a hindu or muslim from Peshawar, &lt;br /&gt;Nor do I live in Nadaun. &lt;br /&gt;Says Bulla, who knows who I am! &lt;br /&gt;I cannot be unearthed in the mysteries of religion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was not born of Adam and Eve. &lt;br /&gt;I am not the name I assume. &lt;br /&gt;I am not in stillness, not in movement. &lt;br /&gt;Finally, I only know myself. &lt;br /&gt;I cannot know any other. &lt;br /&gt;Who could be wiser than I? &lt;br /&gt;Bulla asks, who then, stands here? &lt;br /&gt;Says Bulla, who knows who I am! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8449877727436235010?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8449877727436235010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8449877727436235010&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8449877727436235010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8449877727436235010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/09/who-knows-who-i-am-bulla-ki-jaana-main.html' title='who knows who I am!  (Bulla, ki jaana main kaun)'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6026651452576266426</id><published>2011-08-21T03:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T09:27:17.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><title type='text'>SESUATU YANG DI SEBUT MENCINTAI MU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vF3rN4nNmqM/TlDZQ6UNqvI/AAAAAAAAAiw/iNXTlbWFdaQ/s1600/Selingkuh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://2.bp.blogspot.com/-vF3rN4nNmqM/TlDZQ6UNqvI/AAAAAAAAAiw/iNXTlbWFdaQ/s400/Selingkuh.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Hari-hari ini saya mendapat serangan melankolis dari teman yang membuang segala &lt;i&gt;unek-unek&lt;/i&gt;nya ke saya : &amp;nbsp; teman saya jatuh cinta pada orang yang rumit dan kompleks : orang yang : sudah menikah, punya anak, tidak bekerja dan tidak &lt;i&gt;well educated , &lt;/i&gt;TENTU SAJA&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;semula (?) saya bilang padanya : "kamu gila ya (amelioratif -menghaluskan-, daripada mengatakan 'kamu perusak rumah tangga orang'), cintamu tidak ber-visi, segera saja kamu lupakan dia, selesai!". Tapi teman saya bukannya &lt;i&gt;ndengerin&lt;/i&gt; sambil tertunduk sedih, eh malah tersenyum, ucapan saya semacam kentut, dan saya yakin dia sudah gila, 'tai kucing rasa keju' baginya, pahhhh. Apa yang harus saya perbuat sebagai teman, membenci cinta itu? iya! : TENTU SAJA, tapi bagaimana menyadarkan orang yang sedang kasmaran tanpa rasionalitas, yang ini saya juga benar-benar dibuat gila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Hari berikutnya setelah curhatan yang pertama, teman saya datang lagi dengan 'sekarung barang rongsokan' yang siap dibuang di muka saya. Dia ketawa - ketiwi seperti sedang menghirup hasis, bicara sana sini tak karuan dan kemudian mulai ngomong agak serius: membacakan sms dari kekasihnya : "dia minta pulsa", lalu kamu kasih? "tentu, tapi cuma sekali", dan selanjutnya "dia minta bensin, macet di jalan malam-malam", lalu kamu kasih? "tentu saja aku bangun malam-malam menjumpainya sambil membawa dua liter bensin", dan selanjutnya "kita makan bareng, aku yang bayar", dimana? "cuma di burjo", oke lah -matre kelas murahan juga ternyata-, kamu tidak merasa lagi diplorotin? "aku malah senang asal gak yang mahal, cuma itu kok". Saya tidak berani sindir tentang bagaimana istri dan anak pacar teman saya tadi, tapi dia bilang "istrinya gak curiga kok", walaupun pacarnya sering ngelayap malam? keluarga macam apa itu? "gak tau ah, dia bilang baik-baik, ya sudah". Gak merasa berdosa? "dikit, tapi gimana lagi", ya gimana? "gak tau, lets flow aja".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Begitulah ceritanya, hingga hari berikutnya (datang sambil muka agak sewot): "dia tadi memohon untuk mutusin aku, katanya hubungan kita berdosa", -bukannya dari awal itu salah-, lalu kamu? "aku bilang aku masih cinta dia, lagian dari awal harusnya sudah paham kan posisi masing-masing", kemudian gimana? "dia bilang istrinyanya minta cerai gara-gara dia belum dapat kerja, sering ngelayap lagi", loh gimana sih, kemarin katanya istri pacar mu gak masalah -urrgggg-, "lalu aku bilang, ya sudah kita saling dukung untuk lebih baik saja, saling mengingatkan, demi hidup lebih baik", loh, &lt;i&gt;mang&lt;/i&gt; hubungan semacam itu bisa saling mendukung untuk hidup lebih baik -cape dech-, "dari pada kami gonta ganti pasangan &lt;i&gt;gitoch..&lt;/i&gt;", pf, saya paham banget dan diingatkan kalau teman saya ini suka asal comot orang, tapi mana bisa hidup lebih baik kalau hubungan awalnya saja sudah main comot milik orang, "tapi kami saling mendukung kok, Tuhan juga tahu kondisi kita masing-masing", Tuhan? -sambil lihat langit-langit kamar yang mulai penuh jaring laba-laba-.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Hari berikutnya, dia datang lagi, saya mau tutup pintu kamar saya, tapi apalah daya, saya hanya punya sedikit teman, dan mungkin tidak ada teman yang sesempurna yang saya inginkan, mereka juga manusia, sebenarnya teman saya ini sedikit pintar, baik, sholatnya juga lima waktu, pendidikannya baik, dari keluarga baik, tapi saya tidak tahu alasan tepatnya harus bernasib 'rumit' semacam itu, dia mulai bicara: "bantuin bikin CV dong", bukannya kamu juga pernah kerja atau sedang kerja, "ini buat &lt;i&gt;yayank&lt;/i&gt; ku itu", itu lagi.... pahhh, ada apalagi dengan dia, "kita kan mau baikan, dari pada dia minta aneh-aneh atau matre atau hidup gak pernah jelas, aku mau bantu dia, bantu dia nyari kerja, aku kan sayank..", busyet dech, kayak gak pernah lihat orang kesulitan di pinggir jalan dan di seantero negeri ini, ngapa juga harus pilih dia sih..."tapi ini cinta", cinta, itu lagi! kalau yang itu saya gak bisa berdebat, percuma 'tai kucing rasa ayam'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Begitulah, katanya hubungan mereka: "untuk kebaikan" (dari pada ganti ganti pasangan -lagian sudah punya istri buat apa sih ada kebiasaan ganti-ganti, yang satu lagi juga aneh, tau pasangannya dah berkeluarga, eh nekat-), "untuk hidup lebih baik" (katanya sih: saling mendukung dan menasehati gitu lah : tapi tetep ML : pahhhh). Saya tidak berkutik dengan teman saya ini, mau mengatakan ini dosa, ini salah, ini ilegal, cara pandang kami berbeda, dia sudah terlalu tua untuk mendengarkan kuliah subuh atau ceramah jum'ah, toh teman saya itu juga pernah mondok -sejenis pondok ramadhan-, setidaknya tahulah isim, fa'il, maf'ul, atau sedikit nadzom alfiah ibn malik. Tapi mengapa? moral semacam itu tidak membekas kepadanya, saya pernah menanyakan tentang beberapa pilihan 'aneh' dalam keagamaannya, lalu dia bilang "beragama kan harus kritis dan humanis", lalu dengan posisi menjadi orang ke-3 dalam rumah tangga orang?, pasti dia akan jawab 'itu kan lebih baik dari pada....., keluarga kan konstruk sosial yang blablabla, cinta kan substansi yang bla bla bla...'. Ok cukup cukup, Ya sudahlah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Walaupun saya mungkin tidak pernah akan mendapatkan cinta yang serumit itu, saya tetap berharap:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;mencintai adalah untuk selamanya: istri, anak, sampai tua, hingga maut memisahkan, dan mati masuk surga. Tapi bagi sebagian orang atau termasuk dia, atau sebagian dari '&lt;i&gt;jiwa kita yang bersembunyi&lt;/i&gt;', kadang menyukai pilihan yang 'agak' berliku, belok sana sini, naik turun, kadang jatuh bangun, terjerembab lalu minta tolong. Dia pernah bilang ke saya "ya itu cinta", "ya itu hidup, tidak &lt;i&gt;flat&lt;/i&gt;", baginya hidup bukanlah: kecil bemain, remaja belajar-pacaran, dewasa menikah, bapak-ibu bekerja, tua ikut pengajian, mati masuk surga, baginya itu bukan hidup yang kaya (?), dia bilang : cinta yang BERGOLAK adalah 'kembang setaman' bagi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000; font-size: large;"&gt;kehidupan: "seperti gelombang bagi para peselancar yang tak habis-habisnya". Sore ini saya sedang mengurai perspektifnya, dan berusaha masuk ke dunia semacam itu, dunia yang tidak memiliki garis tegas antara "Ya" dan "Tidak" selain seonggok "kritik" dan misi tentang "humanisme", humanisme perselingkuhan. Pff&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000; font-size: large;"&gt;Alloh lindungilah saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6026651452576266426?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6026651452576266426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6026651452576266426&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6026651452576266426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6026651452576266426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/08/sesuatu-yang-di-sebut-mencintai-mu.html' title='SESUATU YANG DI SEBUT MENCINTAI MU'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vF3rN4nNmqM/TlDZQ6UNqvI/AAAAAAAAAiw/iNXTlbWFdaQ/s72-c/Selingkuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total><georss:featurename>Klitren, Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.782111998931389 110.38543168360593</georss:point><georss:box>-7.787062998931389 110.38017618360593 -7.777160998931389 110.39068718360593</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6771132358810927404</id><published>2011-08-17T02:46:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T08:40:32.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><title type='text'>MENCARI JODOH! DIJODOHKAN! MENCINTAI!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4PLGCe58hTo/TkuNwqdUTJI/AAAAAAAAAio/QNPwjapkMx0/s1600/jodoh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-4PLGCe58hTo/TkuNwqdUTJI/AAAAAAAAAio/QNPwjapkMx0/s320/jodoh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Beruntunglah saya karena menjadi laki-laki, karena seandainya orang tua menjodohkan saya tanpa saya sepakati, saya masih berani teriak 'mencak-mencak', lalu mulut komat-kamit, gedor-gedor tembok, kalau perlu sampai roboh, &amp;nbsp;pergi 'minggat' ke teman-teman dan tidak bakal pulang, ngambek! Bukan sebagai wanita, atau sebagian dari wanita, yang apabila dijodohkan: cuma diam, di kamar, menangis, 'mbrebes', sesungguk-sesungguk, sekali lagi "cuma" di kamar, cukup curhat dengan bantal guling. ALANGKAH BERATNYA JADI WANITA!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Laki-laki 'harusnya' wajib mencari jodohnya sendiri (hal yang seharusnya sama pula bagi wanita), menemukan cinta, berjuang untuk itu semua, agar mimpi menjadi kenyataan, sehidup semati bersama hingga maut memisahkannya. Perjuangan yang kadang harus berhadapan dengan orang tua masing-masing, lingkungan keluarga besar masing-masing, masalah adat atau yang agak berat masalah agama, begitulah perjuangan: BUKANKAH CINTA SEBAIKNYA ANUGRAH YANG DIBERIKAN TIDAK SECARA GRATIS!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Tapi tidak semua orang menikah karena cinta, ada yang semula tidak mencintai, atau bahkan membenci pasangannya : kebanyakan karena perjodohan, seperti orang tua kakak ipar saya di malam pertamanya: meludahi pasangannya (suaminya), eh &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; nyatanya sekarang punya anak lima, dan mesra, demikian beberapa orang lainnya, termasuk beberapa kakak saya yang justru masa pacarannya setelah mereka menikah. Tidak ada jaminan pula pernikahan yang dimulai dengan pacaran lama lalu tidak bisa bercerai dikemudian hari, satu kakak saya yang lain membuktikannya, sempat saya lihat dia cakar-cakaran di depan kami, terakhir dia cerai, yah begitulah, barangkali bukan jodoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;JODOH?? apakah jodoh itu?, tentang masalah jodoh: kakak saya yang lain (beruntung saya punya enam kakak) pacaran &lt;i&gt;laamaaaa&lt;/i&gt; dengan seseorang, bertahun-tahun, kirim kue, kirim coklat, keluarga kedua belah pihak baik-baik, tapi begitulah akhirnya, tidak sampai menikah, 'ndilalah kersane alah' (kebetulan kehendak Tuhan berkata lain), segera setelah putus, dia dijodohkan dengan wanita, dan hanya dalam 3 bulan langsung menikah, buktinya: selama lima tahun ini &amp;nbsp;baik-baik saja, bahagia. Temen saya punya kasus yang lain, menikah karena 'kecelakaan' bunting duluan, dengan pacarnya, lalu punya dua anak, tapi berakhir dengan perceraian, lalu apa itu Jodoh, apa berarti yang lama tadi jodoh? apakah Jodoh harus berakhir hingga maut memisahkan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Tentang lamanya jodoh, kerabat saya ada pula yang bernasib tragis, menikah, mempunyai anak, lalu sukses secara karir dan materi, eh suaminya minta menikah lagi, kerabat saya jatuh sakit, sakit yang tak mudah diobati hingga saat ini. Yang lainnya lagi, masih orang-orang dalam hidup saya, yang menikah, dapat istri cantik, lalu dengan kecerdasannya mendapatkan karir dan materi berlimpah, tapi sepanjang hayat semacam dikontrol oleh gaya hidup istrinya, umurnya tidak lama, innalillahi w.i.i.r. Adapula kerabat saya yang keluarganya harmonis, namun pasangannya mati mendadak, padahal anak-anaknya masih muda, demikian, JODOH BUKANLAH SUATU KEMESRAAN TAK HABIS-HABIS YANG DIUSUNG OLEH SEPASANG MANUSIA DARI SURGA UNTUK DUNIA, KARENA DUNIA TIDAK PERNAH SEMPURNA!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Dijodohkan, pacaran, perjuangan untuk mewujudkan cinta manusia adalah cara manusia untuk melunak dari diri yang 'keras kepala' namun 'rapuh', penyakit yang bahkan tidak pernah terpuaskan oleh surga, seperti kesepian Adam di surga lalu terciptalah Hawa, dan kekerasan kedua pasangan ini atas larangan disurga, dan dengan bandel memakan buah quldi hingga &amp;nbsp;terciptalah dunia. Memang tidak ada cerita telenoveli atau sinetron yang tidak menangis, tapi sayangnya dalam dunia nyata, tidak semua cerita, seperti yang saya uraikan tentang orang-orang dekat saya berakhir bahagia. Cinta menjamin manusia 'nyaman' untuk beberapa saat, namun tidak ada cinta tetap dan absolut ketika berada pada waktu dan tempat yang selalu berubah-rubah karena hukum dunia. Manusia berusaha untuk mencari cintanya masing-masing, NAMUN NASIB MANUSIA SELALU DIBENTURKAN OLEH PAHIT-PAHIT MANIS SERTA SAKIT-SAKIT ENAK-NYA KEHIDUPAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Romeo dan Juliet mungkin cinta, tapi bisa jadi bukan jodoh, Laila dan Majnun, Sangkuriang, "the Winter Sonata": adalah pasangan-pasangan yang tidak punya daya untuk menikmati cinta dalam waktu yang panjang, mungkin tepatnya 'hanya' cinta dan bukan jodoh. Saya merasa tidak ada korelasi yang bisa men-&lt;i&gt;guaranteed&lt;/i&gt;- antara relasi CINTA-JODOH-KEBAHAGIAAN apalagi ditambah dengan AWET MUDA atau SEHAT, sama seperti hubungan antara pemutih dan pelembab wanita dengan kulit yang indah. Semua akhirnya kembali pada apa yang kita pilih dan seberapa berat yang akan kita hadapi di dunia yang nyata ini, tidak ada yang sempurna tepatnya SEMUA CERITA ITU UNIK. Kalau berpasangan berarti mencari cinta, &amp;nbsp;pun cinta tetaplah sifatnya sangat relativ, mencintai, tapi hanya bertahan beberapa hari bisa (lah) dikatakan cinta, tapi apabila selanjutnya menjadi kebencian seumur hidup, lalu apa arti cinta di hari-hari sebelumnya, MUNGKIN SUSU MURNI HANGAT YANG BERADA DI CANGKIR, HANYA ENAK UNTUK PAGI HARI INI, TAPI TIDAK UNTUK ESOK PAGI, BAHKAN TIDAK PULA ENAK UNTUK NANTI SIANG :).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Cinta yang semacam itu, bagi saya pribadi bukanlah cinta, pacaran yang cuma beberapa musim panen padi juga bukan cinta apalagi jodoh, namun bisa jadi adalah 'cinta dalam bentuk lebih sederhana', atau jodoh dalam bentuk 'sejenak' saja, bukan pula berarti yang lama bisa saya katakan jodoh, bahkan bagi saya, yang hidup berdua dengan beberapa anak hingga tua, lalu maut memisahkan, belum tentu itu jodoh, belum pula dikatakan cinta, apabila ada rahasia, ada kepura-puraan, ada lakon seumur hidup : entah tentang korupsi yang dirahasiakan, entah tentang ide-ide yang ditahan, entah dengan cinta lain yang ditutupi dan dipendam hanya dalam mimpi-mimpi menjelang pagi setelah bersenggama. CINTA DAN JODOH TIDAK BERARTI BERTEMU DAN DISATUKAN DENGAN 'CINTA' LALU HIDUP BERDUA HINGGA MENUA, &amp;nbsp;SELAMA MASIH ADA CINTA LAIN ATAU HIDUP DALAM LAKON SEPANJANG HAYAT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Semua kembali pada keyakinan dan pilihan yang kita bawa, dari hati kita yang paling mendasar: maukah kita berbagi dengan jujur dan tulus dengan pasangan kita, menjalani hidup tanpa kepura-puraan, dan memelihara kepercayaan dengan sikap yang dewasa dan matang? CINTA HADIR KARENA TIDAK DIPAKSA, JODOH DITEMUKAN BUKAN SEPERTI MEMANCING IKAN. KARENA NYATANYA TAKDIR DAN HIDUP LEBIH BERKUASA DARI SEGALA MIMPI KITA DI RANJANG DIKALA SENDIRI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6771132358810927404?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6771132358810927404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6771132358810927404&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6771132358810927404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6771132358810927404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/08/mencari-jodoh-dijodohkan-mencintai.html' title='MENCARI JODOH! DIJODOHKAN! MENCINTAI!'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4PLGCe58hTo/TkuNwqdUTJI/AAAAAAAAAio/QNPwjapkMx0/s72-c/jodoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-7959322277479231272</id><published>2011-08-08T23:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T00:21:58.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Syi’ir Tanpo Waton  UHEBBOCA, GUS DUR !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/u3PPa-2dVng/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/u3PPa-2dVng&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/u3PPa-2dVng&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *       وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *    يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *   ( يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)&lt;br /&gt;Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)&lt;br /&gt;Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)&lt;br /&gt;Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)&lt;br /&gt;Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)&lt;br /&gt;Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)&lt;br /&gt;Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)&lt;br /&gt;Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)&lt;br /&gt;Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)&lt;br /&gt;Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)&lt;br /&gt;Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)&lt;br /&gt;Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)&lt;br /&gt;Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)&lt;br /&gt;Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)&lt;br /&gt;Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)&lt;br /&gt;Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)&lt;br /&gt;Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)&lt;br /&gt;Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)&lt;br /&gt;Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)&lt;br /&gt;Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)&lt;br /&gt;Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)&lt;br /&gt;Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)&lt;br /&gt;Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)&lt;br /&gt;Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)&lt;br /&gt;Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)&lt;br /&gt;Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ       *          يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ       *           يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-7959322277479231272?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/7959322277479231272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=7959322277479231272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7959322277479231272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7959322277479231272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/08/uhebboca-gus-dur.html' title='Syi’ir Tanpo Waton  UHEBBOCA, GUS DUR !'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8434515240640499114</id><published>2011-08-01T11:25:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T23:59:51.767-07:00</updated><title type='text'>RAMADAN 2011 (Kesederhanaan Dimulai Dari Sini)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qdZpQPyG1zY/TjbwypCO1SI/AAAAAAAAAig/TII0CveGSzI/s1600/tarawih1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://3.bp.blogspot.com/-qdZpQPyG1zY/TjbwypCO1SI/AAAAAAAAAig/TII0CveGSzI/s400/tarawih1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Selamat datang Ramadan, terimakasih telah memberikan saya kesempatan untuk bersua dengan anda lagi. Ramadan: &amp;nbsp; Waktu saya belajar berpuasa satu bulan penuh, waktu ketika saya belajar sholat ber-banyak rakaat, waktu kala&amp;nbsp; saya berzakat fitrah di hari-hari akhir anda, waktu saat saya 'mengusahakan' tadarus, atau setidaknya: saya ngebuburit (menghabiskan waktu puasa dengan jalan-jalan) hampir tiap sore, mencari masjid-masjid yang menyediakan ta'jilan (makan gratis), waktu paling tepat untuk mudik ke kampung halaman, waktu ketika saya membeli baju baru (satu tahun satu kali), waktu saat saya belajar membuat kue bersama kawan, atau saat dimana makan berlebihan (sering kali seperti itu) setiap berbuka, &amp;nbsp; waktu ketika terdapat malam untuk beri'tikaf lailatul qadar (sepuluh hari terakhir). Ramadhan adalah pesta, PESTA TAHUNAN!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Nun, Ramadan (seharusnya) menempa saya untuk mengendalikan diri: i'tiba' binnafsi, kendalikan diri untuk menemukan diri "ku" yang sesungguhnya, dengan berlapar dan haus dahaga di siang hari, dengan mencegah (atau mengurang) berfikir negatif dan jorok, atau melakukan perbuatan yang sia-sia, di (konon) bulan istimewa ini penuh berkah: tidur saja ibadah apalagi yang lainnya, jadi seandainya Ramadan dapat saya tuai nilai-nilai keutamaannya, harusnya (tapi tidak harus): tiada muslim yang jadi koruptor, mengedarkan berita kebohongan atau mengadu domba, menjelek-jelekkan, menjadi tirani, sombong atas kebenarannya sendiri, sombong atas kepintarannya atau atas harta dan kekuasaan (HARUSNYA TAPI TIDAK HARUS).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Sering kali yang tersisa hanya: menunda makan-minum, tapi tetap saja ngegosip, 'rasan-rasan' pemerintah, dan melakukan hal-hal tak berguna di siang hari, demikian saya hanya mendapatkan lapar saja barang kali. Tidak ada yang ditempa, melainkan hanya: berbuka berlebih-lebihan, baju-baju baru, atau pada saat usai ramadan: pesta hari raya (buuuanyak makanan, kumpul dengan saudara-saudara (pamer kesuksesan -kalau sukses-), dan gosip ini itu. Bagi saya Ramadan (dan sehabisnya) tak lebih sebuah pesta ritual tahunan yang riuh, menghanyutkan, tapi saat pesta usia, saya hanya akan membawa perut buncit dan kegilaan othopis dan tidak lebih (SEPERTI PULANG SEHABIS LIHAT KARNAVAL).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Lalu apa gunanya ramadan bagi saya (secara pribadi): "saya malu, karena (kelihatannya) &amp;nbsp;temen-temen pada puasa", "saya malu karena (mungkin) teman-teman jadi khusuk dalam menghayati agama saat ramadan tiba, saya malu karena teman-teman (kebanyakan) berbuka dengan menyiapkannya se'seksama' mungkin': buah kurma, kolah buah, nasi, ayam, telur, daging sapi, sate kambing, lalapan, sayur rendang, lodeh ikan, pepes ikan, benar-benar Ramadan yang memabukkan saya. Saya berpuasa karena: orang lain melakukannya, seperti ibu saya melakukannya, seperti semua orang muslim melakukannya, lalu saya menahan lapar tapi saya senang karena saya menunggu sesuatu (setelah) puasa : BEBUKA YANG LENGKAP dan LEBARAN: saat ketika saya menemukan saudara-saudara yang selama ini berserakan dimana-mana, berbagai macam kue loyang diatas meja, dan terutama takbirnya. Puasa dan ramadan hanyalah penantian, RAMADAN HANYA SUATU STASIUN PENANTIAN, BUKAN TUJUAN, DAN TUJUANNYA ADALAH PESTA HARI RAYA!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Demikian dengan hari ini, malam ini, saya merasa bersyukur: saya makan, lalu saya kenyang, saya membaca al Quran beberapa halaman, lalu saya online, sedikit kerja (bikin poster) dan 'menunggu' hingga malam usai, menghabiskan chat dengan teman entah siapa namanya (namanya juga dunia maya) , hingga benar benar larut, dan saya : belum merasakan apapun kecuali: ini hanya sebuah malam seperti malam-malam tanpa Ramadan: sunyi, sepi, sendiri, kelam tapi 'menyenangkan' dan menghanyutkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Apa artinya Puasa dalam konteks di atas: kita hanya melalui suatu 'tradisi' tanpa kewajiban untuk meneguk maknanya, atau apakah orang semacam saya terlalu kenyang terhadap makna, dengan meminjam perkataan A.Y, teman chat saya malam ini: (merasa) terlalu dalam menghayati hidup sehingga untuk memahami makna terdalam dari suatu ibadah puasa, adalah tidak akan bisa masuk ke dalam hati lagi karena hati (sok) merasa sudah terlampau penuh. Atau sebaliknya: hidup ini harusnya 'yang ringan-ringan saja, yang instan seperti mie. Dan bisa jadi karena saya tidak pernah belajar memaknai apakah lapar yang sesungguhnya, selama ini segalanya (alhamdulillah) seperti selalu ada apabila saya membutuhkan&amp;nbsp; (walau terkadang sering dengan rengekan dahulu dan hutang) ,&amp;nbsp; sehingga saya tidak sempat berfikir: bagaimana menahan keinginan, bagaimana menahan hasrat dan bagaimana menahan harapan. Dalam konteks semacam ini puasa semacam&amp;nbsp; gema sesaat yang kemudian bergaung di tengah padang gurun luas,kita tidak mampu menangkap isi dari gema, apalagi gaung. Jadi puasa hanyalah 'melestarikan' tradisi : ibu, bapak, saudara, teman-teman dan masyarakat muslim pada umumnya. Sehingga hidup "ringan" dan "dangkal" ini, sebagai suatu pilihan adalah jauh lebih menarik. "janganlah dibikin berat kalau yang instan saja tidak menghalangi kita untuk menjalani nasib sebagai manusia:. (DEMIKIAN KAH?)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Malam ini saya jatuh cinta, cinta pada RAMADAN yang ingin saya tuai 'isinya': agar saya tidak rakus, tidak tamak, tidak sombong dan tidak suka pamer, agar saya bisa berbagi, hemat, rendah hati, sederhana, demikian &amp;nbsp;seharusnya maksud dari menemukan DIRIKU yang yang sederhana, makna sesungguhnya dari yang dimaksud instan itu, dan artinya "kalau hanya lapar saja", kita menampik nikmat kesederhanaan, sehingga hidup setelah atau justru pada saat Ramadan tetaplah yang itu itu saja: WAH &amp;amp; MEWAH alias MULUK-MULUK: hidangan yang wah, baju baru yang wah, mudik yang wah. Memang puasa butuh belajar, memetik hikmah bukanlah tanpa berlatih dari kejatuhan dan kesalahan, tapi dengan melewati Ramadan berkali-kali rasanya "aneh" bila saya (merasa dan memang nyatanya) hanya terkesan menghormati suatu tradisi turun temurun: sedikit dibumbui ketakutan akan siksa neraka atau pahala dari ramadhan tadi (tidur saja ibadah penuh berkah apalagi...). PUASA SAYA MEMANG PUASA ANAK KECIL.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Saya berharap setidaknya ada hikmah dari Ramadan ini bagi saya: saya tidak lagi berfikir bahwa hidup itu rumit, bahwa cinta itu muluk-muluk, bahwa persahabatan itu merepotkan, bahwa iman itu berat dan 'dalam'. Saya ingin memetik manfaat dari kesadaran bahwa segala hal ini sungguh-sungguh sederhana: &amp;nbsp;rizki, pasangan hidup, status, dan kekuasan, bagi pemilik Ramadan adalah kehangatan dari hubungan yang sederhana: berbagi secangkir teh, bergembira dengan berbagi cerita (yang menambah kekayaan hidup) dan berbagi makanan. Sehingga saya mampu melangkah lebih ringan (dan memang seharusnya semacam itu). "jangan ngoyo", yang penting lakukan segala hal dengan ikhlas dan setulus hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: large;"&gt;Jadi: apakah Ramadan akan mengubah hidup saya? setelah ini, "Ramadan adalah setiap hari dan Hari Raya kita adalah surga". Demikian nasihat sufi yang perlu saya fikirkan, tentunya fikiran yang tidak terlalu dalam atau juga terlalu dangkal: tapi bersahaja. semoga,&amp;nbsp; SELAMAT RAMADAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8434515240640499114?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8434515240640499114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8434515240640499114&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8434515240640499114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8434515240640499114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/08/ramadan-2011-kesederhanaan-dimulai-dari.html' title='RAMADAN 2011 (Kesederhanaan Dimulai Dari Sini)'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qdZpQPyG1zY/TjbwypCO1SI/AAAAAAAAAig/TII0CveGSzI/s72-c/tarawih1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-3945118508588049371</id><published>2011-07-26T08:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T22:33:52.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Refleksi sebelum Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zbvcITX7ucI/Ti7g-tYdvNI/AAAAAAAAAh0/qHaqqJArWtY/s1600/gunungan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-zbvcITX7ucI/Ti7g-tYdvNI/AAAAAAAAAh0/qHaqqJArWtY/s320/gunungan2.jpg" width="197" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dunia manusia, telah dilahirkan dengan daging 'karma' akal budhinya. &amp;nbsp;Sehingga bagi manusia: cara ia menjalani hidupnya dalam beberapa hal terkadang jauh lebih buruk dibanding binatang, dan dalam banyak hal, kesempatan yang terbaik justru membuat ia (kita manusia) lebih rakus, alih-alih lebih matang secara spiritual, Kerakusan akan nilai telah melahirkan 'sombong' serta ketamakan akan harta telah menciptakan kegilaan akan 'kesempurnaan' ragawi dan eksploitasi materi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;{Misalnya}: sejak zaman yang sangat lampau, manusia tergila-gila terhadap emas (tanpa perlu mempertanyakan : mengapa!), seperti juga terhadap permata, lalu mengupayakan segala daya untuk mendapatkannya, menggerogoti berton-ton bumi hanya untuk menemukan beberapa butir emas, beberapa kejadian lalu melahirkan pertempuran dan kesalahpahaman selain tentunya 'keindahan' dan 'kemegahan', suatu makna ke-'indahan emas' yang aneh, yang membuat manusia harusnya bisa dikatakan 'gila' karena tidak butuh bertanya lagi. Lalu dari budaya "Emas" inilah manusia memimpikan sesuatu yang ia katakan: 'kesempurnaan', kemakmuran yang diukur melalui nominal dan angka, selanjutnya menumbuhkan nilai-nalai 'pencerahan' yang tak pernah kenyang: kebebasan dan 'jati diri' yang terus dicari-cari tak lelah-lelah. Tentu cara 'individualis' ini tidak semuanya buruk, namun arah tujuannya kebanyakan sama saja, eksploitasi tanpa mempertimbangkan batas optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Masalah 'kesempurnaan', kita wajib curiga terhadap apa yang dikatakan 'skema dunia baru -kemakmuran global-', curiga karena sebagian bangsa-bangsa 'terdepan' juga membiarkan kita untuk menanam 'curiga' terhadap mereka. Perlakuan yang 'kurang' demokratis di lembaga-lembaga dunia: UN, IMF, WB dalam menyeleksi pemimpin managerialnya dan Dewan Tetapnya, adalah rahasia umum yang secara total membuat kita 'waspada' dengan tata dunia -cetak biru- ini. Sementara kelompok ekonomi 'maju' mengkampanyekan demokratis, tetap saja tatanan dunia tak berubah secara mengejutkan sejak jaman perang dunia pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Di sisi yang lain konsumsi negara maju atas sumberdaya alam berkali kali lipat dibanding bangsa-bangsa dunia berkembang. "sebuah spesies khusus" yang tak lebih dari 10 % telah menguasai 90 % konsumsi dunia. Bisakah tatanan dunia baru mengakomodir pemerataan kesempatan dalam berekonomi. Sementara ketimpangan distribusi semacam ini dianggap LEGAL.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"o tidak! pemimpin kalian lah yang korup!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ya, sebagian besar pemimpin kami korop, tapi dengan situasi global yang tidak adil, maka regulasi untuk menemukan pemimpin yang lebih "demokratis" menjadi lebih sulit. Bangsa-bangsa barat dalam beberapa tahun yang lampau memuja Huzni Mubarak, demikian juga Pahlevi dan hingga sekarang juga masih memuja pemimpin Arab yang sangat manorkis dan membuai serta membodohi rakyat dengan subsidi, bangsa barat tetap 'mengabaikan' pelanggaran HAM di China daratan, serta terus bekerjasama dengan Komunis China, bangsa barat tetap memilih berdasarkan kampanye pemilu yang memiliki kesepakatan korparasi di belakang layar jauh-jauh hari sebeumnya, bangsa barat tetap tidak adil dan tidak melulu sempurna dalam memuja "demokrasi". Selama kepentingan masih menguasai kebijakan secara internal atau eksternal. Kita tetap layak curiga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Perang di Afganistan, perang di Iraq, perang di Palestina, sebagian gejolak di Afrika dan di Eropa Timur adalah kejadian yang tidak melulu mampu bisa dipersalahkan dengan menunjuk di wajah pemimpin-pemimpin negeri itu, tidak semudah itu, jauh dari itu semua tetaplah terselip kecurigaan atas 'barat' dengan kepentingan-kepentingan ekonomi serta militernya. Semua orang sadar di posisi ini, tidak ada yang ragu: (misal) kasus Somalia, Sudan Ethopia dan lain-lain, selalu berhubungan dengan 'pengabaian' atas penderitaan bangsa lain oleh bangsa-bangsa yang 'maju' tersebut, lagi-lagi beberapa diintervensi karenai nilai penting, lalu selebihnya diabaikan karena tidak memiliki nilai 'berarti'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bagi Indonesia: masalah demokrasi menjadi carut marut yang lebih ruet lagi, fragmentasi, kelas, kepentingan, kuasa makna, sepertinya hanya bisa diselesaikan dengan orgasme di ranjang bacin dengan pelacur murahan, astagfirullah, atau menenggak ciu untuk melupakan semua tekanan sambil memutar musik Reggae kencang. Terlalu banyak yang kecewa terhadap pemimpin-pemimpin kita, figur-figur suci memang telah musnah seiring dengan usangnya segala mitos tentang sang penyelamat. Kita tidak lagi memiliki IMAM {pemimpin} sehingga kita tidak pernah lagi matang memegang IMAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"Tapi setidaknya saya masih punya cinta"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bunga flamboyan yang bersemi, atau puncak gunung-gunung berapi kita yang agung, kelamnya kabut pagi yang tersapu hangatnya mentari, burung-burung yang bebas terbang dan berkicau dan kepuasan jiwa kita dengan memberi sesuatu (yang berarti) pada mereka yang sebenarnya berhak. Cinta itu masih ada dan masih dirawat rapi, walau kita sendiri tidak terlalu sempurna dalam memahami cinta sendiri. Ketulusan yang masih tersisa inilah yang memberikan kekuatan bagi individu, keluarga dan masyarakat untuk merawat optimisme. Walau selayaknya sebagai manusia modern kita juga terbiasa untuk tetap curiga (verifikatif dan skeptis), dan selalu &amp;nbsp;menyisakan pertanyaan dari mana ukuran seseorang disebut tulus?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tapi kawan, kita tidak sedang berjalan sendiri, bagi mereka yang masih menyadari tentang 'iman', dunia ini hanya suatu kitab bacaan yang selalu membuat kita matang secara spiritual untuk terus belajar dari kesalahan, dan kebenaran, kegagalan dan kebersihan. Begitulah mengapa dunia pada dasarnya menjadi lebih baik bagi sebagian orang yang tetap optimis dengan masa depan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Nabi-nabi dan Awetara kita telah mengajarkan melalui cerita yang mereka tuturkan akan kekuatan manusia yang tetap melimpah selama mereka bisa menjaga: dari sisi Hukum: setiap manusia sama di sisih-Nya, setiap manusia bebas berfikir dan berbicara serta menentukan keputusannya sendiri, setiap manusia hanya berhak dan bertanggungjawab atas tindakannya sendiri, &amp;nbsp;dan dari sisi Moral: adalah moralitas yang mendorong kita untuk meringankan kesulitan orang lain, untuk mengingatkan orang lain atau untuk saling menjaga dialog demi tumbuhnya kepercayaan, melegakan mereka yang sedang terpuruk dan mereka yang terluka atau terabaikan oleh dunia ini. Demikian seluruh nabi membimbing kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"Saya optimis, masa depan kita akan menjadi lebih baik! kita masih punya Iman yang sedalam samudra, dan Cinta yang seluas langit"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;-wa anta khairul waritsin-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-3945118508588049371?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/3945118508588049371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=3945118508588049371&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3945118508588049371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3945118508588049371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/07/refleksi-sebelum-lebaran.html' title='Refleksi sebelum Ramadhan'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zbvcITX7ucI/Ti7g-tYdvNI/AAAAAAAAAh0/qHaqqJArWtY/s72-c/gunungan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-1389321795047281532</id><published>2011-05-27T03:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-27T03:43:13.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coretan'/><title type='text'>Just Question</title><content type='html'>SAYA MENCOBA MEMAHAMI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH KEBAIKAN ORANG-ORANG NON MUSLIM TIDAK ADA ARTINYA BAGI TUHAN&lt;br /&gt;ATAU APAKAH SEMUA ORANG-ORANG NON MUSLIM PASTI TIDAK AKAN MENYENTUH SURGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERTANYA PADA MEREKA YANG BERFIKIR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-1389321795047281532?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/1389321795047281532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=1389321795047281532&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1389321795047281532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1389321795047281532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/05/just-question.html' title='Just Question'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-1899226603578927491</id><published>2011-05-03T18:52:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T18:52:23.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>ANTARA OBAMA DAN OSAMA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saya sedih saat dunia ini diburamkan oleh prasangka dan justru percaya diri yang berlebihan, satu pihak percaya telah menemukan nasib seluruh dunia demikian juga pihak lain. Satu golongan menindas golongan lain atas nama kebebasan, atau atas nama kebenaran. Dunia yang memang telah ditakdirkan untuk berseteru karena tuntutan dari akal yang terus mencari tujuan akan makna yang harusnya tak pernah menuntut untuk selesai. Osama Ladin karomallahu wajhu telah wafat sebagai martir 'keyakinannya'. Dan Amerika merasa telah menang karena itu, sekaligus merasa 'benar tanpa rasa bersalah atas itu, merasa didukung sepenuhnya oleh logika dan kemanusiaan. Dahulu Siti Jenar mengalami nasib serupa, dahulu Rakuti-Rasemi dan Lembu Sora telah mengalami hal serupa, demikian ujaran dari kitab Suthasoma, dan pada dasarnya Adampun diciptakan untuk membangakng dari Tuhannya demikian juga Hawa. Lalu apa lagi, MANUSIA ADALAH MAKHLUK PEMBANGKANG?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Amerika telah lupa, sejarah merekan didirikan dari pembangkangan Tea Party Boston dan Perang Saudara, demikian juga seluruh dunia baru adalah wujud pembangkangan rakyat atas raja-raja. Sejarah juga paham bahwa &amp;nbsp;Osama adalah teman Amerika ketika Unisoviet menginvasi Afganistan, Demikian pula Sadam pada perang melawan Iran, lalu keduanya membangkang dan media yang 'tuli dan buta' telah melupakan kisah 'romantis' ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sesungguhnya, semua orang waras tahu, Obama hanya mematikan simbolnya saja, tapi tidak akan pernah meredam pembangkangan, satu kelompok pembangkang baru tercipta karena semua ketidak puasan dan keacuhan penguasa, di kampung, di kota-kota, di ibu kota negara, di titik-titik dunia. Karena tidak semua jiwa puas dengan kepemimpinan penguasa dan situasi dunia, selama itu pula pembangkang dilahirkan dan tumbuh. MANUSIA ADALAH MAKHLUK PEMBANGKANG.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Cara-cara Osama dengan simbol "Islam" nya menarik banyak anak muda termasuk saya untuk tidak menerima mentah-mentah apa yang didengungkan Amerika dalam versi "Demokrasi Liberal" nya, saya mencari gaya hidup 'alternatif' karena saya memang tidak cocok dengan gaya 'tutur' Amerika memandang kehidupan. Tragisnya, penulis Fukoyama mengagungkan "berakhirnya sejarah" meng-hilir dalam demokrasi liberal, "LOGIKA TELAH MENJADI MITOS, SEPERTI SINETRON KACANGAN DAN IKLAN-IKALAN TV", lalu percayakah anak muda seperti saya yang menyaksikan sendiri proses demokrasi Indonesia selama satu dekade ini tidak selalu lebih baik dari zaman pak Harto?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Terperangkap dalam kata "Iya" terhadap demokrasi liberal 'rasionalis' sama saja dengan "Iya" terhadap teks keagamaan, bagi saya, itu sama-sama "dibutakan" ('kafaro' dalam bahasa Arab = bila jadi subjek berubah menjadi kata 'kafir'), dan orang Indonesia bagaimanapun terbiasa untuk tidak mudah percaya pada Ideologi macam apapun untuk di imani hingga mati, kita "Indonesia' tidak percaya sepenuhnya terhadap ideologi "Hindu" dan "Budha", tidak percaya sepenuhnya terhadap "Islam", dan tidak percaya sepenuhnya terhadap "Kristen", atau juga "Atheis dan Humanis". Demikian kita tidak pernah terlalu percaya pada Komunis, Liberal, Nasionalis, atau bahkan Pancasila. Itulah yang perlu dicatat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tidak punya idielogi adalah prinsip hidup Indonesia, semua Ideologi bahkan "Ideologi Tanpa Ideologi" pun harus dikritik, ORANG INDONESIA TIDAK MEMBUTUHKAN IDEOLOGI DAN JANGAN MENCOBA UNTUK MEMBUAT ATAU MENGIMPOR IDEOLOGI UNTUK KAMI! KAMI TIDAK MAU MATI HANYA DEMI IDEOLOGI!, karena ideologi hanya akan menciptakan pembangkang, dan pembangkang menciptakan kekerasan, kekerasan menuntun pembenaran dan pembenaran membutakan mata hati! Percayalah !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dari dulu penguasa-penguasa Nusantara memaksakan Ideologi: Raja-raja hindu-budha memaksakan kehinduan dan kebudhaan, islam dan belanda demikian juga, orde baru dan soeharto serta reformasi juga menuntut hal serupa, kita dipaksa menjunjung demokrasi yang cita-citanya teramat Otofia bagi rakyat, kita tidak butuh petunjuk "Nabi", yang menuntun kita ke jalan yang Ia ridlai, yang hanya kita butuhkan adalah isi sesungguhnya dibalik semua simbol, kata dan ideologi. Karena banyak dari pemimpin kita adalah pembual maka kita terlatih membedakan mana itu kulit dan mana kacangnya. Rakyat indonesia selalu terlatih untuk itu, rakyat indonesia sangat pintar dalam hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Oleh karenanya saya dan sekian banyak bangsa Indonesia tidak lagi memahami apa itu ideologi terutama yang disampaikan elit yang makan 'roti', walaupun penguasa dan orang-orang asing mengimpor banyak hal tentang rongsokan 'ideologi', tapi bagi kami ideologi tak lebih kulit teramat luarnya saja. Sehingga peristiwa kematian pembangkang dan 'kemenangan' pihak penguasa tak lebih perang kurusetra, intinya tetaplah melawan hawa nafsu yang bisa berwujud macam-macam di dunia ini termasuk ideologi, bahwa muara dari perilaku adalah bathin dari kedalaman jiwa kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Osama telah pergi selamanya, tapi tentu itu cuma menebar biji di tanah yang siap untuk menuai benih baru, Amerika tidak pernah nyaman dengan rumah tinggalnya, pagar-pagar rumah mereka yang tinggi kelak tetaplah akan dipanjat, dan 'pencuri' baru akan menerobos ke kamar sang putri dan merayunya untuk meninggalkan rumahnya. Selama masih percaya pada Ideologi, "Agama" dan "Politisi" serta &amp;nbsp;"Nabi-Nabi", manusia hanyalah ibarat memakan kulit kacang dan justru membuang kacangnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saya tidak percaya pada "negara" ini, ia tidak pernah memberikan apa-apa pada saya kecuali pajak telp, pajak bensin dan pajak pertambahan nilai. Saya tidak dididik oleh "negara" ini, sama sekali tidak, saya dididik oleh rakyat indonesia dan segala sejarahnya, tidak oleh "pemerintah"nya. Saya sungguh menyadari bahwa "negara" ini hanyalah kepanjangan tangan dari industri bangsa asing yang (sok) berkuasa itu, menjual warisan leluhur dengan harga murah, dan hanya sedikit yang &amp;nbsp;dikembalikan pada rakyat dengan iming-iming "lips politic " dan popularitas, saya benci gaya para pemimpin kita!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lebih dari semua skeptis, saya hanya percaya pada keluarga saya, mereka yang telah mengantarkan pribadi saya untuk terus belajar dari kejadian-kejadian memuakkan di dunia ini. Bom... Bom... Bom.. dan Bom..!! entah dari "Poros Malaikat" atau "Poros Setan" entah dari lurah, camat, bupati, gubernur, presiden atau para pembangkang di semua level, perang itu menjijikkan bagi saya, sementara dunia ini sangat miskin bagi sebagian besar rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;OSAMA dan yang baru-baru ini 'NII', sama saja dengan AMERIKA dan NKRI, hanya yang satu pinggiran dan yang lainnya pusat, OSAMA diciptakan Amerika, dan saya berani menjamin "NII" diciptakan oleh NKRI sendiri, walaupun kelak sang penguasa akan menjadi pemenang cerita (karena ia yang membuat ceritu itu sendiri), sama saja cerita ini tetap tak ada artinya bagi kebanyakan rakyat yang menderita: buruh-buruh pabrik, petani-petani kecil dan buruh tani serta pengangguran, tak ada artinya bagi kelompok minoritas: agama minoritas, aliran kepercayaan, suku-suku terisolir, buruh migran, homoseks dan waria serta pemukim wilayah kumuh, pecandu narkoba, pecandu minuman keras, pecandu seks yang kehilangan kontrol atas tubuh sehinggu rindu teman, atau orang sakit jiwa-raga, kelompok gelandangan, pelacur dan gigolo dan banyak lagi, mereka harus susah payah selamanya menemukan solusi atas nasib mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Walau secara pribadi saya sungguh mencintai Indonesia sebagai sebuah bangsa, sebagai negara yang merdeka dengan tumpah darah rakyatnya, saya sungguh-sungguh pula mencintai ilmu pengetahuan dan kebebasan berfikir kita yang terus dipelajari, ditempuh dan diajarkan dari pemikir-pemikir baik di barat atau di timur, walau sungguh saya menyukai pemerintahan saya sendiri sekarang ini yang dipilih jauh lebih demokratis, namun catatan-catatan di atas adalah cerminan bagi semua ideologi yang tidak pernah sempurna, dan cita-cita (idea) yang bisa terjebak dalam otofia bagi kebanyakan rakyat yang meminta ketulusan serta kejujuran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Semoga Tuhan Bersama "Osama" dan "Obama"!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-1899226603578927491?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/1899226603578927491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=1899226603578927491&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1899226603578927491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1899226603578927491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/05/antara-obama-dan-osama.html' title='ANTARA OBAMA DAN OSAMA'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4868906772591653843</id><published>2011-04-24T12:58:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T12:58:03.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>SUATU MALAM DI BAWAH MENDUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kemarin sebelum purnama sidi kamu katakan bahwa cinta mu sebulat rembulan yang kita intip bersama, kini kamu bilang cinta itu semacam angin yang keluar dari pantat dan menghilang setelah bau yang menyengat, bagi mu cinta "cuma kentut", bodohnya aku masih percaya dengan yang ucapan yang pertama dan mengira ucapan terakhirmu cuma canda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kemarin kamu bilang rindu mu pada ku semerbak bunga setaman, bunga &amp;nbsp;sesembahan dan bau dupa di makam para pencinta yang bersemayam di dalam undukan, dan doa-doa peziarah, dan mantra-mantra yang mereka ulang-ulang, permohonan ampunan atau permintaan yang mereka panjatkan adalah seperti cara kamu merindukan ku, sekarang kamu bilang rindu itu seperti "igauan tidur, cuma lolongan anjing kala bumi hening", apa arti igauan dan lolongan itu? kamu jawab "sia sia saja".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Mengapa kamu kira aku masih bercanda dengan mu, waktu aku mencium keningmu mesra dan menghangatkan tubuhmu yang rekah itu dari dingin angin malam, kamu kira aku main-main dengan mu, waktu aku membungkus tubuhmu dengan selimut tebal dan membuatkan mu bubur ayam karena kamu terbaring tak berdaya. Kamu kira aku cuma bercanda dengan mu, waktu kamu pergi tanpa pamit lalu aku mencari mu ke mana-mana, menemukanmu di ujung batas kota dengan sendal tidur yang sudah koyak serta piyama yang dekil serta kotor, aku antar kamu pulang, aku bilang, "ku hilang tanpa mu", kamu membisik "kau menemukan ku sekarang, lalu apa?", kamu lemas seperti lelehan lilin yang baru cair dan aku memberimu rasa sehingga tubuhmu pulih cepat seiring waktu. Mengapa bagi mu aku tak lebih badut dari riuh pasar malam keliling di kota-kota sunyi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"kita tak pernah berjodoh"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ucapan mu dari mulut yang tanpa tulang itu, &amp;nbsp;Oh Tuhan! "Paaahhhh!!", kamu tahu bila laki-laki seperti ku mudah tersentak seperti saat kucing ketahuan nggarong, dada ku serasa dipukul Tyson si leher beton, pada ronde terakhir yang sudah lelah oleh pertengkaran panjang, walau..., &amp;nbsp;mungkin aku menyadari pada saatnya kamu akan mengatakannya dan walau..., aku tetap tak mau tahu, dan tak ingin mengerti (mungkin itu kebodohanku), karena pelukan kita, ucapan mesra kita, setumpuk kenangan, foto-foto yang di tempel di dinding, selama bertahun-tahun, semuanya lalu kandas begitu saja, semacam diterjang tsunami, atau gempa besar yang menelan kota-kota. Aku hanya berharap yang kamu ucapkan itu hanya bualan dan canda-canda kita seperti sesering kita di taman kota menjelang senja, tapi....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"aku serius, aku sadar dengan yang ku ucapkan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"mengapa, aku terlalu jelek untuk mu, terlalu miskin kah, terlalu bodoh kah, terlalu kejam kah.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;kamu diam lama, membalikkan muka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"mengapa, apa salah ku?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"mengapa, apa yang kamu mau dari ku yang tidak ada? apa?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;kamu diam lama, masih membalikkan muka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"empat tahun lima bulan, kita menangis lalu tertawa bersama, sakit lalu sehat bersama, terluka lalu sembuh bersama, jatuh lalu bangun bersama, apa lagi yang kamu cari dari ku dan itu tak ada sampai saat ini...................."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"aku, aku sungguh-sungguh terluka dengan ucapan mu.." kata ku,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;dan kamu cuma diam, kamu tak berkata apa-apa, seperti kupu-kupu yang cuma lewat berkelebat di depan muka ku, lalu pergi menghilang entah mau ke mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Karena itu aku lari mengejar mu, terhuyung-huyung tak karuan kamu menjauh dari ku seperti anak kecil baru bertemu hantu, untungnya selalu saja kau beruntung memilih jalan, menuruni jalan setapak, dan menjumpai jalan besar, bersatu dalam lalu lalang karnaval rakyat, aku kehilangan mu, kehilangan hati mu dan kehilangan seluruh jiwaku, sementara kembang api menydahi semua pesta, aku hanya mau mati waktu itu, suatu malam di bawah mendung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salahnya sendiri aku terlalu menaruh hati pada mu, salahnya sendiri ku kira cinta itu terlalu mudah diterima seperti seonggok medali yang tak kan terkikis waktu, salahku menganggap mu setengah dari jiwa ku atau keseluruhan dari diriku, kini aku sulit memahami apa artinya satu jiwa dalam dua raga, atau apa artinya satu jiwa dalam banyak wujud, aku tak memahami semua kata-kata dari tv, novel-novel dan cerita puisi, atau buku-buku tentang kehidupan, apa artinya satu orang mewakili banyak orang, atau satu pemimpin mewakili satu keluarga, satu masyarakat, satu agama, satu kota, satu negara? bukankah dua jiwa saja yang ingin berpadu sesulit menemukan perjumpaan langit dan bumi bahkan tidak akan pernah berjumpa walau melarung ke ujung cakrawala, hanya sebatas tampak dimana. Bagaimana satu jiwa bisa berarti semua jiwa? apa yang telah dikatakan para nabi yang datang silih berganti, aku tak mengerti, &amp;nbsp;bagiku pengertian semacam itu ikut pergi bersama kekasihku. Waktu tidak bisa kembali, demikian juga iman yang aku hempaskan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Cinta itu aneh, aku tahu ia selalu menyapaku, lalu aku menangkapnya, membungkusnya dan membuangnya jauh-jauh, cinta itu aneh, ia menuntutku untuk setia, sementara aku tak punya apa-apa untuk membuatnya tetap bersamaku, cinta itu aneh, aku tahu aku tak kan kehilangan banyak hal setelahnya, namun pada waktunya aku membutuhkannya melebihi langit dan bumi. Tapi apalah yang bisa dilakukan laki-laki selain mencari, lalu antara diterima dan ditolak mentah, lalu antara menuntut pemahaman dan kelelahan untuk dimengerti. Cinta ibu dan ayah mungkin tidak lagi bisa turun begitu saja dalam sanubariku yang gelisah, aku anggap saja kedua orang tuaku hanya bayang-bayang dari kehidupan yang penuh pertentangan lalu satu diantara keduanya memilih untuk mengalah, membuang perbedaan itu jauh-jauh, atau menyimpannya dalam guci tua yang tak tersentuh entah di mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Mungkin pikiranku terlalu sempit tentang itu, tapi aku telah mencoba memahami maknanya, bagaimana bisa, satu jiwa dalam dua tubuh, bagaimana anak-anak bisa besar dari dua orang tua yang saling memendam perbedaan, apa artinya pengertian bagi ku, sementara dulu, kekasih ku pergi tanpa memberi alasan atas apa yang ia pilihkan dan tinjukan pada piluku. Lalu untuk apa aku mencintai? untuk mencari ketidak tahuanku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Aku harap waktu mampu menyembuhkan luka, sayangnya luka sekuat permata, pedih itu tak kan pergi ke manapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"kamu mengada-ada, kamu membesar-besarkan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"tidak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta bisa datang dan pergi, menghilang dan kembali"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"tidak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta dibura, dicari, ditangkap, dinikmati, dibuang dan dicari lagi"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"tidak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta bisa dibeli"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"tidak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta bisa dibagi"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"tidak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta itu kesetiaan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"tidak juga"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"aku tidak menemukan makna cinta dari mu wahai anak muda"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"karena aku memang tidak tahu"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"oh anak muda, bukan berarti kamu harus bersedih dan dendam penuh bara kalau kamu tak tahu apa itu cinta"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"apa aku&amp;nbsp;pendendam" kata ku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta bukan dendam"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"lalu apa aku terlihat bersedih"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"cinta bukan tentang kesedihan"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;aku berfikir sejenak, apa yang dikatakan orang tua renta ini. Lalu aku pergi darinya, aku tidak tahu maksudnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ketika angin mendesir, aku tahu Engkau telah berbisik berlahan padaku, petir-petir itu seperti tangisan pilu dari 'wajah'-Mu yang lain, daun daun yang beterbangan disapu angin adalah cara Mu menyapa dunia ku yang sempit ini, dan aku menyadari lukaku seperti tubuh yang terjatuh dari pelana kuda seusai perang besar yang tak tahu menang dan kalah, aku menyimpan dendam seperti api abadi yang tidak pernah padam, aku memang tak paham cara-Mu muncul dalam banyak jiwa berbeda, atau mengendap dalam bermacam rasa serta warna, hingga ku sadari yang muncul dalam kebencian dan luka ku ini, adalah cinta yang terhalang oleh memori masa laluku yang tidak segera ku buang. Pada dasarnya aku tak sanggup membuang cinta-Mu itu seperti pengertian yang aku yakini selama ini. Aku memang rapuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Walau mungkin aku dianggap lemah dan berlebihan sebagai laki-laki yang mengaku tangguh. Cinta telah menjelma dalam suatu malam di bawah mendung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4868906772591653843?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4868906772591653843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4868906772591653843&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4868906772591653843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4868906772591653843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/04/suatu-malam-di-bawah-mendung.html' title='SUATU MALAM DI BAWAH MENDUNG'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8482620762070396852</id><published>2011-04-22T20:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T20:49:14.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>SELAMAT HARI BUMI : DEWI SRI LAGI BERCANDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kemarin Hari Bumi, 22 April 2011. Bumi yang berumur 12 Milyar (secara teoritis), dan bumi yang telah berkali-kali mengalami kepunahan masal mendadak, sekitar enam sampai tujuh kali kepunahan masal. Bumi tempat bipedal mamalia muncul dua juta tahun, dan homosapien yang diyakini muncul 300 ribu tahun yang lalu. Bumi tempat orang-orang afrika pergi mengembara, ke utara, ke timur, menyebar, menciptakan empat ras besar: kaukasian, afrikan, mongolian dan javanian, yang terakhir adalah ras paling unggul diantara semua ras, karena ia tidak pernah menyombongkan diri, dan tidak pernah mau menulis jasa-jasanya bagi kelompok ras yang lain, dan terutama tidak mau dan menolak adanya penjajahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Hari bumi yang tidak se-spesial hari lahirnya Jesus, atau perayan kemenangan manusia setelah puasa sebulan, tidak semeriah saat merah putih di kibarkan di mana-mana. Tidak ada baju-baju baru, atau kue-kue lebaran, musik-musik megah dari gereja atau mars yang semangat dari paduan suara anak muda. Hari bumi bukanlah hari suci dimana orang-orang dari pulai dewata melarungkan sesaji, atau mendaraskan mantra, atau berkumpung di banjar. Tapi masing-masing agama sedikit banyak telah merasakan kemesraan dengan bumi sejak agama itu dimunculkan, saya yang muslim tahu pasti bahwa ada sekian banyak larangan akan makan memakan: 1. jangan makan hewan liar, 2. jangan makan yang bertaring, 3. jangan makan yang beraruh panjang, 4. jangan memakan binatang kesayangan (anjing, kucing dll), 5. Jangan memakan hewan amfibi, 6. Jangan memakan yang menjijikkan. &amp;nbsp;Agama islam saya melarang: 1. penguasaan terhadap air, 2. penguasaan terhadap energi (api), 3. penguasaan terhadap hutan (padang rumput kehidupan), Islam melarang saya untuk: membunuh binatang tanpa alasan, menebang pohon tanpa dasar dan membunuh binatang apapun yang tidak mengganggu. Islam juga menekankan pada kontrol energi: jangan makan berlebihan, jangan menggunakan perhiasan berlebihan dan menampakkan berlebihan, berhentilah "makan" sebelum "kenyang. Islam menghargai kepemiikan namun lebih dari segalanya islam menghendaki distribusi yang adil atas segala sumber kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Hari bumi ada dalam semua agama, 22 April hanyalah hasil mufakat sejengkal dari panjangnya sejarah relasi manusia dan bumi. Terutama hindu-budha yang memang agama kebumian (ardiah), sangat tergantung dengan bagaimana memaknai hidup dalam keberimbangan, saya tidak cukup paham agama-agama jenis bumi, selain keyakinan akan reinkarnasi dan lebih pada konsep pencarian melalui diri. Sementara Islam dan sejenisnya berkait erat pada perenungan hakikat alam sehingga memunculkan kesimpulan-kesimpulan konsep ilahiah yang sangat menafisis dan imanen, sebenarnya hal semacam itu ada pula dijumpai di hindu, namun di agama samawi, dasar-dasar metafisis seperti Tawhid, Trinitas dan tradisi Yahudi (kabbalah) ditekankan untuk semua pemeluknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Islam saya, Tawhid, adalah konsep yang bagi saya pribadi sangat indah: tak ada satupun daun kering yang jatuh yang tidak Ia ketahui dan Ia "tuliskan" 'beribu milyar tahun yang lampau' dalam Luhl Mahfuz, luar biasa! Islam saya mengajarkan bahwa: Tuhan ada lebih dekat dari urat leher mu! Tuhan memenuh segalah hal namun ia teramat dekat untuk ingin kita jangkau, jika kita menginginkannya. Tidak perlu menemukan Ia dalam perjalanan spiritual yang rumit dan melelahkan. Tawhid mengajarkan untuk melepaskan diri dari pandangan-pandangan duniawi yang sempit, kita semua adalah keluarga besar umat manusia, tidak peduli anda Militan, Ekstrimis, Atheis, Religiophobia, Newage, Materialistik, dan sebagaiany, kita semua adalah keluarga. Dan Tuhan ada dalam kehangatan dari keyakinan-keyakinan yang kita jalani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bumi, lepas dari semua keyakinan kita, sedikit lebih tegas, ia memiliki parameternya sendiri, "daya dukung dan daya tampung". Pemanasan Global bisa jadi antara benar dan salah, namun sejak dimulainya industri, kerakusan kita akan bumi jauh lebih dahsyad dibanding semua makhluk hidup di bumi ini selama 12 milyar tahun di belakang. Jin dan Iblis yang konon pernah menghuni bumi tidaklah serakus manusia industri. Beli, Buang, Beli, Buang. Beli, Buang tak habis habisnya! Lugu, Gaul, Ketinggalan, Lugu, Gaul, Ketinggalan, Lugu, Gaul, Ketinggalan tak habis-habisnya. Saya tidak sedang berdebat dengan kaum materialis, komersialisme, atau konsumerisme, pembicaraan saya adalah pada daya dukung dan batasan-batasan yang pasti: 1. Hutan telah sangat berkurang, 2. Air bersih semakin sulit atau turun kualitasnya, 3. Semakin banyak spesies yang terancam kepunahan, 4. Terus berkurangnya habitat alami, 5. Semakin cepatnya eksploitasi di permukaan dan perut bumi, 6. Penyempitan lahan terbuka hijau, 7. Masalah sampahdan daur ulang yang tidak teratasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ada banyak argumen akan pencapaian kebahagiaan, mulai dari penepian diri di kesunyian, sampai suara trance music dari nightclub di kota-kota, dari pantangan dengan menjalankan puasa 'mutih', sampai kebahagiaan yang dicari dengan memborong barang-barang di mall-mall mercusuar, kebahagiaan bisa di temukan oleh sebagian besar orang melalui ketaatan tulus tanpa bertanya terhadap suatu ajaran, kebahagiaan lain dicapai dengan kritik dan pemberontakan, sebagian bisa bilang relativ atau sebaliknya kebahagiaan adalah absolut. Tapi bagi BUMI ukurannya lebih jelas: Tanah, Air, Udara, Vegetasi, Manusia , (mari kita sementara abaikan nilai-nilai yang sebenarnya sangat terkait juga dengan bumi ini). Dan semua orang dari pandangan hidup apapun sesungguhnya bisa berdebat di medan ini. Masalahnya, bagi sebagian orang, mereka tidak mau tahu, dan mengabaikan kebenaran yang ada di depan mata mereka. Hanya demi mempertahankan kebahagiaan yang bermakna sempit, baik sebagai personal, kota, negara, atau blog-blog politik di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Hari Bumi, di kota Jogja: motor-motor tumpah ruah, dorongan industri tidak hanya menciptakan kemudahan tapi juga sampah (mari kita abaikan pengertian sampah dalam konteks nilai), lahan-lahan pertanian yang tergusur *ya iyaaaalahhhh, mana ada yang mau jadi petani, pekerjaannya keras sementara untungnya sangat tipis, bahkan sering kali rugi*, bagaimana dengan ruang publik, ruang terbuka hijau, kampanye untuk bersepetah atau berjalan kaki, menghemat listrik dan lain-lain. Jogjakarta semoga tidak mengikuti nasib kota-kota lain yang TERBURU MENYIMPULKAN TENTANG UKURAN KEMAJUAN PEMBANGUNAN KOTA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saya sebenarnya tertarik dengan argumen bahwa kapitalis (dalam varian konservatif) hanya bisa dilawan dengan kapitalisme itu sendir, dengan varian lain barang kali. Ekonomi lingkungan secara sederhana menyatakan adanya hitung-hitungan tentang: eksternalitas dan valuasi. Karena saya bukan dibidangnya, sejauh yang saya pahami, eksternalitas lebih pada dampak domino dari suatu kebijakan ekonomi, sementara valuasi bertumpu pada penilaian melalui sisi materi dari keberadaan. Sekarang saya mencoba berfikir, berapa harga burung yang tiap hari terbang di atas langit-langit rumah di kampung saya setiap sore yang sekarang sudah tidak ada, saya mencoba berfikir apa dampak terhadap hilangnya burung-burung itu bagi ekologi dan keseluruhan mata rantai kehidupan, kalau ekonomi berbasis lingkungan bisa diterapkan, tentu saja kapitalisme akan kembali berhitung atas &amp;nbsp;kerja yang paling mudah untuk hasil yang banyak. BERAPA HARGA BURUNG YANG TERBANG SETIAP SORE YANG KINI TELAH TIADA? APA AKIBAT DARI HILANGNYA BURUNG-BURUNG ITU, BISAKAH KITA MENGHITUNG NILAI DAMPAK EKOLOGISNYA?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bidang saya adalah agama terutama islam dan pengaruhnya terhadap lingkungan hidup, saya tahu bahwa agama walaupun masih dianggap penting, namun dalam kehidupan keseharian lebih bersifat identitas semata yang tidak bisa diupayakan secara praktis dalam kehidupan sekoler (sehari-hari) manusia. Adalah sah bila agama dianggap demikian, bagi mereka yang berfikir rasional tentulah lebih baik memikirkan hal yang pasti-pasti saja daripada menghitung sesuatu yang "supra". Lahir, Main, Belajar, Pacaran, Kerja, Nikah, Berkeluarga, Membesarkan Anak-Anak, lalu ikut pengajian bapak-bapak, dan mati masuk surga. Its OK!, orang-orang berfikir sederhana memang indah, tapi tidak semua orang mau. Oleh karenanya bagi yang berfikir instan agama hanya dihayati sebagai makanan siap saji yang tinggal dimakan lalu kenyang dan pulang. Agama dipahami sebagai ritus: sholat, puasa, haji. zakat, dan moral yang datar: jangan ganggu orang lain. Its OK!, sementara memang masih banyak yang mengatakan bahwa terlalu ikut tercampurnya agama dalam kehidupan sekuler, sehari-hari akan berdampak pada keruwetan hidup ini. Buat apa menegaskan bahwa islam melarang membunuh hewan langka kalau undang-undang memang telah melarangnya, buat apa islam mengajarkan penghematan konsumsi bila ekonomi finansial kita juga telah melakukannya. Islam buat apasih??? paling cuma buat hati kita tenang dan damai! Its Ok!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bahkan sebagian menganggap agama yang terlalu ekstrim tidaklah baik, "teroris boooo' atuttttt", its Ok, gambaran agama diantara dua sayap, diabaikan dan bisa dianggap ancaman dari kemajuan. Moral adalah urusan pribadi, kita diajarkan TOLERANSI dan kita terus belajar tentang itu, kita juga belajar untuk membedakan antara PERMISIF dan EDUKATIF, mabuk boleh sekencang-kencangnya sampai jackpot "itu urusan loe", tapi apakah itu toleransi bila akibatnya adalah kecanduan, ginjal dan rumah sakit, kamu diam, kamu melarang, atau kamu memberi masukan. Inilah posisi yang harus dipilih agama, merusak toko penjual miras, atau menyarankan agar miras dijual di tempat yang tersembunyi dari jangkauan anak SMA? atau bagaimana? atau memberi pendampingan khusus bagi yang kecanduan, kalau begini bagaimana posisi agama? apa perlu agama mengkontrol hal-hal 'sepele' semacam ini, sementara agama sesungguhnya adalah spiritualitas yang maha agung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Agama dan Bumi, Musa menemukan Tuhan di Bukit Tursina, Muhammad menemukan Wahyu di gua Hira', Gangga adalah sungai agung yang sucu dan penuh berkah. Apabila bumi ini telah hancur sejak lama, mungkin isi-isi dari kitab suci akan berubah, dan andai nabi-nabi dan awetara lahir saat ini, mungkin akan berhamburan kalimat-kalimat kapitalis, konsumerisme dan hegemoni dibanding tentang sabar, cinta dan kasih sayang. Apakah Islam perlu mengeluarkan fatwa untuk hukuman rajam atau cambuk bagi penembak orangutan? atau hukuman cambuk bagi pembuang sampah sembarangan? saya hanya berfikir dan menyimpulkan secara sederhana: mereka yang membuang sampah adalah mereka yang tidak menghargai bumi, dan iman mereka belum sempurna. Sama saja dengan aparat yang membiarkan orang-orang semacam itu, yang merusak lingkungan, iman mereka belum juga sempurna, pertanyaan itu saya kembalikan pada saya: apakah saya masih demikian. Saya perlu membuktikan pikiran-pikiran saya, tidak hanya kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saya mencintai bumi ini, semoga saya mau berbagi pengertian dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8482620762070396852?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8482620762070396852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8482620762070396852&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8482620762070396852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8482620762070396852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/04/selamat-hari-bumi-dewi-sri-lagi.html' title='SELAMAT HARI BUMI : DEWI SRI LAGI BERCANDA'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-202909998536954281</id><published>2011-04-21T19:58:00.000-07:00</published><updated>2011-04-21T19:58:33.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>APA YANG PALING MENDASAR DARI NEGARA UNTUK RAKYATNYA?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Indeks keberhasilan pembangunan? Saya menanyakan pada orang-orang apa parameter dari kemajuan sebuah negara? Dimulaui dari Kedai Kopi Mato, melanjutkan pembicaraan sebelumnya, bahwa kisah-kisah nabi kitab-kitab Abrahimic dan epos Mahabaratha-nya kitab Vedantic, hanyalah mitos belaka, mitos yang tidak memerlukan pembenaran bahwa Laut Merah pernah dibelah oleh Musa, atau perang Bratayuda, dimana dan kapan tepatnya? Kami sepakat berkesimpulan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sementara itu tadi malam, saya bercerita tentang mitos tentang keluarga besar saya, tentang macan mbah Bukhori, tentang riwayat keturunan gila, tentang jin-jin yang dipindahkan mbah Bukhori (resettlement) karena tempat mereka akan dibangun rumah untuk simbah, tentang bersin mbah Bakri yang membuat mbah Bukhori terkejut dan spontan meloncat hingga menyebrangi sungai yang lebarnya seratus meter, atau tentang gendruwo yang sering kali nampak di pondoknya simbah dahulu kala, bukankah itu mitos? saya percaya atau tak percaya itu urusan pribadi saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saya bicara tentang simbah buyut saya yang anak-anaknya (kakek-nenek) sangat profan, serta ungkapan ibu saya yang mengatakan 'moralitas' masa lalu Indonesia itu lebih profan, bude-bude yang sekarang sudah sepuh malah suka merokok, genit dan juga heboh terutama saat ngerumpi mbah-mbah kakung yang dulu ganteng-ganteng, dibanding saat ini, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit sesat, sedikit-sedikit makar. Belanda menguasai Indonesia 3,5 abad, dan sepertinya tidak meninggalkan apa-apa selain militan dan radikalisme, sementara di Belanda, same mariage, pedofilia, marijuana dilegalkan dengan catatan tertentu, di Indonesia hukum tidak pernah berkembang selain memusiumkan KUHP Belanda begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Pembicaraan meloncat apakah pihak Belanda meninggalkan sesuatu untuk Indonesia? saya katakan tidak! seperti biasa, kelompok oposisi (Dipta dan Ngurah) bilang saya Asbun (asal bunyi), Belanda meninggalkan Kebun Raya, meninggalkan Anyer Panarukan, meninggalkan Administrasi (dan walaupun korup), tapi itu sama sekali tak ada artinya bagi saya, Thailand negaranya tidak pernah dijajah oleh siapapun, tapi ia bisa melakukan semuanya seperti Indonesia bahkan lebih, tanpa harus dijajah. Sementara Belanda, sebagai pusan Mahkamah Internasional, dan terkenal dengan Hak Asasi Manusianya, sama sekali tidak meninggalakan apa-apa secara softculture di Indonesia. Apa dan Mengapa Coba?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dipta membantah semua argumen saya!, why! aturannya kemajuan negara adalah dari "tidak adanya kelaparan dan pengangguran", saya tungkas "tidak!", yang utama adalah hak asasi warganya, bukan kisaran GDB dan Pendapatan perkapita, saya bilang orang Arab kaya-kaya, tapi hak-hak wanita sama sekali diabaikan, its better than? Bagi saya Hak Asasi adalah kunci negara itu maju atau tidak! Prof Suratman Dekan Geo UGM boleh mengatakan key of Develupment adalah Lingkungan, Dipta boleh bilang "kalau gak ada orang miskin dan pengangguran!", pahhhh, saya tetap katakan "HAK ASASI MANUSIA".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lagi-lagi Dipta ma Ngurah menyanggah (sementara Pepen sudah 'tewas, dan Herlan pasti lagi mikirin 'aphaa gtoch'), ukuran kemajuan hak asasi manusia itu apa, apa dengan nikah sejenis, legalitas marijuana dan sahnya pedofilia, its Crazy!, saya ketawa melihat bantahan mereka! mereka masih setia pada frame yang lagi-lagi mengarah pada dikotomis antara Timur dan Barat, dan menyalahkan saya yang secara tidak konsisten "menelan ludah sendiri", Dipta bilang "aku selalu amati ucapan mu, kemarin katanya gak suka prof-prof terlalu mengagumi barat, tapi sekarang menganggap barat lebih maju, apalagi dalam HAM yang nyatanya tidak memiliki parameter", saya ketawa saja, bukannya saya mati untuk menjawab, tapi lagi-lagi oposan-oposan saya cuma tahu dan menyederhanakan masalah dan mencampur adukkan, antara mengkritik "pemujaan barat" dan "belajar dari barat". Adalah salah bila profesor menghina-hina Indonesia dengan sebuatan budaya jam karet atau budaya korupsi karena itu bukan budaya, tapi perilaku penyimpangan sosial, jelaskan bedanya!, adalah salah mengatakan bahwa indonesia sulit berubah untuk "mencapai seperti barat", pernyataan itu sangat debetable dan tidak layak keluar dari mulut seorang profesor atau doktor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ukuran hak asasi manusia bagi saya adalah hak untuk hidup layak jasmani rokhani, dan itu wajib dipenuhi oleh negara, negara-negara jajahan Belanda harusnya paham kalau hak asasi itu mutlak, tapi tidak seperti bekas induk semangnya, Indonesia tetaplah pemuja simbol dan mengabaikan esensi. Kalau negara belum bisa memenuhi kebutuhan materi secara layak, harusnya setidaknya menyediakan kebutuhan imaterial seperti pendidikan dan kesamaan kukum (baik sebagai mayoritas atau minoritas) bagi semua rakyatnya. Nyatanya langkah yang paling 'murah' itu tidak terlaksana dengan baik. Selalu ada udang dibalik batu dari setiap bantuan "gratis" untuk rakyat, sama saja dengan selalu ada maksud-maksud tertentu dari bantuan lunak Amerika terhadap dunia berkembang, kebanyakan melulu pada popularitas dan pendekatan politik. Pemerintah Indonesia tidak ada bedanya dengan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kacamata saya tidak ingin seperti kaca matanya kuda, orang makan dan bertempat tinggal yang layak serta memiliki pekerjaan yang menopang keluarga adalah hak setiap warga, namun bila proses ini membutuhkan waktu panjang, setidaknya secara softculture : pendidikan yang setidaknya murah dan kampanye toleransi di sebarkan seperti iklan-iklan partai waktu musim kampanye, nyatanya tidak! orang lebih mudah berprasangka pada hal yang asing dari pada rasa penasaran untuk belajar menyapa dan mengenali. Dalam pendekatan yang saya usahakan, dasar dari konsep ilmu saya adalah kesamaan hak asasi, serendah-rendahnya adalah pendidikan dan kesadaran menghormati orang lain, dan setinggi-tingginya adalah kesempatan ekonomi, politik dan terutama hak yang sama terhadap lingkungan hidup. Nyatanya saya tidak menemukan kenyataan yang membanggakan, yang nampak hanya subsidi BBM untuksemua orang, serta BLT yang sangat politis semacam pahlawan yang dielu-elukan menjelang pemilihan umum. Rakyat selalu dikorbankan! *ngelus-ngelus dhodo*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saya kecewa bahwa biaya yang relativ murah untuk kesadaran toleransi dan pendidikan murah itu telah dilupakan, apa artinya kampanye keberhasilan program pemerintah sementara ini hanya polesan media, demokrasi kita memang diakui paling terbaik dari semua negara mayoritas Islam, tapi pada tataran tingkatan daerah, kesempatan politik adalah wilayah yang sangat langka dan "mimpi yang sangat mahal", yang muncul adalah "zamindar (tuan tanah) baru" yang dulu pernah dilucuti kekuasaanya oleh penemuan industri. Saya kecewa pada harga manusia (buruh) yang masih sangat rendah hanya demi alasan investasi yang kompetitif dengan China atau Vietnam, kasian mereka, pasti akan tambah menderita bila anak-anak mereka pada putus sekolah, karena walau SPP gratis, biaya lain-lain dari tingkat SD apalagi sampai kuliah sangat tidak proporsional dibanding pendapatan sebagai buruh. *perkenankan saya ngelus-ngelus dhodo lagi*.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Apa yang ditinggalkan Belanda, kita tidak memiliki hubungan istimewa dengan belanda seperti bekas jajahan Inggris yang punya persemakmuran, saya memakluminya karena belanda adalah negara kecil yang tidak se'imperium' Britania Raya. Namun setidaknya orang-orang yang dijajah mampu menemukan sendiri konsep-konsep kebijakan pemerintahannya melalui "Jalan Penderitaan Rakyatnya". Merasakan penderitaan rakyat, bukan dengan buru-buru mau "membangun jembatan trans Sumatra-Jawa" atau "Gedung De.Pe.Er berletter U terbalik", katanya ini akan menjadi "Simbol Baru" dan hasil karya original orang Indonesia. *Hallooowwwww!* Apa mereka pikir turis datang di Indonesia untuk melihat gedung DPR dan Jembatan! demikian mereka berfikir seperti kunjungan mereka ke Menara Petronas dan Teater Sing'pore Esplanade dan Merlion. Saya tegaskan SIMBOL DARI NEGARA DAN CITA-CITA ANAK BANGSA ADALAH KUALITAS PENDIDIKAN DAN PENGHORMATAN ATAS KESAMAAN HAK SEMUA WARGANYA!!!, hak yang sama dalam pendidikan, berkebudayaan, toleransi, berpolitik da berlogika, bersuara, atas cinta dan keyakinan, atas pekerjaan yang layak, atas kesehatan. Bukan membangun Menara Gading, yang sulit dipahami (apakah jembatan yang akan dibangun benar-benar alternativ terakhir? siapa yang menjamin itu sebagai suatu alternativ terakhir? media hanya membohongi kami! kebanyakan orang!).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Amanah semua nabi dan awetara (yang mereka sampaikan melalui cerita mitos mereka) : bantulah fakir miskin agar mereka sejahtera dan layak sebagai manusia secara lahiriah dan bathiniah. Dan kebanyakan dari kita telah melupakannya pesan itu dan justru disibukkan untuk membuat nyata kisah-kisah mitos tersebut dengan membuat mitos baru yang menyatakan bahwa (hanya) satu agama (saja) yang lebih tinggi dan paling benar dari agama yang lain. Sungguh Tuhan ada di Timur dan di Barat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-202909998536954281?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/202909998536954281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=202909998536954281&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/202909998536954281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/202909998536954281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/04/apa-yang-paling-mendasar-dari-negara.html' title='APA YANG PALING MENDASAR DARI NEGARA UNTUK RAKYATNYA?'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4618972641616356658</id><published>2011-04-11T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T05:24:12.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Fihi Ma Fihi</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qFo80GM6LG0/TaLq6NjpeOI/AAAAAAAAAhg/9-J4R7A50wY/s1600/cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-qFo80GM6LG0/TaLq6NjpeOI/AAAAAAAAAhg/9-J4R7A50wY/s640/cinta.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;in your life (abangdetak.wordpress.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bagaimana cinta ini dimulai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bagaimana cinta ini dijalani?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bagaimana cinta ini diakhiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Antara kita tidak seperti Bulan dan Matahari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Berdua yang selalu hadir di cakrawala luas itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dan tidak seperti langit dan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Yang mampu menghadirkan beraneka rupa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Antara kita tidak seperti tamu dan tuan rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu mempersilahkan sang tamu masuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu tuan rumah menyedukan teh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu saling bercerita di sofa yang empuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ataukah bagai penguasa dan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sang penguasa lihai merangkai kata dan janji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dan rakyat bagai gadis udik yang mudah jatuh hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu seperti biasa, penguasa membohongi rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Memang tidak semua...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Mungkin seperti menggurui dan digurui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salah satu sok tahu dan yang satunya sok bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu menciptakan kelas-kelas yang sia belaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Untuk apa diajarkan sesuatu yang kita sudah tahu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salahku mengharapkan engkau memahami yang aku pahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bukankah sudah dari sananya kita berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dan cinta kita tidaklah sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Mengapa aku harus memaksakan sesuatu yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Seperti musafir yang memasuki taman&amp;nbsp;asing&amp;nbsp;warna-warni .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tak ada artinya burung-burung bersiul dan bunga&amp;nbsp;bermekaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sang musafir hanya untuk lewat, sekedar melintas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu pergi tanpa meninggalkan kesan apalagi pesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Cinta kita bersua karena rasa sepi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lalu berpisah tanpa rasa gelisah kehilangan (itu kamu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salah ku yang tidak tahu apa-apa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Di bawah pohon kamboja, dan bunga-bunganya yang luruh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Di bawah guyuran hujan lebat yang membuatku basah kuyup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bersimpuh diundukan liat pekat yang masih baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tidak mudah melihatmu hilang dimamah tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tapi lebih tidak mudah lagi karena kita berdua masih menjelata di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tapi tidak pernah ingin saling berjumpa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salah hatiku merindukan mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salah hatiku mengangeni mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Salahku memelihara semua ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Cinta menjelma penderitaan syahdu yang selalu ku kidungkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;(Bodohnya aku!)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Angin-angin musim telah silih berganti mengirim hujan dari dunia lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tanah-tanah bergantian menumbuhkan dan mengeringkan rerumput berkali-kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Aku seperti kedai tuak, dan &amp;nbsp;orang-orang stress datang lalu pergi menjadi gila.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sementara aku terus memikirkan mu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Aku memang telah gila, tapi ini tentang cinta (gombal!).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ia tersumbat di got lalu melimpah di jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Seperti lelakikah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Yang harus bertanding tinju hingga remuk semua karena rindu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Yang harus memberondong peluru pada musuh yang tidak tampak di balik semak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Yang harus berkelahi sampai gelepar berpeluh darah, demi kekalahan yang jantan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Pergi ke puncak-puncak gunung, lalu menepi, seperti saniasin, pezuhud, atau pertapa asketis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Seandainya cinta menjelma menjadi rintihan lapar orang-orang miskin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Seandainya cinta menjelma menjadi kerinduan kekasih sejati wanita pelacur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Dan aku bisa menjadi teman mereka, suka dan duka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sekali lagi, aku terlalu bodoh untuk memahami cinta ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Semoga Tuhan mengampuniku !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4618972641616356658?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4618972641616356658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4618972641616356658&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4618972641616356658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4618972641616356658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/04/fihi-ma-fihi.html' title='Fihi Ma Fihi'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qFo80GM6LG0/TaLq6NjpeOI/AAAAAAAAAhg/9-J4R7A50wY/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-251222364978544801</id><published>2011-03-14T08:25:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T08:33:19.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coretan'/><title type='text'>Cara Masuk Surga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs531.ash1/31141_388070779354_291202364354_4109827_5084903_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs531.ash1/31141_388070779354_291202364354_4109827_5084903_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana cara masuk surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jelasnya harus mati dulu #1&lt;br /&gt;lalu bisa jawab pertanyaan nunkar nankir dengan tepat #2&lt;br /&gt;lalu menghadiri pengadilan akhir dengan sabar #3&lt;br /&gt;melalui hisab di neraka dengan pasrah #4&lt;br /&gt;masuk surga #5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#1. cara mati&lt;br /&gt;Bagaimana cara mati yang baik, jangan nenggak baigon atau nggantungin leher di tali ##1&lt;br /&gt;jangan sekaran lama sampai ngehabisin banyak uang yang mau ditinggal ##2&lt;br /&gt;jangan mati disaat yang tidak baik, seperti mati karena over narkoba, miras atau pelesir di sarkem ##3&lt;br /&gt;jangan mati sebelum baca syahadat ##4&lt;br /&gt;jangan mati sebelum ngelunasin hutang ##5&lt;br /&gt;jangan mati minta mati kalau masih sehat ##6&lt;br /&gt;mati mendadak gak papa asal jangan ada yang direpotin ##7&lt;br /&gt;jangan meninggalkan yang mati perintah yang aneh-aneh, seperti harus dikubur deket pasangan hidup kita, harus dikubur dikampung, harus di tempat yang ini dan itu, harus memakai ini dan itu ##8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#2. cara menjawab pertanyaan malaikat Nunkar dan Nankir.&lt;br /&gt;Sambil senyum ##1&lt;br /&gt;Jawaban harus tegas ##2&lt;br /&gt;Jawaban harus jelas ##3&lt;br /&gt;Jawaban harus bersemangat ##4&lt;br /&gt;Bilang tidak bisa kalau tidak bisa jawab ##5&lt;br /&gt;Jangan coba coba nyuap malaikat, malaikat itu sudah terlalu kaya hanya untuk disuap uang 100 trelyon dolar amerika sekalipun ##6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#3. cara menjalani pengadilan akhir dengan sabar&lt;br /&gt;Jangan salah barisan, ingat benderanya nabi mu ##1&lt;br /&gt;Baris yang rapi ##2&lt;br /&gt;Hussss, jangan ribut ##3&lt;br /&gt;Kalau memang ada, cari daerah yang sejuk dekat pohon, konon sih kabarnya panas ##4&lt;br /&gt;Bawa bekal minum makan, umpama boleh sih ##5&lt;br /&gt;Jangan sok kaya kalau sedang diadili, nanti malah malaikat nanya aneh aneh, usut sana sini kayak KPK ##6&lt;br /&gt;Jalani saja dengan tabah ##7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#4. cara menjalani hisab dineraka&lt;br /&gt;jangan teriak, atau memelas, malaikatnya cuek banget ##1&lt;br /&gt;jangan nyoba suap, uang dolar dan euro gak berlaku, mungkin rupiah bisa dipertimbangkan, tapi gak tau bisa ditukar dengan uang neraka apa tidak ##2&lt;br /&gt;jangan merengek, karena neraka penuh rengekan, itu kan tempatnya ##3&lt;br /&gt;jangan coba melawan, malaikat kan alatnya canggih banget##4&lt;br /&gt;jangan canggung untuk nambah targer siksa harian, karena lumayan mempercepat keluar dari neraka ##5&lt;br /&gt;jangan minta air atau makanan, soalnya, malaikat bakal ngasih nanah mendidik dan buah berduri, malah nambah sakit ##6&lt;br /&gt;jalani dengan sepasrah-pasrahnya, kalau dah selesai pasti langsung ke surga kok ##7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#5 cara bersenang senang di surga&lt;br /&gt;Terlebih dahulu sapa malaikat ridwan dengan ramah "hae hae beb.." ##1&lt;br /&gt;Jika ditawarin permintaannya apa, bilang ja, minta yang jelas asuransi dan garansinya &amp;nbsp;##2&lt;br /&gt;Jika minta istana surga, mintalah yang tahan gempa, jaga-jaga seumpama di Sorga ternyata ada gempa ##3&lt;br /&gt;Jangan lupa kalau ditawarin pasangan bidadari / bidadara, bilang aja yang paling hot tapi tahan lama ##4&lt;br /&gt;Jangan nawar harga tawaran, langsung saja minta yang tertinggi ##5&lt;br /&gt;Jangan lupa tempat yang ada sunside dan sunrise ##6&lt;br /&gt;Mintalah yang dekat kolam susu ##7&lt;br /&gt;Mintalah pesawat pribadi, plus bandaranya dan pramugarinya, biar gak antri boarding lagi ##8&lt;br /&gt;Mintalah yang terbaik, sebenarnya sih yang terbaik permintaan adalah melihat-Nya, katanya sih Dia bermilyun-milyun lipat tak terhingga cuakepnya dari Tom Cruise atau Julia Robert, begitu liat Dia lupa pernah disiksa di neraka dan lupa meminta sesuatu di surga..... benar-benar, sayang tidak semua bisa ketemu dengan mudah dengan Dia ##9&lt;br /&gt;Jangan lupa temen-temen dekat yang sudah dahulu masuk suruh bikinin acara sambutan macam pejabat safari ke daerah-daerah, biaya acara 'rembes' dulu, bilangnya sebelum kesurga, sms atau calling, jangan misscall ya.. ##10&lt;br /&gt;Mintalah jadi manusia surga yang cakep lahir bathin ##11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah tips tips Cara Masuk Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-251222364978544801?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/251222364978544801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=251222364978544801&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/251222364978544801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/251222364978544801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/03/cara-masuk-surga.html' title='Cara Masuk Surga'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-1037453953136467597</id><published>2011-03-12T00:02:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T00:02:43.746-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>Teman Teman Ku dan Tsunami Jepang ku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://asianfansclub.files.wordpress.com/2011/03/tsunami-jepang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://asianfansclub.files.wordpress.com/2011/03/tsunami-jepang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Malam minggu.......... aku sendiri, senangnya sendiri, bisa tidur sampai siang, makan seenaknya, bebas mikir ngeres sampai yang sok ilmiah, bicara sendirian di kamar, oh betapa nikmatnya berkawan dengan diri sendiri. Tak ada yang salah dengan kesendirian, yang salah adalah mereka yang iri dengan kesendirian ini, yang sibuk nyari susu untuk anaknya atau telinga tebal buat ndenger bawelan kekasihnya, yang sibuk nyariin pinjaman buat bayar spp anaknya. Kesendirian bisa dimaknai positiv dalam kenyataan semacam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya gak juga terlalu sendiri, ada teman-teman, dan selalu ada teman baru disetiap perjalanan hidup ini, thank God. Ada bung Harlan yang malas mandi, ada non Ngurah yang selalu bikinin susu kedelai, ada Pepen yang bicaranya teratus, ada Dipta yang agak-agak nylekit gimana gitu, ada bung Rudi yang hobinya fesbuk-an dan telp murah, senang punya temen baru yang segmented, segmen pencinta ilmu lingkungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Indahnya hidupku, aku tidak butuh garis-garis batas yang sebenarnya telah aku buat sendiri, dan mempersulit jalan hidup ini. Tuhan mengajari kita kesatuan wujud, dimana kita bergerak dalam dinamika kesatuan dengan wujud-Nya, aku bisa melihat "Tuhan" melalui teman-teman baruku, aku menyukai cara mereka berfikir dan bicara serta menggerakkan tubuhnya, oh Tuhan, engkaukah yang ada di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meyayangi Mu oh Tuhan dalam segala pancaran wajah-Mu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu kirim kan susu mu dari surga, nasi telur dari surga, roti bakar dan martabak dari surga. Oh iya sahabat pendiam ku bang Iman membawaka pesta besar di malam ulang tahunnya. Aku tahu engkau ada di sana, bersama potor plat BM itu juga, pada es teh yang dikirimkan dari surga, pada banyak bantuan dari si ndut, si ndut yang dari surgamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ketika Jepang sedang dilanda sunami, Tuhan dibalik tsunami, dibalik orang-orang yang lari, dibalik seseorang yang gelagapan di sapu bah, di balik pengungsi dalam masa jeda yang melonpong, dibalik perhatian dan doa warga dunia, dibalik bantuan yang dikumpulkan, dibalik pertolongan segera, dibalik pembicaraan dan informasi media. Keadilan adalah kehendak yang tidak selalu kami pahami. Tapi keadilan selalu ada dalam apa yang telah engkau kerahkan sebagai lakon yang kadang berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga engkau tabah Sahabat Sahabat Jepang ku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang tak mungkin lagi dikirim ke tempat bencana untuk saat ini, merasakan perjalanan spiritual dengan membantu mereka yang tertimpa musibah, jalan-jalan spiritual yang mengantarkan ku untuk menghargai hidup ini. Inilah faktor X yang tetap mengantarkan manusia pada pertanyaan besar, dimanakah Engkau? dan aku menemukan mu dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sayang pada-Mu, persetan orang bilang tentang Mu terhadapku.&lt;br /&gt;Merindukan Mu dan kadang sedikit cemburu......&lt;br /&gt;itulah cinta....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-1037453953136467597?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/1037453953136467597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=1037453953136467597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1037453953136467597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1037453953136467597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/03/teman-teman-ku-dan-tsunami-jepang-ku.html' title='Teman Teman Ku dan Tsunami Jepang ku'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-214301299366410686</id><published>2011-03-10T02:10:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T02:10:54.236-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>Oh Dunia.. Puff</title><content type='html'>Ada-ada saja, Blog bisa ngasih uang, 750 juta per tahun. Wewww&lt;br /&gt;Temen-temen bilang "tambahi google ads donkss". Wewww&lt;br /&gt;"Orang bikin blog uweenak, tapi kalo mo rutin n konsisten ya juarangg", gitu ya?? Wewww&lt;br /&gt;Ngapain sih tulis hidup disebar-sebarin ke dunia maya.... "kesepian lhohhh, cewek banget theuww.." Wewww&lt;br /&gt;Blog bakal ilang karena ada mbah google ma wikipedia... "cuma ngitung waktu booo..", macak cieyhhh. Wewww&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewww&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngeblog karena saya pingin ngeblog, kalo gak pingin ngeblog ya saya gak ngeblog..&lt;br /&gt;Ya persetan orang mo baca, atau persetan yang katenye cari perhatian....&lt;br /&gt;"Gwe kagak keepian bodo....." Wewww&lt;br /&gt;Jadi diam saja di sini, dan tulis saja yang pingin kamu tulis, yang larang atu yang komplain, kagak da kerjaan...&lt;br /&gt;"Ih... poting loe kok sensi ehhh, kesepian dan pingin di sapa yaa....." Wewww&lt;br /&gt;Mo orang sapa ato kagak, gw tetep gw&lt;br /&gt;Kalo jari lagi gatel nulis ya gw bakal nulisss...&lt;br /&gt;"Gw lhoo Gw lhoo... orang kampung pake Gw Lhoo.."&lt;br /&gt;"YO BEN!!!"&lt;br /&gt;Wewwww&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah mulai bosan, mo bikin mapala S2 di UGM!&lt;br /&gt;Kayak kurang kerjaan jhaa booo'&lt;br /&gt;Ya emang kurang, otak kurang diperas! otot kurang berfikir! "kebalik dodoll!!" ; "YO BEN!!!" Wewww&lt;br /&gt;Pokoknya kalo sudah "titik!!!" yo wes, sami'na wa 'athok na...&lt;br /&gt;Kalo bosan naik gunung breee&lt;br /&gt;Gunung aphee....?&lt;br /&gt;Mrapi, Slamet, nyam nyam...&lt;br /&gt;Rencana selalu ada, tapi realita, uang dah ilang sebelum ampai ke sono......&lt;br /&gt;Bosen? Ngophi Bre...?&lt;br /&gt;Ke mane?&lt;br /&gt;Barbados, sambil tidur di kursi malasnya..........&lt;br /&gt;"Tidur pha ngophi..." ; "Kwe lek wes ngophi muannjhaa puolll"&lt;br /&gt;masak sih?&lt;br /&gt;"Iyooooo!"&lt;br /&gt;Manja ku pye seh...? Aku kan TOP BeGeTe&lt;br /&gt;"Manja moe njaluk dibelai..."&lt;br /&gt;Kayak kucing...?&lt;br /&gt;"Nggaakk!!! kayak ANJING!!!"&lt;br /&gt;Wewww&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo jenuh ya...... apa lagi selain monda mandi gede......&lt;br /&gt;Moh... bikin lemess boo'&lt;br /&gt;Turu, mangan...........&lt;br /&gt;Moh ah........ aku bete e.. bete bete bete !&lt;br /&gt;Wowww Jable "kehaus mBojo yooohh..?"&lt;br /&gt;Ora!&lt;br /&gt;"La..."&lt;br /&gt;Yoooo mbooooooh yooooo mo teuuu ajehhh&lt;br /&gt;sok mbetawi&lt;br /&gt;BEN! tinimbang sok njowo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi...?"&lt;br /&gt;aku tidur ajah yaa..... mo mati cepat nyenggak baigon ijo........... kamu punya?&lt;br /&gt;Mati O ! orang hidup itu buat bertahan hidup... nyaluk mathi, yo mathi O..&lt;br /&gt;Yo wess&lt;br /&gt;Kamu memang gak sayang aku.... blasss&lt;br /&gt;"Masak..??"&lt;br /&gt;Itu buktinya.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam jum'at, mbok ngaji-ngaji, ngirip phatekah nggo leluhur..&lt;br /&gt;"AL PATEKAH"&lt;br /&gt;hfff&lt;br /&gt;aku males..&lt;br /&gt;mengko bengi ngarap buletin komunitas... ada ide?&lt;br /&gt;"FREE SEXs, gimana? setuju?"&lt;br /&gt;gok oleh bahane e....&lt;br /&gt;Golek thoo yooo&lt;br /&gt;gak ono e...........&lt;br /&gt;wes mngko bengi wae yoooo&lt;br /&gt;wess lek ngono turu wae yooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bye bye....&lt;br /&gt;cappp cusssss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-214301299366410686?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/214301299366410686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=214301299366410686&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/214301299366410686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/214301299366410686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/03/oh-dunia-puff.html' title='Oh Dunia.. Puff'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-648760109968360295</id><published>2011-03-04T17:14:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T17:14:48.014-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>RELATIV : (?)</title><content type='html'>Warna dunia menjadi jelaga.&lt;div&gt;Berdiri ditepian igir dan kiri kanan penderitaan dan kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menderita karena telah lama berpesiar namun tak pernah kembali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terhujam belati di sana sini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hati telah menguap seperti sebongkah es di tengah sahara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang-orang menghibur mu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mencoba untuk memahami mu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aduh kawan pasti aku akan capek mendengarkan ucapan mu;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"aku sendiri tak mengerti siapa aku!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di dunia ini, hari-hari ini, "jalan-jalan tol ini telah seruak seperti pasar malam"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang-orang berseru, untuk tidak hanya berhenti ejenak tapi melupakan tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah relativisme!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena dunia kita berbeda, maka masing-masing jiwa memiliki kebenaran sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"jadi jangan memaksa!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"kalau berdebat?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Percuma!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kok?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Perdebatan hanya rekayasa makna!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Maksudnya?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kebenaran tetap tak bisa dijangkau!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Jadi?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ya artinya kebenaran itu relativ.."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-648760109968360295?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/648760109968360295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=648760109968360295&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/648760109968360295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/648760109968360295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/03/relativ.html' title='RELATIV : (?)'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-7665921203714756362</id><published>2011-02-07T18:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T02:14:39.942-08:00</updated><title type='text'>INTER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/d03XVI6x73c" title="YouTube video player" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqIuvfE8I/AAAAAAAAAgI/o0Wz-aNtaZY/s1600/2+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqIuvfE8I/AAAAAAAAAgI/o0Wz-aNtaZY/s200/2+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqH_0FjRI/AAAAAAAAAgE/4-GigijPslc/s1600/1+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqH_0FjRI/AAAAAAAAAgE/4-GigijPslc/s200/1+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqJWASKFI/AAAAAAAAAgM/mImhnOPTI4c/s1600/3+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqJWASKFI/AAAAAAAAAgM/mImhnOPTI4c/s200/3+c.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqKPUmr0I/AAAAAAAAAgQ/4NFUIctXO80/s1600/4+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqKPUmr0I/AAAAAAAAAgQ/4NFUIctXO80/s200/4+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqLZy8f6I/AAAAAAAAAgU/dngcuTkJ1yg/s1600/5+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqLZy8f6I/AAAAAAAAAgU/dngcuTkJ1yg/s200/5+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqMZ9Wc1I/AAAAAAAAAgY/T6ceQsMqp6s/s1600/6+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqMZ9Wc1I/AAAAAAAAAgY/T6ceQsMqp6s/s200/6+c.jpg" width="147" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqOu7-ddI/AAAAAAAAAgg/iB1R4j8WJwk/s1600/8+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqOu7-ddI/AAAAAAAAAgg/iB1R4j8WJwk/s200/8+c.jpg" width="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqQdEG9yI/AAAAAAAAAgo/E_8WOcPkdpA/s1600/10+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqQdEG9yI/AAAAAAAAAgo/E_8WOcPkdpA/s200/10+c.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqNRKBwPI/AAAAAAAAAgc/muAgZ5EajxQ/s1600/7+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqNRKBwPI/AAAAAAAAAgc/muAgZ5EajxQ/s1600/7+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="118" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqNRKBwPI/AAAAAAAAAgc/muAgZ5EajxQ/s200/7+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqSAAEP1I/AAAAAAAAAgw/Dg8Ipng09AA/s1600/12+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqSAAEP1I/AAAAAAAAAgw/Dg8Ipng09AA/s200/12+c.jpg" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqTKS510I/AAAAAAAAAg0/bX_StNtLQjY/s1600/13+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqTKS510I/AAAAAAAAAg0/bX_StNtLQjY/s200/13+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqRVXVGyI/AAAAAAAAAgs/lDJw5qTHnII/s1600/11+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqRVXVGyI/AAAAAAAAAgs/lDJw5qTHnII/s1600/11+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqRVXVGyI/AAAAAAAAAgs/lDJw5qTHnII/s200/11+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqTzoURjI/AAAAAAAAAg4/64Qh6JiL-ts/s1600/14+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqWjZpqsI/AAAAAAAAAhE/xQInz_D6eW8/s1600/17.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqWjZpqsI/AAAAAAAAAhE/xQInz_D6eW8/s200/17.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqTzoURjI/AAAAAAAAAg4/64Qh6JiL-ts/s200/14+c.jpg" width="187" /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqVpOIiBI/AAAAAAAAAhA/IDGmj_dCOqs/s1600/16.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqVpOIiBI/AAAAAAAAAhA/IDGmj_dCOqs/s200/16.jpg" width="137" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqVpOIiBI/AAAAAAAAAhA/IDGmj_dCOqs/s1600/16.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqXdU2CmI/AAAAAAAAAhI/RVYeKSdALA0/s1600/18+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqXdU2CmI/AAAAAAAAAhI/RVYeKSdALA0/s200/18+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqbhDna6I/AAAAAAAAAhU/Gb9-w0fF2lc/s1600/22+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqbhDna6I/AAAAAAAAAhU/Gb9-w0fF2lc/s1600/22+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqbhDna6I/AAAAAAAAAhU/Gb9-w0fF2lc/s200/22+c.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqdhHn3_I/AAAAAAAAAhY/_A2DTjyB3fs/s1600/23+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqdhHn3_I/AAAAAAAAAhY/_A2DTjyB3fs/s200/23+c.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqahDolaI/AAAAAAAAAhQ/xRUM3Mra4TE/s1600/21+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqU93qqcI/AAAAAAAAAg8/XpfLvqY-RdI/s1600/15.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqU93qqcI/AAAAAAAAAg8/XpfLvqY-RdI/s200/15.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqY6zJVqI/AAAAAAAAAhM/ycM__a4wUtA/s1600/20+c.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqY6zJVqI/AAAAAAAAAhM/ycM__a4wUtA/s200/20+c.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqahDolaI/AAAAAAAAAhQ/xRUM3Mra4TE/s200/21+c.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqbhDna6I/AAAAAAAAAhU/Gb9-w0fF2lc/s1600/22+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: none; color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqPikCp1I/AAAAAAAAAgk/b1hs2rikFms/s1600/9+c.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TVCqPikCp1I/AAAAAAAAAgk/b1hs2rikFms/s200/9+c.jpg" width="66" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-7665921203714756362?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/7665921203714756362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=7665921203714756362&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7665921203714756362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7665921203714756362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/02/ucrit.html' title='INTER'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/d03XVI6x73c/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6806106780838723813</id><published>2011-02-06T06:21:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T06:28:08.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>ANGKRINGAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://students.ukdw.ac.id/~22084463/images/angkring1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://students.ukdw.ac.id/~22084463/images/angkring1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;hari ini makan &amp;nbsp;cuma sekali:&lt;br /&gt;&lt;div&gt;nasi kucing 2 bungkus @1000 x 2 = 2000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tempe 2 sisir @500 x 2 = 1000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;segelas air putih&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;total 3000 upiah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angkringan Kota Gede, Jogjakarta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentang orang-orang disamping saya, yang ngobrolnya ngalor ngidul, dan ironinya saya tidak tahu yang mereka bicarakan: tentang harga keang sungai satu kilo 10.000, tentang wedang tape yang kurang ijo berarti kurang mantep, tentang 2 model kacang goreng yang satu "empor" yang satu lokal, "yang lokal lebih kerasa katany", kepada pembicaraan yang membuat saya tersingkir, bahwa selama ini saya ragu bahwa yang saya pelajari benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kebanyakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sempat mikir mengapa kok nasi kucingnya gak peke piring saja dari pada buang-buang kertas bungkus. Ah tapi sudahlah, saya merasa sangat nyaman walau terasa terasing sekali di tempat semacam ini. Saya lupa mau tulis apa pembicaraan mereka yang jelas saya merasa sangat nyaman dan lepas dari beban, ingat dosen saya yang bilang bahwa ia "dosen jelata", ke mana-mana pake kaki, jalan kaki dai satu fakultas ke fakultas lain. Luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini terlalu luas bagi orang yang berfikiran sempit seperti saya, taunya cuma buka buka, buka fb, sendirian makan di warung......... ah sudahlah. Saya cukup besyukur bisa menjadi saya yang sekarang, cukup terbuka untuk menerima banyak hal, walau seringkali akibatnya harus menerima cerita sedih dan gembira. Beberapa orang senang membatasi pergaulan atau bergaul dengan orang-orang yang bisa memicu percepatan target masa depan. Kakak saya persis bilang begitu, tapi saya kok rasanya tidak nyaman dengan semua batas-batas. Kemarin teman lama saya mengundang saya ke tempat hiburan, saya tidak pede, saya tidak pede bersama orang-orang gedongan, tapi saya benar-benar tidak tahu bahasa "jelata". Terlalu asyik dengan buku-buku dan fb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Tuhan membuka cakrawala saya.......&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6806106780838723813?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6806106780838723813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6806106780838723813&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6806106780838723813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6806106780838723813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/02/hari-ini-makan-sekali-nasi-kucing-2.html' title='ANGKRINGAN'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-3710722548564685470</id><published>2011-01-19T11:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T22:54:50.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Merayakan Kesepian</title><content type='html'>&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdCl35TjlI/AAAAAAAAAfE/pBYxeMQhWbY/s1600/DNA129-Justin_Woltering-5-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="242" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdCl35TjlI/AAAAAAAAAfE/pBYxeMQhWbY/s320/DNA129-Justin_Woltering-5-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pada jam 00.03 20 Januai 2010&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;gantuk, tapi saya tetap ingin menulis. Merasa sepiiiiiiiiiiii sekali, padahal sahabat saya, Cal, numpang tidur di kamar saya malam ini, sudah ngorok, pulasss sekali, senang saya melihatnya istirahat nyenyak habis kerja keras sepanjang hari “wish nice dream”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;aya sadar sepi ini tidak ada di tempat lain kecuali ada di dalam “hati”, bukan sepi dalam keadaan nyata, 28 tahun yang hanya digunakan untuk mengejar yang dicintai tapi tak juga memahami. Lalu tiba-tiba saya jenuh dan capek dengan sikap bebas saya selama ini, tapi rasanya saya tak bisa hidup tanpa memeperjuangkannya, dan dengan kebebasan itu saya membiarkan proses kesepian itu terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;egadang malam, secangkir kopi dan sebatang rokok, setidaknya seminggu satu-dua kali adalah bagian dari pelarian atas tekanan dan kesepian ini. Tapi malam ini saya menikmati pilihan ini, saya berpesta dengan kebebasan dan kesendirian. Dengan mimpi-mimpi merdeka yang ingin saya perjuangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;entang kemerdekaan, teman Padang saya, Ad,&amp;nbsp; adalah jagonya, hidup sendiri di suatu pinggir kota dengan anjing-anjingnya yang lucu. Saya pernah Tanya padanya, apakah kamu tidak merasa kesepian? Saya ingat sekali dia hanya tesenyum dan berkata, “saya sudah terbiasa, kesendirian adalah teman saya”, lalu saya bertanya “teman?”, dan dia berlalu begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;ulu saya sempat befikir, kok bisa di umur yang mau menginjak 40an, dia masih bediri tegadan bersemangat muda, dengan disertai kesendiriannya ? Saya pikir karena dia orang sibuk, maka dia tidak merasa sepi? Saya mencoba melihat semua ini dari kacamata nya….. dan saya mulai paham, ia sudah terbiasa dengan semua kesepian, ini tentang teman yang tidak pernah diundang tapi pada akhirnya benar-benar melebihi sekedar teman, antara seorang manusia dan kesepiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #7f6000; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdDqatJlsI/AAAAAAAAAfI/gufZo-psihE/s1600/Ivan_Scannell-David_Vance7-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="341" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdDqatJlsI/AAAAAAAAAfI/gufZo-psihE/s400/Ivan_Scannell-David_Vance7-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;aktu kecil saya pernah bermimpi, memiliki rumah dengan halaman luas, dan saya di dalamnya menjelma menjadi laki-laki tua brewokan yang sendirian, berdiri di beranda depan tanpa ditemani siapapun kecuali taman yang rindang di depan mata. Waktu itu saya tak habis pikir, masih SD sudah kepikiran sejauh itu, “itu saya”, bagaimana mungkin anak kecil bermimpi menjadi lelaki hampir paruh baya dan brewok? Ketika dewasa, setelah saya baca tentang Psychoanalyst, adalah hal yang sebenarnya biasa terjadi, suatu alam sadar yang kedatangannya dan kepergiannya sering tidak kita ketahui.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;alu mengapa sekarang saya –sering secara tiba-tiba-&amp;nbsp; takut dengan kesepian saya? Sepertinya teman dan sahabat saya tidaklah sedikit, tapi sering kali&amp;nbsp; di tengah keramaian dengan mereka, yang timbul kemudian justu kesendirian. Lalu sering saya kehilangan visi saya akan masa depan, dan berhenti di cerukan ruang yang sunyi dan pengap. Saya butuh memanja dan dimanja, saya butuh tertawa bersama-sama, menangis besama-sama, saya butuh memperhatikan dan diperhatikan, saya butuh mengorbankan dan dikorbankan……… ya, semua mungkin bisa dilarikan kepada-Nya agar lebih tenang, tapi cinta tentang-Nya hanya mengambil salah satu ruang di hati saya, satu ruang lain terisi oleh sahabat dan keluarga, dan satu ruang lagi tetap kosong, satu ruang kosong yang telah memburamkan ruang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;api saya tidak terlalu yakin saya punya cinta hari-hari ini, minggu-minggu ini, bulan-bulan ini, tahun-tahun ini atau dalam hidup ini barangkali, tepatnya saya hanya penikmat dari hidup ini, gunung-gunung yang tinggi, lembah-lembah hijau, taman-taman berwarna-warni, ombak yang tenang atau menggelegar, awan mendung atau langit yang biru, kota-kota baru yang asing, bahasa-bahasa baru, agama-agama, perang, penindasan, musibah, kelaparan dan perdamaian, semua tentang hidup. Sebenarnya apapun yang dicari, dunia ini terlalu kecil untuk menuntut kedalaman dan keluasan hati serta cinta yang saya punya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #7f6000; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdD42ao0JI/AAAAAAAAAfM/Ilbge0_7aOM/s1600/Sean_Sullivan-Rick_Day-10-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdD42ao0JI/AAAAAAAAAfM/Ilbge0_7aOM/s400/Sean_Sullivan-Rick_Day-10-2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;etapa beruntungnya mereka yang tidak atau dengan sengaja tidak sebegitu antusiasnya menanyakan tentang hidup, teman saya bekerja, menikah, berkeluarga, lalu mati. Kata mereka, suatu "pertanyaan" seringkali menjadi masalah baru, tapi bukankah jantung pengetahuan dan peradaban ini dipompa oleh kenyataan yang memusingkan hingga lahirlah "pertanyaan"??. Mengapa saya harus mencintai sesuatu?, mengapa saya harus setia pada-Nya, mengapa saya harus mengabdi untuk negara, mengapa saya harus menghomati suatu nilai?? Lalu banyak orang yang hanya memiliki hati dangkal dan sempit menyatakan “Mengapa harus bertanya tentang nilai-nilai yang ada kalau saya sudah cukup sanggup untuk hidup, berepoduksi, dan mati dengan tenang?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;aya mencoba untuk memahami semua kenyataan ini, pertama, saya menyadari bahwa dunia ini adalah sebuah "pasar besar", pasar barang, pasar jasa dan pasar nilai. Pasar barang bisa jadi melintasi negara-negara, tapi pada setiap waktu, ia selalu ada yang memiliki, pasar jasa menyediakan banyak hal, tetapi setiap waktu ia hanya mengada bila ada yang ingin memiliki, dan pasar nilai yang saling berebut makna, sering kali ada dalam hidup kita tanpa merasa kita punyai atau kita butuhkan. Nilai hanya ada karena rentetan sejarah tanpa awal dan tanpa akhir, tak ada nilai yang benar-benar murni serta baru, dan suatu nilai akan terus hidup dan menang bila diatur oleh kekuasaan dan atau negara, yang sering kali ingin mendominasi banyak hal dalam hidup ini. Benar dan salah menyusup dalam kepercayaan dan keyakinan, pada ekonomi kita dan kekuasaan kita, pada seni dan kebudayaan kita, pada tradisi.&amp;nbsp; Sayangnya sebagian orang termasuk saya, memiliki jiwa yang tidak kebal ditembus oleh belati nilai (benar-salah) dari luar, sepanjang itu bukan yang saya miliki atau yang ingin saya miliki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;arena saya tidak seperti kebanyakan orang, maka semua diluar tubuh saya yang terus menua ini, lambat laun telah menjadi sesuatu yang asing bagi saya sendiri. Pekerjaan, pernikahan, keluarga, ceramah masjid, nyanyian, musik, fashion, makanan, hiburan, perempuan, laki-laki, Indonesia, ibu saya, bapak saya, kakak-kakak saya, adik saya, semuanya menarik saya dalam dunia yang kesepian, dunia yang terlihat wajar bagi sebagian besar orang tapi bagi saya terlalu banyak yang harus dipertanyakan. Kota-kota, desa-desa, orang-orang, semua menimbulkan petanyaan, sering kali saya tidak mendapatkan jawaban, tapi sebuah mekanisme "pembiaran" dalam diri&amp;nbsp; saya atas terhempasnya keyakinan dan harapan yang ingin saya lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #7f6000; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdGzgHVjBI/AAAAAAAAAfU/e9-1MG6E888/s1600/MIRADAS.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="301" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdGzgHVjBI/AAAAAAAAAfU/e9-1MG6E888/s400/MIRADAS.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;usa kemarin Cak Nun bilang dalam pengajian yang saya ikuti sebulan sekali, "untuk sekali-kali merayakan kepedihan atas luka yang telah kita sadari dari dunia yang memalukan ini", memang adalah sedih melihat pemimpin-pemimpin kita yang gila tapi tidak memiliki rasa malu, memang sedih melihat nilai-nilai kita didominasi dengan kekerasan dan ketidak pedulian, memang sedih melihat kenyataan tidak sebaik yang sesungguhnya terjadi, sedih melihat kegilaan manusia dan diri saya yang selalu berebut gengsinya sendiri dan mengabaikan kenyataan bahwa jiwa kita jauh lebih sederhana dari yang selama ini kita pikirkan dan kita tuntut. Merayakan kesedihan sebagai sumber kekuatan, untuk menginstropeksi apa yang ada dalam diri ini. Semua perayaan ini hanya bisa dilakukan dalam pesedihan atas hidup yang semakin terasa sempit, pengap, sumpek tapi sunyi, sepi dan sangat hampa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #7f6000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;yatanya kita memang tak pantas “hadir” di “dunia ini”, tapi karena kita terlanjut hadir, dan hanya itu yang satu-satu nya kita “ketahui”, mungkin kita harus belajar menerimanya “apa adanya”, dan semoga dari situ berawalah “cinta” yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-3710722548564685470?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/3710722548564685470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=3710722548564685470&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3710722548564685470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3710722548564685470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/01/merayakan-kesepian.html' title='Merayakan Kesepian'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TTdCl35TjlI/AAAAAAAAAfE/pBYxeMQhWbY/s72-c/DNA129-Justin_Woltering-5-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-1512614130917652926</id><published>2011-01-07T03:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T06:34:12.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Pemuda Canggung 28: (2011)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.tabloidharapanindah.com/imgupl/_gunung_agung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://www.tabloidharapanindah.com/imgupl/_gunung_agung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;Hff....... hidup semakin lama semakin berat, bosan, dan menekan... 2011 dan &lt;b style="color: #cc0000;"&gt;28 tahun, jomblo, sendirian, gelombang besar perkawinan teman-teman dekat, bak menyapu bagai tsunami&lt;/b&gt;, tak tanggung-tanggung menyapu saya bahkan sesaat setelah terbangun dari tidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Hari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;senin, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;11 Januari,&amp;nbsp; ujian semester pasca sarjana, &lt;span style="color: red;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;erbong yang besar dan nyaris jadi gudang itu harus terpaksa dibongkar dan dirapikan kembali&lt;/span&gt;,&lt;/b&gt; telah belajar, 23 tahun lamanya setelah te-ka, diotak saya menganga lubang, antara berfikir ideal dan kekalutan akan kenyataan, sahabat-sahabat yang kawin duluan, yang telah membeli mobil dan rumah, menjadi pegawai negeri, atau yang punya bahkan tiga putra-putri yang lucu-lucu. "ini pertandingan seperti kelinci melawan kura-kura, dan saya terpayah-payah di belakang", dibelakang sini, segalanya bisa menjadi ancaman, jalan yang sedikit saja berliku-liku bisa membuat saya bisa terbalik, dan setelah itu tentu tak semudah yang lainnya saat cangkang dibelakang saya membalik, kura-kura selalu kesulitan hanya untuk sekedar tengkurap, mirip juga dengan kecoak di dapur rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Orang mencintai, lalu tidak mencintai, itu artinya bukan jodoh, mengapa harus kawin dengan orang yang tidak bisa menjaga cinta selamanya, "masih melangit yang kau pikir kawan...", ah yang ia ucapkan (mungkin) benar, tapi saya masih &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;s&lt;/span&gt;elalu berharap sebagai the beast yang akhirnya mendapatkan beauty di akhir cerita&lt;/b&gt;, saya berkhayal, lalu saya telah menyaksikan kenyataan pahit, dan itu tidak membuat saya kapok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Betapa bodohnya menjadi saksi hidup dunia saya yang mudah dibodohi, "hanya saya tidak bisa makan hari ini, lalu saya harus menjadi apapun untuk mendapatan sepiring nasi", apa bedanya saya dengan pengemis diperempatan, mereka menjual kemelasan, nasib sementara saya menjual keringat, harga diri saya serasa jatuh, "luruh seperti sekuntum bunga". Saya dulu berusaha meredam kebejatan ini lalu membangun kebanggaan akan diri, keluar dari satu pekerjaan dan keperjaan lain, hingga akhirnya terdiam sendiri, saya telah kehabisan tenaga untuk melakukan apa yang bisa membuat saya tidak tersungkur lagi, &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;"&lt;/span&gt;mental block" telah menjadi 'imam' saya, dan saya tidak juga bisa melepaskannya bahkan sampai detik ujung umur 27&lt;/b&gt;, kemarin lusa jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3B8mzOMTxgk/THsg1dt4pQI/AAAAAAAAAAg/4w5HMW_YCIA/s1600/chairil-anwar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_3B8mzOMTxgk/THsg1dt4pQI/AAAAAAAAAAg/4w5HMW_YCIA/s400/chairil-anwar.jpg" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mencoba bermimpi ada seseorang yang benar-benar mencintai betapa selalu sedihnya, lalu tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan mencintai saya, "ah masak, kamu telah salah mengatakannya pada Jalang Yang Terbuang", kalau memang bukan karena umurnya, pasti dia tidak akan bilang seperti itu, apakah dia cuma tahu tentang gua dan hanya hilir mudik di dalamnya sampai tak paham jalang selalu dipilih setelah yang sekian, karena &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;d&lt;/span&gt;i luar sana, ada bermilyar-milyar dan milyar laki laki yang jauh jauh jauh lebih baik.&lt;/b&gt; Jalang hanya organisme minor, hidup di oligo-haline, siap dikalahkan oleh sedikit saja gerakan evolusi, persaingan ketat di dunia ini akan mengakhiri semua, dan segalanya tentang saya, &lt;b&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;"andai kata tidak ada Tuhan"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pilihlah seperti Gayus, karena sejauh yang saya ketahui, se-sial sialnya orang seperti dia, pastilah masih sempat pelesir ke Bali dan Makau, lelaki yang telah berubah menjadi emas akan terus dicari dimanapun ia berada, bahkan saat tersumbat di got sekalipun. Tapi saya masih tidak ingin menjadi Gayus, karena seberuntungnya Gayus iya hanyalah korban dari serentetan kejanggalan yang memang telah disengaja terus dihidupkan di negeri ini,&amp;nbsp; karena masih banyak orang yang berfikir bahwa &lt;b style="color: purple;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;m&lt;/span&gt;ereka masih bisa menjual negeri ini selama tawar-menawar berjalan secara "adil"&lt;/b&gt;, orang pusat dapat, orang daerah dapat, perusahaan dapat paling banyak, biarlah rakyat jelata semacam saya dipikir kemudian. Ini adalah cerita klasik yang membosankan, tak ada pahlawan, lalu saya sedari kecil telah dibohongi kartun macam G-force, Satria Bajahitam, dan Unyil.... ternyata kenyataan tentang saya sendiri jauh lebih menarik, berkelok kelok serta penuh kejutan sana sini. Benar-benar tak ada Gayus di dunia kartun, tidak pernah ada kelicikan yang menang di akhir cerita, tapi di alam nyata, semua itu mungkin terjadi, dan sayangnya semua &lt;b style="color: #cc0000;"&gt;cerita tentang Gayus akan digiring seperti cerita kartun, dimana Gayus adalah satu-satunya yang harus dimusnahkan oleh Sang Pahlawan&lt;/b&gt;, saya harap kita semua jeli membaca lakon-lakon semacam ini, yang typical khas Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.deviantart.com/download/76385980/Wait_For_Love_by_utopic_man.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.deviantart.com/download/76385980/Wait_For_Love_by_utopic_man.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;2011, saya masih berharap kembali lagi ke suku Balian di tengah rimbah pegunungan Meratus Kalimantan, saya telah mendapat pengalaman mistik di sana, saya juga ingin sekali mendapatkan kesempatan berkunjung ke Bawaekaraeng di Sulawesi serta di Lhoong Su Jin di Acheh, saya merindukan alamnya dan juga orang-orangnya yang memandang hidup jauh lebih sederhana. &lt;b style="color: #e69138;"&gt;&lt;span style="color: #e69138;"&gt;K&lt;/span&gt;arena ada banyak hal yang telah kita pikirkan dalam-dalam, berulang-ulang dan penuh debat usir, nyatanya cuma hitam diatas putih, lagu Slank Lembah Baliem seolah adalah Credo bangunan filsafat postmodern kita&lt;/b&gt; yang selalu penuh pertanyaan dan pernyataan gombal. Merindukan berbincang dan makan gorengan dengan mbak Pu'ah di lereng gunung Ungaran, menjumpai pesta babi masyarakat Wamena, ahh saya kelak juga ingin bersapa dengan kota Kandahar, Bhutan, Addis Ababa, saya ingin menjadi tetangga orang-orang yang kalah, dengan catatan saya bisa melakukan sesuatu untuk mereka. Karena dunia ini tidak pernah, dan tidak akan pernah berjalan di satu arah, selama itu pula saya yakin, &lt;b style="color: red;"&gt;mereka yang terpinggirkan selalu mendapatkan tempat dihatinya masing-masing, sesuatu yang kuat tertanan&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;2011, kemarin Mbah Marijan telah pergi, saya merindukan senyumnya, masjid yang ia bangun juga telah musnah, sama seperti pohon palem yang telah ia tebang, mungkin saya satu-satunya orang di Kinahrejo waktu itu yang mengatakan bahwa lebih baik membiarkan pohon palem itu tetap berdiri dari pada mengorbankannya untuk perluasan masjid, seingat saya ia bilang, &lt;b style="color: #cc0000;"&gt;"&lt;i&gt;wit e ngganggu mesjide, arep diambakne, mengko yo diganti&lt;/i&gt;"&lt;/b&gt;, pada akhirnya apa yang dilakukan mbah Marijan sia sia, dan apa yang saya sarankan juga sia-sia, kini masjid, pohon dan mbak Marijan sendiri telah kembali dihadapan-Nya. &lt;b&gt;Semua yang kita fikir benar barangkali tidak selalu benar atau selamanya bisa dibenarkan&lt;/b&gt;, kalau yang menyalahkan manusia sih saya bisa melawan, tapi kalau Dia telah menjawabnya dengan kehancuran pada diri saya atau pada negara saya, siapa yang bisa melawan kehendaknya. Pahlawan-pahlawan yang kita puja hanyalah manusia manusia biasa, para nabi, rashul, orang-orang suci itu lalu mati, dan sekali-kali selalu tertinggal perdebadan di sana-sini, &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;manusia (angkuh) selalu memaksakan keinginannya bukan hanya pada dirinya tapi juga pada orang lain. Itulah bencana kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kolomindonesia.com/wp-content/uploads/2010/12/cinta-indonesia34.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://www.kolomindonesia.com/wp-content/uploads/2010/12/cinta-indonesia34.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;2011, saya pikir saya akan lebih dewasa setidaknya 'sedikit', kenyataannya saya masih suka Spongebob, Patric, Squidward dan tuan Crabs, mereka menjadi pelampiasan atas pahitnya-manisnya dunia. &lt;b style="color: red;"&gt;Teman-teman telah menjadi orang lain setelah mereka berkeluarga&lt;/b&gt;, saya tidak bisa lagi tertawa lepas dengan siapapun jua. Semakin sepi dunia ini. Saya tidak berharap dengan 2011, tapi saya jalani saja semua ini seperti biasa, saya pikir lebih baik mengalir seperti air, toh selambat-lambatnya saya pasti sampai juga ke hilir. Pendidikan menjadi prioritas, masalah pernikahan saya masih berfikir berkali-kali untuk semua itu. Saya &lt;b&gt;tidak terlalu berharap ada pahlawan yang datang tanpa diundang, saya membuka diri untuk segala cinta, tapi begitulah kebiasaan saya dari kecil, saya masih tidak tahu apa-apa tentangnya&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Shohibu baiti…                 Ya shohibu baiti…&lt;br /&gt;Tuan rumahku…                       Wahai tuan rumah(ku)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Imamu hayatii…                       Ya Imamu hayati…&lt;br /&gt;Pemimpin hidupku…                      Wahai pemimpin hidupku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Mursyidu imanii…                      Anta syamsu qolbiy…&lt;br /&gt;Penuntun imanku…                       Engkau (cahaya) mentari hatiku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Qomaru fuadi…                         Ya qurratu ‘aini…&lt;br /&gt;Rembulan jiwaku…                        Wahai penyejuk mataku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Syafi’u nashibiy…                       Ya maula jihadiy…&lt;br /&gt;Penolong (dari) beban(berat)ku…     Wahai muara perjuanganku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Ufuqu Syauqi…                          Ya baabu akhirati…&lt;br /&gt;Cakrawala rinduku…                     Wahai pintu keabadianku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Semoga saya semakin sehat lahir dan bathin. Berilah hamba-Mu ini dan semua saja yang telah lama berdiri dalam cobaan dan penderitaan anugerah rizki dan ilmu yang berkah di dunia ini. Amean.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-1512614130917652926?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/1512614130917652926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=1512614130917652926&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1512614130917652926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1512614130917652926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2011/01/pemuda-canggung-28-2011.html' title='Pemuda Canggung 28: (2011)'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3B8mzOMTxgk/THsg1dt4pQI/AAAAAAAAAAg/4w5HMW_YCIA/s72-c/chairil-anwar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4432583171320175078</id><published>2010-12-20T16:46:00.000-08:00</published><updated>2010-12-20T17:04:45.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>KALAM 1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TQ_8vaS4TTI/AAAAAAAAAe4/aINYm8DqEQA/s1600/i_miss_u.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TQ_8vaS4TTI/AAAAAAAAAe4/aINYm8DqEQA/s1600/i_miss_u.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada jiwa&lt;br /&gt;pada setiap kehampaan yang kau minta&lt;br /&gt;desir angin yang dulu menghelai lalu mencekik sampe tiarap&lt;br /&gt;bisikanmu lalu jadi menderu seperti mesin kereta api&lt;br /&gt;senyum mu sepertinya selalu menyembunyikan maksud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah aku terperosok dari cinta menjadi benci&lt;br /&gt;bayang bayang tubuhmu menghambar dalam rerintih pagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang harus seperti ini..&lt;br /&gt;belajar untuk selalu bangkit setiap terjatuh&lt;br /&gt;karenanya kita berkali-kali terjatuh..&lt;br /&gt;saat surut dan semua seperti menjauh&lt;br /&gt;atau saat kala itu pasang semua berharap mendekat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua sekarang telah jauh....&lt;br /&gt;segala yang telah menepi di cakrawala&lt;br /&gt;dan juga dirimu yang sengaja angkuh&lt;br /&gt;lalu menghilang seperti Isa dikejar-kejar tentara Roma&lt;br /&gt;aku tetaplah Adam yang dengan sabar&amp;nbsp; terus mencari kekasihnya&lt;br /&gt;terpisah benuoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah aku menjadi terasing dan mengasing..&lt;br /&gt;burung-burung capar yang berkeok-keok di tepian hanyalah pendar dalam gelap&lt;br /&gt;hati ini laksana terpenjara dalam gua kepurbaan&lt;br /&gt;hanya mimpi-mimpi malam yang mampu menghibur&lt;br /&gt;dan menari bersama angan-angan yang semakin busuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta itu telah memisahkan kita&lt;br /&gt;aku hanya bisa berlari tapi tak mungkin bisa mengejar&lt;br /&gt;menyambut asap lokomotif bertumpahan dimuka ku&lt;br /&gt;kau hanya meninggalkan erangan mesin yang menyanyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak pernah pergi ke mana-mana&lt;br /&gt;kalau datangnya dari hati, kepana lagi dia akan pulang bersemayam&lt;br /&gt;tidak ada yang bisa mencari cinta..&lt;br /&gt;ia ada di hati ini, di ketalaman tubuh yang membusuk dan menua&lt;br /&gt;yang memelihara hanyalah seandainya bisa setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemerlap mentari telah menghapus bayang-bayang&lt;br /&gt;terbit dan terbenan tidak mungkin akan sisakan torehan&lt;br /&gt;luka telah pergi dan mengering&lt;br /&gt;dan aku telah mengawali sebuah pembebasan...&lt;br /&gt;terkutuklah seperti aku, lelaki yang hanya terbuai dengan mimpi duniawi...&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Maukah seseorang membantuku agar aku bisa membantu yang lain&lt;br /&gt;aku adalah keledai yang terjebak di tengah lautan kuda&lt;br /&gt;betapa menderitanya diriku yang merasa paling uzur dan buruk rupa&lt;br /&gt;ajari aku cara berlari mendobrak kandangku yang seharusnya telah rapuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi-nabi itu telah mengajarkan tapi&amp;nbsp; mereka hanya terjatuh menjadi dongeng&lt;br /&gt;pahlawan-pahlawan kita tau bagaimana cara menghadapi kehancuran&lt;br /&gt;alahkah banyak pertanda agar aku keluar dari kepedihan&lt;br /&gt;toh kepedihan adalah masalah hati, dan hati diciptakan oleh diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika cacar cacar itu telah tersembuhkan oleh waktu&lt;br /&gt;ajaklah dunia mengajari mu sesuatu&lt;br /&gt;agar aku bisa lebih banyak belajar&lt;br /&gt;dari mereka yang telah menahan penderitaan&lt;br /&gt;mereka yang terhibur atas segala penderitaan&lt;br /&gt;dan mereka yang telah melawan penderitaan dengan gagaj berani..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah disudahi luka luka karena dirimu&lt;br /&gt;dan aku telah ikhlaskan semua terkubur menjadi masa lalu&lt;br /&gt;aku bisa saja membongkarnya kembali, dan menaruhmu menjadi boneka tidurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dunia nampak semakin luas..&lt;br /&gt;dan kehidupan semakin mendalam...&lt;br /&gt;jalan-jalan sempit berjabang-cabang&lt;br /&gt;dan ak bisa memilih yang aku suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa enaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4432583171320175078?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4432583171320175078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4432583171320175078&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4432583171320175078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4432583171320175078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/12/kalam-1.html' title='KALAM 1'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TQ_8vaS4TTI/AAAAAAAAAe4/aINYm8DqEQA/s72-c/i_miss_u.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4633220662564424574</id><published>2010-12-01T07:04:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T10:02:01.270-08:00</updated><title type='text'>PIC PAC PIC</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUg9Ig7SuPI/AAAAAAAAAf0/Xz8HadhfXy0/s1600/Movas.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUg9Ig7SuPI/AAAAAAAAAf0/Xz8HadhfXy0/s1600/Movas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUg2zLB3QyI/AAAAAAAAAfs/wPBTNHVephI/s1600/Movas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" separator"="" src="http://1.bp.blo&amp;lt;div class=" style="clear: both; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;gspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUg2zLB3QyI/AAAAAAAAAfs/wPBTNHVephI/s1600/Movas.jpg" /&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUgvQ1Q004I/AAAAAAAAAfk/TJ_LMuzkYxw/s1600/Movas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="10000" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUgvQ1Q004I/AAAAAAAAAfk/TJ_LMuzkYxw/s320/Movas.jpg" width="405" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4633220662564424574?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4633220662564424574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4633220662564424574&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4633220662564424574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4633220662564424574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/12/pic-pac-pic.html' title='PIC PAC PIC'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TUg9Ig7SuPI/AAAAAAAAAf0/Xz8HadhfXy0/s72-c/Movas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-522186272258110530</id><published>2010-11-29T21:58:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T22:13:59.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>21</title><content type='html'>abad 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya membaca bahwa seseorang ilmuwan besar mengatakan bahwa abad ini adalah abad lingkungan hidup, sama seperti yang saya dengar dua tahun lalu bahwa abad 21 adalah abad kembalinya agama-agama, ada yang bilang abad biologi, jauh-jauh hari saya dengar bahwa abad 21 adalah abad biorobot, humanoid, ada juga yang mengatakan abad 21 adalah abad leburnya batas-batas negara menjadi satuan besar yang saling berhubungan dalam kampung dunia. Ilmuan-ilmuan besar abad lampau telah banyak meramalkan, dari yang baik-baik tadi yang saya sebutkan hingga yang 'terburuk' : kepunahan terakhir agama-agama, kepunahan negara-negara, kepunahan tradisionalisme, kepunahan desa-desa, kepunahan hutan dunia, dan kepunahan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TPSVyYI801I/AAAAAAAAAew/3mLJoNqd_J0/s1600/hutan-tropis-01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TPSVyYI801I/AAAAAAAAAew/3mLJoNqd_J0/s320/hutan-tropis-01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang bisa meramalkan apapun, selama hari H nya masih jauh, setiap orang bisa membikin film apapun, selama hari H nya masih jauh, tapi hanya sedikit orang yang bisa meramalkan dengan tepat, selebihnya hanya menjadi dongeng dan mitos. Memang kita telah merasakan bagaimana, sesuatu yang duapuluh tahun yang lampau tidak terbayangkan kini hadir dan nampak: 1. Informasi yang tidak lagi memiliki batas, 2. Kendaraan murah, 3. Pasar global, 4. Rusaknya lingkungan hidup (hutan kita, sungai kita, udara kita), 5. (proses ) Demokrasi ! (khususnya di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi saksi sejarah kecendrungan masyarakat yang sepuluh tahun yang lalu jarang memiliki HP, dan sekarang nyaris semua warga memiliki nomer pribadi masing-masing, kita menjadi saksi kendaraan-kendaraan Jepang dan China, serta seabrek alat-alat elektronik mereka yang bersaing dalam pasar domestik kita untuk beradu antara kualitas dan harga, kita telah menjadi saksi bisu hilangnya hutan tropis secara cepat di Kalimantan, dan di halaman kita masing-masing: hilangnya burung-burung tertentu, reptil-reptil tertentu, mamalia liar tertentu, pohon-pohon, tanaman obat, dan tanaman pangan alternatif yang langka dikampung halaman kita, di halaman dan dibelakang rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia telah mengambil haknya sebagai makhluk yang berakal, pasar bebas kita telah mengambil peran luas terhadap kompetisi yang tidak dibatasi hierarki, kompetisi tunggal kita telah memusnahkan sebagian handmade dan pengusaha kecil dikampung halaman, walau sedikit dari mereka bisa bertahan di lingkaran global dengan kedewasaan dan strategi yang diajarkan dari pengalaman modern. Tapi kenyataannya walau Kasongan Jogja masih buka dan ramai dengan gerabah-gerabahnya, tapi tidak dengan Jatisari, Blitar yang dulu terkenal pula dengan gerabah dan coeknya, anak-anak perajinnya tersedot di pasar pekerja murahan global, menyebar ke penjuru dunia ke-3 yang sedang getol membangun, sementara Kasongan beruntung berada di lokasi dimana pariwisata global masuk di dalamnya, tapi Jatisari tidak seberuntung itu, berada di pinggir dunia yang merasakan perubahan sebagai suatu kereta patas yang meninggalkannya, lalu berusaha menyusulnya kebirit-birit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung halaman saya Blitar, burung bangkai, alap-alap telah yang biasanya menghiasi langit, terkadang satu, dua atau tiga ekor sekarang telah lenyap, burung emprit yang selalu bermigrasi di musim kemarau di atas pucuk-pucuk kelapa di samping rumah saya kini tak terlihat lagi riuh ocehannya, burung gereja diatap rumah kami menghilang entah kemana, duru sering kami jumpai bunglon, dan biawak serta kadang dan tokek, sekarang jarang sekali nampak, ada rombongan burung kontol yang setiap sore melintas di langit-langit rumah untuk pulang ke sarangnya, kini langit itu telah kosong, dahulu banyak anjing dan musang liar, sekarang musnah entah di mana. Kita manusia secara perlahan dan pasti telah memusnahkan itu semua, yang sebenarnya memiliki nilai (valuasi) yang tidak terbayangkan harganya. Berapa harga kicauan burung diatap rumah dan rantind dahan di halaman rumah kita? berapa harga bunglon yang beterbangan diantara dahan-dahan pohon?, berapa harga atraksi udara burung kontol di langit rumah kita setiap sore? Dan seolah-olah kita bisa tetap hidup tanpa itu semua, kita bahkan secara tidak sengaja merasa akan lebih hidup tanpa semua itu di masa kini, alat-alat rumahtangga kita, internet, gitged, mobil, rumah gaya minimalis, gaya hidup dari café ke café, hotel ke hotel, belanja di Carefour, nightclub&amp;nbsp; dan bla..bla, adalah pencapaian nyaris sempurna bagi manusia jaman ini, rasanya begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang cenderung menghargai yang bisa mereka jangkau dan pikirkan dalam waktu sesaat, kebutuhan yang pendek dan singkat, kerusakan berlahan yang tidak mereka rasakan tidak mengguncang hati mereka, menurunan kualitas dan pendangkalan air tanah, memanasnya suhu bumi, hilangnya kicauan burung berlahan-lahan tidaklah segamang apabila AC di kamar tidur atau kantor mati, air dari kran berhenti, atau jalan raya yang berlubang. Memang sebagian bilang kalau masalah lingkungan sudah ada yang bertanggungjawab, tapi gaya hidup kita, dan cara memandang dunia ini secara salah telah berakibat pada degradesi yang semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan telah menjadi mitos, dan sekian banyak mitos telah dihidupkan menjadi kenyataan, beraneka gaya hidup lahir tidak hanya dari kompromi dagang kita, tapi membaur dalam nilai-nilai kita, dan kepentingan politik kita, perdagangan serta merta menemukan titik tawar dengan degalanya selama celah kesempatan itu masih ada, mitos tentang kecantikan, mitos tentang kejantanan, mitos tentang keshalihan, mitos tentang kemakmuran, mitos tentang kesehatan, mitos yang mengarahkan mana yang enak dan mana yang selera rendahan, mana yang modern dan mana yang kampungan. Orang-orang yang diciptakan tanpa memiliki alat untuk mengkritik apapun nilai-nilai yang dibentuk oleh media kita dan kekuasaan atau bahkan kompromi dengan pemimpin-pemimpin agama akan berakhir dan tersedot pada pusaran pasar yang riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan akan lebih sempurna bila datang dari kebodohan kita untuktidak bertanya lagi, husss diamlah, tutup telinga kita untuk hal-hal lain selain apa yang sekarang ada di hadapan kita, tidak usah tanya darimana polister dan catton pada ranjang kita, tidak usah tanya harga upah dan usia buruh pada karpet yang menghiasi lantai kita, tidak usah tanya darimana besi molek, baja dan tembaga pada mobil kita, bagaimana bensin dibuat, dan bla bla bla, kita akan kehilangan kegagahan kita bila harus mengurus, siapa yang memetik biji kopi pada secangkir kopi yang sedang kita minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan masa lalu, mungkin dunia akan lebih baik bila bencana itu sering datang di waktu dan tempat yang tidak terduga dan tidak tepat. Semoga saja tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-522186272258110530?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/522186272258110530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=522186272258110530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/522186272258110530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/522186272258110530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/11/21.html' title='21'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TPSVyYI801I/AAAAAAAAAew/3mLJoNqd_J0/s72-c/hutan-tropis-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-797957636838089523</id><published>2010-11-26T03:07:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T23:00:30.557-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><title type='text'>Korea Utara Vs Korea Selatan, Komunis-Konservativ Vs Liberal-Kapitas, dan seonggok DIALOG WARAS</title><content type='html'>Korea Utara Vs Korea Selatan, Komunis-Konservativ Vs Liberal-Kapitalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini, semenanjung Korea menjadi pemberitaan hangat di media Internasional, Korea Utara telah memukul gong pertunjukan, menabuh genderang perang, dan dunia berharap cemas, akan kondisi paling buruk yang bakal terjadi, nun bila perang itu serius ditanggapi oleh kedua Korea, ini akan menandakan krisis baru di Asia Timur, krisis baru ekonomi Asia, krisis baru Asia Tenggara, krisis baru dunia. Oleh karenanya, Jepang dan China berupaya keras agar kemungkinan terburuk itu tidak pernah terjadi, tapi siapa yang bakal tahu tentang hari esok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TO-WndwGy2I/AAAAAAAAAeo/vVBRG9fZSss/s1600/_44904435_flag_getty.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TO-WndwGy2I/AAAAAAAAAeo/vVBRG9fZSss/s320/_44904435_flag_getty.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semua tahu masalah Korea adalah sisa perang dingin yang seharusnya sudah berakhir, tapi kebekuan blok timur dan blok barat, yang menandakan dunia pertama dan kedua pada kenyataannya tak semudah itu hilang disapu sejarah. Patung Lenin memang telah tumbang, dan tembok Berlin telah runtuh, tapi tidak dengan Korea, tidak dengan Kuba, dan secara garis besar Eropa Timur (exs Unisoviet-Ortodok Yunani-Ortodok Russia) dengan Eropa Barat (Katolik Roma-Protestan) memang masih menyisakan&amp;nbsp; jarak, China (neo-komunis) dengan Jepang (Kapitalis-Liberal) juga merupakan dua pusat Asia Pasifik yang berlomba untuk saling mempengaruhi di kawasan sekitarnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan dengan kasus Komunis, Perang Salib yang sudah hampir seribu tahun berlalu saja, masih sangat membekas bagi dunia ini, prasangka tentang dunia Islam dan dunia Barat (Katolik-Protestan) bahkan masih menyusup ke dalam keyakinan masing-masing secara tersembunyi dan tidak disadari, Turki walau nyatanya sudah sangat terbaratkan dengan sekulerisasinya masih ditolak penuh keraguan kala menginginkan masuk dalam Uni Eropa, bahkan agama secara tidak langsung telah memecah Yugoslovakia menjadi negara kecil, Slovenia-Kroasia (Katolik), Serbia (Ortodok), Bosnia-Kosovo-Albania (Muslim), walau hampir seratus tahun Yugoslovakia sangat kiri dan sangat sekuler. Sedikit saja namun mengena pada isu lama ini, maka akan menuai badai besar kelak pada suatu harin (lepas dari maslaha muatan politik di dalamnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Korea, tidak seperti rezim Uni Soviet yang diruntuhkan oleh Glasnost Perestroika,&amp;nbsp; yang justru dikumandangkan oleh dedengkot-dedengkotnya, karena mengakui ketertinggalan Uni Soviet dari rivalnya Eropa Barat. Korea Utara tidak memiliki sejarah ‘kegagalan ideologi’, hal sama terjadi pula di China, Vietnam, Laos, Syria, dan Kuba, ditambah lagi ideologi bukanlah suatu system organis dimana kala kepalanya tertembak (di Moscow) maka bagian tubuh yang lain akan roboh,&amp;nbsp; tapi ia adalah system amoeba yang akan beranak pinak walaupun 99 % dari jumlah keseluruhan telah dimusnahkan, kenyataannya memang tidak ada pusat, dan komunis tidak akan pernah mati, walau ideologynya diberangus, karena ia tidak hanya menyusup di otak waras manusia, ia dan semua ideology lain bahkan mampu menembus hingga dikedalaman hati sanubari pemeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak ada hubungannya rasionalitas dengan ideology (dalam batasan dan catatan tertentu), bila ideology (tertutup ini) telah melembaga dengan sangat kuat (seperti halnya agama dan keyakinan) maka satu-satunya yang bisa menghancurkannya adalah melanjutkan debat mulut dengan perang besar sesungguhnya, rezim memang bisa digantikan, namun bila ideology berwujud dan bermetamorfosa menjadi keyakinan, maka sulit untuk bisa mengubahnya kecuali dengan mencuci otaknya. Komunis bukan lagi sekedar pemikiran untuk memusnahkan kelas, dan meruntuhkan feodalisme-borjuis seperti kelahirannya di masa Lenin dan Mao, karena sisi praktis ini telah hilang dan berganti dengan sisi emosional, sisi yang sangat privat, ini antara hargadiri dan bagian dari identitas personal, sejajar dengan agama dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah situasi ini benar-benar telah menjadi gambaran umum antara Komunis Korea Utara dan Kapitalis Korea Selatan ? orang Korea Selatan sebenarnya tidak berideologi karenanya mereka disebut berideologi Liberal, semua yang tidak berideologi dan cair maka bisa dikatan liberal. Dalam agama misalnya, sekaku apapun wujud agama, ia akan menyisakan celah dalam kebekuannya, ia akan menyisakan dialog dan kerjasama yang saling menguntungkan antar perbedaan, munculah Islam Liberal atau Kristen Liberal, Islam Inklusif atau Kristen Inklusif, dalam kasus China juga terjadi, komunis tapi relative liberal dalam beberapa aspek terutama ekonomi, dalam hal ini komunis mampu berdialog dengan situasi ekonomi, hal serupa terjadi di Vietnam. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.yaf.org/uploadedImages/Blogs/content_berlin_wall.jpg?n=2937" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="242" src="http://www.yaf.org/uploadedImages/Blogs/content_berlin_wall.jpg?n=2937" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bila situasi Korea berlanjut menjadi peperangan, ini akan menambah sejarah panjang perang saudara di Dunia hanya karena Ideology-Keyakinan, Dulu ada perang sipil atau saudara: Amerika Serikat (utara-selatan), Vietnam (utara-selatan), Yaman (timur-barat), Indonesia (komunis dengan nasionalis-islamis), Latin, India (muslim Pakistan-Banlades dengan Hindu India), China-Taiwan (nasionalis-Kominis) dan lain-lain. Perang-perang itu ada yang berakhir dengan perdamaian, ada yang berakhir dengan kemenangan salah satu pihak, ada yang belum berakhir, ada yang menyisakan luka besar. Korea adalah salah satu bagian yang belum berakhir, belum ada yang menjadi pemenang, dan masih pula meninggalkan luka lama. Bila memang dialog itu tidak terjadi, dialog yang tentu saja sangat dipengaruhi pula oleh kepentingan – kepentingan negara lain seperti Jepang, China dan juga dunia, ini akan menjadi uji pembelajaran akan perbedaan ideology yang masih menjadi masalah yang bisa menghancurkan dua saudara yang memiliki tanah yang sama selama&amp;nbsp; ribuan&amp;nbsp; tahun yang lalu. Suatu contoh modern dimana persaudaraan darah menjadi tak berarti sama sekali hanya karena perbedaan Ideology dan keyakinan, hal sebenarnya yang masih lumrah terjadi dalam kehidupan&amp;nbsp; keluarga di Indonesia dan bahkan di dunia semacam Amerika. Dan kembali korban sesungguhnya adalah rakyat,manusia-manusia biasa, anak-anak akan menanggung beban sejarah dan terutama dendam di masa datang. Adalah sebuah ironi tapi inilah kenyataannya di dunia yang untuk berhubungan dimanapun tinggal memencet tombol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-797957636838089523?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/797957636838089523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=797957636838089523&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/797957636838089523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/797957636838089523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/11/korea-utara-vs-korea-selatan-komunis.html' title='Korea Utara Vs Korea Selatan, Komunis-Konservativ Vs Liberal-Kapitas, dan seonggok DIALOG WARAS'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TO-WndwGy2I/AAAAAAAAAeo/vVBRG9fZSss/s72-c/_44904435_flag_getty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-1519565035427234874</id><published>2010-11-24T01:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T02:42:13.811-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenyataan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Gay-us, Kapitalisme dan sebuah loncatan (i)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan ini saya tulis berawal dari ketertarikan saya dengan sebuah posting teman blog saya tentang kasus Gayus,&amp;nbsp; yang disuap wajib pajak agar pajak yang dibayarkan si wajib pajak lebih sedikit dari yang seharusnya dibayarkan, di negara yang bernama Indonesia, yang orang-orangnya ketika melihat penyelewengan integritas moral dan hukum seperti kasus korupsi, kolusi dan nepotisme cuma (sering kali atau selalu ) diam seribu bahasa, dan menganggapnya 'selazimnya' dan 'sewajarnya'.&lt;b&gt; Orang Indonesia yang tipikalnya selalu bermain di permukaan dan kulitnya&lt;/b&gt; saja dalam menegakkan profesionalitas,seperti mengtahui ada gulma yang mengganggunya, mereka mencaci maki keberadaannya, tapi memetik buah gulma namun tidak mencabut dari akarnya, penegakan integritas hanya seperti membentuk bonsai dari semak gulma yang mewabah, menyingkirkan yang kroco-kroco, yang macamGay(us)-Gay(us).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.pakkatnews.com/wp-content/uploads/2010/07/malu-korupsi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="334" src="http://www.pakkatnews.com/wp-content/uploads/2010/07/malu-korupsi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebejatan yang diceritakan di media hanya semacam puncak gunung es, dan sebuah kapal luar biasa besar yang bernama Indonesia, dengan para nahkoda dan kelasi kelasinya merasa gunung es itu masih kecil, "dan perahu kita bisa menerjangnya!!", dan "sekarang kita telah menerjangnya!!", lalu nyatanya berlahan kita memang akan tenggelam, atau memang dari dulu, dari Indonesia merdeka, &lt;b&gt;kita telah menerjang puncak gunung es itu, ‘nyantol’ kapal besar kita tapi tidak menenggelamkannya&lt;/b&gt;, lalu orang bodoh dan lemah masih tetep dikapal, dan yang merasa ‘pintar’ dan memang punya kemampuan financial, mencari bala penyelamatan, sekoci-sekoci kecil, yang akan membawa mereka pergi ke kapal lain, yang menghargai keberadaan mereka dan potensi mereka, yang membuat mereka jauh lebih hidup dari sekedar hidup di kapal besar yang ‘kecantol’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang analogi sederhana saya teramat menyesatkat, &lt;b&gt;Indonesia&lt;/b&gt; bukanlah kapal, Indonesia dibentuk oleh sejarahnya uniknya yang panjang, bagi sebagian orang, ini &lt;b&gt;bukan sekedar alat atau sarana untuk mengantarkan kita dari satu keadaan lama ke dunia baru yang lebih menjanjikan&lt;/b&gt;, atau tujuan serta cita-cita baru yang lebih sejahtera dan kaya, masih ada yang berfikir ini adalah rumah, bukan sekedar ‘house’ tetapi ‘home’, bukan sekedar ‘griya’ tapi ‘pesanggrahan’, bukan sekedar &lt;b&gt;‘tanah air’ tapi "tumpah darah"&lt;/b&gt; orang-orang semacam itu ada, tapi mungkin jumlahnya hanya sekian persen hitungan jari dari setiap kelompok populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena (Indonesia)&amp;nbsp; ini bukan sekedar kapal yang terombang-ambing di lautan, tapi sebuah rumah, kediaman, entitas yang ada sejak jaman lampau, maka ia penuh dengan kenangan, sejarah, tradisi, nilai-nilai, dan tentunya harapan. Entitas wilayah yang hanya berkembang di rumah yang sangat besar ini, &lt;b&gt;multi etnis tapi tidak terpecah belah seperti Yugoslovakia&lt;/b&gt; atau Uni Soviet atau dipaksakan seperti China, &lt;b&gt;multi bahasa tapi tidak menjadi hambatan tajam yang sensitif seperti di India atau Belgia&lt;/b&gt;, karena bahasa Melayu dagang kita telah dikukuhkan sebagai bahasa bangsa ini, &lt;b&gt;multi agama tapi tidak terkelompokkan seperti Libanon, pecahan Serbia atau Irlandia&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;multi kelas&lt;/b&gt;, bahwa karena distribusi modal dan kesempatan pendidikan belum merata (sama sekali) maka kesenjangan kelas menjadi unik bagi Indonesia, sangat indah rasanya meihat dari griya tawang (puncak menara), gedung-gedung menjulang dihiasi oleh &lt;i&gt;slum dog&lt;/i&gt; yang mengitarinya, orang-orang &lt;b&gt;skandinavia pasti sangat suka dengan wisata kemiskinan&lt;/b&gt;, mereka akan bilang&lt;b&gt; “oooo ternyata ada ya…. baru sekarang saya percaya”&lt;/b&gt;, Indonesia kaya akan &lt;b&gt;keragaman biodeversiti&lt;/b&gt;, dari tingkatan gen, spesies, komunitas, habitat hingga ekosistem, walau kita hanya akan &lt;b&gt;menunggu waktu akhir bagi musnahnya semua keragaman ini&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semenjak&amp;nbsp; krisis 98, reformasi dianggap bak ‘kotak pandora’ yang bisa mengabulkan semua permintaan dan harapan yang terbaik bagi kita, dan kenyataanya, &lt;b&gt;betul kata bung R(h)oma Irama, cuma euforia&lt;/b&gt; (euphoria), sampai saat ini kita warga masyarakat biasa ini sudah terbiasa dengan permainan euphoria, ‘seolah-olah’ saja&amp;nbsp; harapan dan unek-unek kita telah menjadi nyata, bebas dari KKN, punya integritas dan profesionalisme, demokrasi yang egaliter dan jauh dari kroni, dan oligarki, apalagi anarki, tapi nyatanya….. Huffffffffffffff….. (nafas puuuanjuuuuanggg) ini benar-benar panggung sandiwara murahan, seperti (maaf) sinetron-sinetron kita, kita haus seperti penduduk kota eufaria, kita menjumpai sesuatu yang diduga air segar, lalu kita tertawa kegirangan luar biasa, tapi kita tidak mendapatkan ‘air’nya karena nyatanya hanya ‘fatamurgana’, sepertinya kita cuma senang sesaat di gedung panggung pertunjukan, &lt;b&gt;Gong dipukul, Bonang ditabuh, seruling ditiup, lalu muncul bermacam-macam lakon&lt;/b&gt;, runtuhnya ‘Soeharto’, ‘Demokrasi’ Indonesia, ‘rakyat sipil’&amp;nbsp; menjadi pemimpin, ‘ulama’ menjadi pemimpin, runtuhnya ‘diktator’ ditangan ‘dewan yang terhormat’, pemimpin dari ‘nasionalis’, reformasi kepolisian, pencabutan dwi fungsi TNI, reformasi birokrasi, 'tranparansi' anggaran dan proyek-proyek, MK, raskin (?), reformasi birokrasi, subsidi pendidikan, transparansi pegawai negri, media 'bebas', reformasi agrarian, perlindungan buruh, pembangunan "berkelanjutan", ‘jaminan kebhenikaan dan persaman warga negara’ dan lain-lain. Pertunjukan itu tidak usai-uasai karena-nya kita keluar dari gedung megah itu, dan &lt;b&gt;begitu keluar kita kembali ke dalam kenyataan yang bercampur aduk antara kebosanan, kelucuan, kengerian, dan keragu-raguan serta ketakutan,&amp;nbsp; akhirnya kotak Pandora itu hanya menyediakan itu semua&lt;/b&gt;, walau kita berusaha mengocoknya sampai seharian. Jadi siapa yang disalahkan? dan apa perlu mencari kesalahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya mahasiswa baru, senior saya dengan bersemangat mengumpat-umpat musuh dari negara ini, dia menyebutnya seonggok &lt;b&gt;‘pemikiran kapitalisme’,&amp;nbsp; dia melihat sejarah manusia salah menentukan pilihannya,&lt;/b&gt; maka yang muncul adalah kroni minoritas yang berpusat di barat, yang membiarkan dunia ke tiga dijajah dan dieksploitasi besar-besaran demi kedamaian dan stabilitas sosial ekonomi negeri-negeri maju jauh di sana, narasi semacam itu sangat menjiwai dan mendidihkan jiwa muda saya, ditambah kenyataan bahwa &lt;b&gt;saya adalah rakyat kebanyakan yang merindukan sesosok kultus yang berani mendobrak ketololan pemimpin bangsanya&lt;/b&gt;. Lama-lama saya sadari, tidak semua yang dibicarakannya dan ide-ide yang dilahirkannya dijalankan dalam kehidupan sehari-hari nya (senior saya tadi), misal: yang lain berjalan&amp;nbsp; dan pengguna angkutan dia pakai motor, yang lain jomblo dia gonta ganti pasangan, yang lain makan diangkringan dia sering di warung padang, yang lain berbicara dengan teman-temannya, dia bicara dengan petinggi-petingginya, yang lain ingin membuka dialog dengan ide-ide sebrang, dia malah membangun tembok pembatas, agar idenya tetap lestari, &lt;b&gt;tidak ada dialog, ide adalah&amp;nbsp; monolog panggung, titik!!. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya menyebrang, karena saya tahu mereka itu, dan mereka tidak akan memenuhi apa yang mereka bicarakan, kelak mereka akan menjadi pemimpin, dan mereka hanya akan memenuhi panggung dengan lakon lama yang tidak pernah usia. Karenanya &lt;b&gt;saya&amp;nbsp; tergugah mempelajari kapitalisme, dari sudut pandang kapitalis, dari cara Adam Smith dan Keynes memulainya dengan ilmu kartesius&lt;/b&gt;, dan kapitalis adalah jawaban mentah dari apa yang telah ditemukan&lt;b&gt; James Watt, mesin uap&lt;/b&gt;. Mesin uap yang membuat &lt;b&gt;produksi lebih cepat&lt;/b&gt;, mesin uap yang &lt;b&gt;meringkas&amp;nbsp;&amp;nbsp; jumlah tenaga kerja&lt;/b&gt;, mesin uap yang menciptakan jumlah &lt;b&gt;hasil yang lebih banyak dan 'sempurna'&lt;/b&gt;, mesin uap yang membawa hasil produksi ke &lt;b&gt;pasar yang lebih luas&lt;/b&gt;, mesin uap yang mempengaruhi &lt;b&gt;dinamika dan ritme kerja melalui telegram dan kereta api&lt;/b&gt;, mesin uap yang mengembangkan tekhnologi lain sehingga manusia dimudahkan karenanya melalui mesin cetak buku, alkitab dan komposisi musik. &lt;b&gt;Bagi saya yang berfikiran positif, mesin ini diciptakan untuk lebih memudahkan dan membantu penciptanya&lt;/b&gt;, dan bukan malah sebagai bentuk kecemasan akan kehilangan pekerjaan, kehilangan pasar, kehilangan kreatifitas, kehilangan identitas dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_DV6vlWS55Fs/S73KJ83jBBI/AAAAAAAAAC8/DR-S3gayZB0/s1600/baju_koruptor1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/_DV6vlWS55Fs/S73KJ83jBBI/AAAAAAAAAC8/DR-S3gayZB0/s400/baju_koruptor1.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Memang melihat kapitalis seperti dari &lt;b&gt;yang saya tulis sangat lah 'condong'&lt;/b&gt;, kapitalisme sendiri juga merupakan sesuatu yang sebenarnya tidaklah mutlak bisa dikenakan seperti jenis kelamin (yang ini saja pun juga masih saja diprotes), &lt;b&gt;China menganggap dirinya komunis, namun pada perkembangannya (ekonominya) sangat kapitalis, Kuba menyebut dirinya komunis tapi kenyataannya dia sangat manorkis&lt;/b&gt;, Perancis dan Inggris malah kini condong ke kiri, mengikuti Amerika latin, &lt;b&gt;Skandinavia tidak menyebutkan dirinya sosialis, tapi dalam hal pajak tinggi sebagaimana perancis, ia malah sangat sosialis&lt;/b&gt;.  Arab Saudi menyebut dirinya Islam, tidak sosialis seperti Suriah atau liberal seperti Israel, tapi dia secara ekonomi terkapitaliskan. &lt;b&gt;Bahkan bisa jadi sosialis di suatu negara bisa dianggap sangat liberal di negara lain. Dari sini kita sangat paham&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;ideology bersifat sangat-sangat cair&lt;/b&gt;. Kapitalisme (sering dipersalahkan) dipandang sebagai musuh, tapi seperti dua sisi mata uang, bila dampak negative kapitalisme itu disepakati, “biasanya" kapitalisme tetap membawa ekornya, ekor yang mengubah keadaan masa lampau seperti memiliki jarak panjang dengan masa kini dan masa datang. Jadi parameter apa yang digunakan untuk menilai suatu bangsa kapitalis atau sosialis dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kapitalisme yang “baik” mementingkan &lt;b&gt;profesionalitas kerja&lt;/b&gt; dan bukan melalui system perkoncoan atau relasi atas dasar suku, ras, agama dan lain-lain. Kompetisi kapitalis mementingkan keahlian dan bukan lamanya kita bekerja, &lt;b&gt;Silicon Valleys membawa kita pada dunia dimana ide, kepintaran dan keahlian lebih dihargai daripada kesetiaan dan pengabdian&lt;/b&gt;, hal ini jauh lebih baik dari sekedar “karena kamu lebih tua di sini maka kamu yang lebih dihormati”, mitos perkoncoan atau nepotisme akan hancur dalam kapitalisme yang sehat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapitalisme yang “baik” &lt;b&gt;mengutamakan transparansi, atas arus modal dan audit keuangan&lt;/b&gt;, dalam kapitalisme tidak ada atau minim label “rahasia negara” seperti dokumen proyek-proyek dan anggaran belanja negara kita di masa lalu, transparansi mengajak masyarakat untuk terlibat erat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapitalisme yang “baik” &lt;b&gt;melihat pasar sebagai tantangan diversitas, toh produk McD di Indonesia tidaklah sama dengan di India yang cenderung vegan atau di Arab yang cenderung daging domba&lt;/b&gt;, kapitalisme memang membawa nilai “coca cola” tapi dia telah menciptakan sprit dan fanta (toh McD dan coca cola hanya menguasai sedikit pasar dari semua minuman dan rumah makan di Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapitalisme &lt;b&gt;merasionalisasikan tenaga kerja&lt;/b&gt;, itulah pekerjaan yang terbaik yang bisa dilakukan manusia daripada bekerja memakan gaji buta dengan menggelembungkan jumlah tenaga yang berarti melecehkan sebagian tenaga manusia. Di system kapitalis tidak ada kejadian ngobrol lama di kantin atau di lobi, tidak ada pembengkaan pegawai yang dipaksakan seperti di lembaga pemerindahan yang sering membikin badan-badan atau lembaga tapi hasilnya nol. &lt;b&gt;Kapitalisme juga menyediakan serikat bekerja bahkan memberikan kesempatan memiliki saham perusahaan seperti di negara skandinavia&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapitalis membawa &lt;b&gt;kepentingan individu (khusus), dan kebutuhan-kebutuhan (khusus) nya&lt;/b&gt;, walau sedikit kurang mempengaruhi komunitas, namun kebutuhan personal adalah bagian dari pencapaian ditahap sosial, ini mengapa deversitas sangat ditekankan, kita bisa memilih banyak merek celana dalam di masa sekarang bandingkan dengan jumlah merek dagang di masa lalu, juga &lt;b&gt;makan direstoran negara manapun bila mengunjungi Kemang, tapi ini tidak berarti makanan Gudeg dan Jengkol Betawi tidak bisa dibawa di restoran&lt;/b&gt;, kapitalisme sesungguhnya ingin sekali berkompetisi secara sehat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dll&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Memang orang cenderung takut bila suatu BUMN di privatisasi, tapi badan milik pemerintahpun belum tentu menjamin kesejahteraan masyarakat bila tidak dilatih berkompetisi dalam dunia yang menghendaki kebebasan kompetisi dan bukan proteksi, lihatlah Pertamina, Jawatan kereta api, atau PLN, yang sampai saat ini sangat jarang inovasi. Dahulu kala&amp;nbsp; ada TVRI yang seolah akan selalu jaya, kini kita disuguhkan banyak pilihan program, dari yang serius semacam Metro Tv atau Tv One sampai yang “gak&amp;nbsp; jelas” seperti TPI (MNC TV) atau Indosiar, inilah hasil nyata kapitalisme, &lt;b&gt;tidak terhitung pula tv kabel yang memuat aktivitas komunitas, Tv Gereja, Tv Islam, Tv Bali, Tv Dayak, Tv Bahasa Jawatimuran (J-Tv)&lt;/b&gt;, yang akhirnya menguatkan identitas nasional itu sendiri. Inilah&amp;nbsp; yang disebut budaya korparasi sejati, dimana pabrik mengikuti selera konsumen tanpa diatur oleh mitos ketakutan melalui Proteksi-Regulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya merasa condong pada &lt;b&gt;kapitalisme “sehat”, kapitalisme yang tidak setengah-setengah&lt;/b&gt;, dimana &lt;b&gt;tidak sekedar berlomba-lomba mengundang&amp;nbsp; investasi asing yang lebih longgar, tapi tidak diikuti nilai-nilai kompetisi yang lebih transparan dan membuka peluang bagi siapa saja&lt;/b&gt;. Intinya &lt;b&gt;kapitalisme masihlah yang terbaik dari system yang semuanya buruk&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;memang tidak ada yang membahagiakan semuanya, tapi lebih banyak orang yang bahagia&amp;nbsp; dalam kapitalisme yang sehat&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah, transparansi dan kompetisi semua bidang yang yang melibatkan lebih banyak orang, mengurangi dan meniadakan jaringan perkoncoan, dan mengundang setiap orang untuk berkompetisi secara wajar sebagai hak mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi &lt;b&gt;fenomena mbak Gay-us&lt;/b&gt;, adalah : hasil karya &lt;b&gt;“Kapitalisme Semu” yang bigbos-bigbosnya cuma menerima datangnya investasi hasil kongkalikong pengusaha dan pemerintahan bobrok, yang tidak transparat, tidak auditable dan menghalalkan ketidak adilan pasar&lt;/b&gt;. Kita tahu sendiri usaha-usaha kelas merah yang jaringannya hingga mampu masuk menjadi bagian dari lambang nasionalisme bangsa ini, dari pemerintah hingga kepengadilan, perwakilan rakya, kepolisian dan lain-lain. &lt;b&gt;Tapi dibalik kelamnya mendung pasti masih ada celah bagi mentari pagi.... semoga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-1519565035427234874?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/1519565035427234874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=1519565035427234874&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1519565035427234874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1519565035427234874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/11/gay-us-kapitalisme-dan-sebuah-loncatan.html' title='Gay-us, Kapitalisme dan sebuah loncatan (i)'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DV6vlWS55Fs/S73KJ83jBBI/AAAAAAAAAC8/DR-S3gayZB0/s72-c/baju_koruptor1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6026150493803819323</id><published>2010-11-21T21:27:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T21:59:58.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>22 11</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;angka yang sering saya ingat, twin, simple, renyah. akhirnya saya memasuki masa yang seharusnya sangat matang, seharusnya siap secara finansial, moral dan bathin memasuki jenjang pernikahan, suatu masa dimana yang diperjuangkan tidak sekedar aku, tetapi kita dan juga kami. kenyataannya itu memang cuma seharusnya, dan seharusnya pada kenyataanya tidak seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;beberapa orang memang telah menikah jauh sebelum umur ini tiba, beberapa kawan sudah memiliki 2 atau bahkan 2 lebih setengah buah hati, selebihnya kenalan atau kawan saya yang lain bahkan belum juga menikah di umur mendekati tiga puluh, tigapuluh lima, atau mendekati empat puluh, tapi memang 'umumnya' umur saya hari ini adalah sering kali menjadi masa-masa awal rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya memang tertinggal oleh 'gerbong pada umumnya', dalam banyak hal bahkan mendekati memalukan, saya sangat menyadari itu, terutama dalam finansial, saya seperti bangunan yang terlihat reot dan hampir runtuh. dan karena telah menjadi kebiasaan, maka saya tidak merasakan bangunan yang saya bangun itu 'nyaris' runtuh, dan mungkin akan menimpa saya suatu hari nanti. dalam hal kesiapan bathin, yang ini masalah yang lain juga, bukannya saya memfokuskan pada kehidupan yang langgeng dan berwawasan ke depan, tapi saya justru merputar pada masalah-masalah nilai, dan terlalu mengawang-awang, saya terikat erat pada perdebatan, yang ujung-ujungnya memang tidak berujung dan bermuara. dan hari ini, hal-hal itu 'seharus'nya sudah selesai, tapi 'seharusnya' seperti tadi saya bilang, menjadi tidak harus dalam kenyataanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ketika saya berkunjung di teman perempuan terdekat saya, ada seorang suami dan bayinya yang mungil, saya sempat berbisik padanya," kok mungkin?", perempuan yang sudah saya anggap sebagai kakak sendiri itu menjawab, "ya.. semua kalau mau belajar, ya mungkin". jawabannya memang sederhana, tapi entah itu solusi atau mungkin awan yang melintas lalu lalang saja, saya bingung harus saya 'iya' kan atau 'tidak'kan, saya cuma tersenyum waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;temen dekat perempuan saya itu sebelum dia memutuskan menikah, saya tahu betul kalibernya, tidak secara privasi, tapi secara tingkah laku dan pikiran liarnya, hobi manjat, gak canggung sama cowok manapun, dan lain-lain yang biasa dilakukan cowok tapi tak biasa dijalani betina, tapi toh diumurnya waktu itu yang sepantaran saya sekarang ini, akhirnya membuat ia menyerah, lari ke institusi negara dan mengajukan kawin, dan kemarin bayinya lucu sekali, saya terharu, hampir menangis, sempat saya berfikir, punya bayi tapi tidak ribet-ribet harus menikah, ah tapi saya tidak seberani itu, saya tahu diri lah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu, apa memang dalam waktu 'dekat' saya harus menikah ?, tidak ada&amp;nbsp; keharusan, tapi kondisi sosial semakin menekan, teman-teman esde, es em pe, es em a, temen kuliah, nyaris mengirimi undangan pernikahan setiap bulan, memang saya dalam hati kecil tidak terlalu tertekan, sama sekali, yang menekan saya justru omongan orang, saudara dekat saya juga sering mempertanyakan, "lalu mana perempuan mu?" dan saya biasanya cuma tersenyum, pada saat seperti itu, anehnya saya seperti ingin ditelan mentah-mentah bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rashul bilang, pernikahan itu adalah mengikuti sunnahnya, tapi tidak selalu wajib bagi setiap orang, tergantung pribadi masing-masing, wajib bila memang sudah siap dan tak bisa menahan, sunnah bila memang dah siap, boleh bila ketentuan syarat rukunnya sudah terpenuhi, bahkan makruh bila belum siap secara lahir-bathin, atau haram bila memang dengan pernikahan itu malah menimbulkan kerusakan. jadi apakah hukumnya bagi saya menikah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lain halnya dengan satu temen lainnya (karenanya beruntung, saya memiliki banyak pembanding), dia berumur 35 tahun, seorang dokter yang sedang meneruskan s2 nya satu kampus dengan saya, tapi anehnya dia masih suka pacaran, seperti anak-anak es em a juga, yang masih jatuh cinta dengan tangis menangis (hufff). satu lagi, satu temen saya lagi yang lain bahkan merasa tidak akan menikah, dan mending hidup sendiri dengan anjing-anjingnya, padahal dia lebih muda dari saya. masa depan yang aneh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ya begitulah, saya sebenarnya tidak sedang mencari teman yang sama-sama menunggu datangnya kereta api berikutnya, memang rasanya saya masih bisa mengambil sikap tenang, tapi entah mengapa walaupun punya kesadaran jender dan kehidupan semi urban yang setengah bebas, hati saya tetap merasa tinggal di pedalaman kampung halaman, tempat padi yang kemuning menunggu panenan, atau sungai meliak-liuk yang jernih, dengan tetangga yang saling berbagi kiriman makan, dan terutama beradu gosip yang sederhana tapi tidak sebahaya di kota-kota.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;22 11&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jadi apakah sekedar pernikahan yang menjejal di otak saya ?? saya benar-benar mengalami keluguan, bila yang saya pikirkan hanya itu, seperti gadis-gadis dari kampung udik, bahwa seolah pernikahan berarti menempati rumah baru dan bebas atau setidaknya terlepas dari pengawasan orang tua. saya kira, saya telah dengan sengaja membiarkan racun yang saya produksi sendiri dalam tubuh saya membunuh saya sendiri berlahan tapi pasti, seolah dunia saya hanya dibatasi oleh empang batas kampung, padahal saya sudah melewati dan jauh lagi melewatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;banyak yang bisa kita perbuat sementara menunggu 'kereta berikutnya', Tuhan telah membiarkan saya untuk (sedang) mencicipi pendidikan jenjang s2, Tuhan juga mengeluarkan saya dari penjara doktrim dan paradigma kaku untuk lepas bebas di dunia makna dengan kehidupan yang lebih luas, Tuhan meminta saya berbuat sesuatu sejauh tangan saya bisa menjangkau, akal saya bisa memikirkan dan kata-kata saya bisa didengarkan, jadi pernikahan adalah satu cabang kecil saja dari arus utama yang sedang saya jalani, hidup ini hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya memang semakin banyak kehilangan kesempatan dan momentum, dan semakin saya besar, semakin menyadarinya, saya sangat ingin semua itu tidak terjadi lagi atau tidak terlewat banyak, lalu dengan kesempatan-kesempatan itu, betapa senangnya menjalani menjadi 'kami' atau 'kita' dengan cara lain, ketika cara yang 'umumnya' atau 'seharusnya' itu memang belum berkenan untuk saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pada banyak teman yang memiliki banyak masalah dan membutuhkan setidaknya kehadiran saya, pada pemikiran-pemikiran yang membutuhkan pengertian yang lebih membumi, pada kasih sayang antar keluarga dan teman, pada harapan yang kami, dan kita bangun bersama akan Indonesia, Islam, dan Bumi, adalah tak adil bila semuanya hanya ditutupi dan dipotong oleh apa yang orang-orang sebut sebagai 'umumnya'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;22 11 adalah angka yang terbaik bagi saya, pada waktunya, semua yang terlihat tidak bermakna ini akan menjadi sesuatu yang paling berharga. antara suatu keyakinan dan harapan saya berdoa, semoga kebimbangan dan kegalauan ini segera berlalu di tahun kedepan, saya memang sedikit lelah dengan paradikma dan (re) konstruksi, dan saya kini sedikit haus dengan (re) konsiliasi, tapi saya selalu hadir untuk semua itu, untuk semua yang membutuhkannya, terutama membangun jembatan atara fikiran angan-angan saya dan kenyataan dalam diri saya yang terbatas ini, dan pada semua yang mengajak saya untuk terus berfikir, dan menjadi semakin matang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;vini vidi vici&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6026150493803819323?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6026150493803819323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6026150493803819323&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6026150493803819323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6026150493803819323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/11/22-11.html' title='22 11'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-3576623752160677952</id><published>2010-10-27T05:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T05:31:19.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TJ2H4vTNfT0/TIXVT6ESlBI/AAAAAAAAAPs/j5x9672hVzA/s1600/mbah-maridjan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_TJ2H4vTNfT0/TIXVT6ESlBI/AAAAAAAAAPs/j5x9672hVzA/s320/mbah-maridjan.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Siapa lagi yang akan membersihkan kotoran di jalan setapak menuju puncak Merapi ini -yang biasanya berasal dari para pendaki ini dan "pencinta alam" ini-, satu lagi tauladan yang sederhana telah mendahului kami...... (wedang gedang anget yang engkau aduk itu, dan bacaan "angudubillah" kala menjadi imam subuh kami di surau mu, akan selalu ka&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;i kenang), selamat jalan mbah... "udhulul jannat radliatan mardliah" amean&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-3576623752160677952?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/3576623752160677952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=3576623752160677952&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3576623752160677952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3576623752160677952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/10/siapa-lagi-yang-akan-membersihkan-jalan.html' title=''/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TJ2H4vTNfT0/TIXVT6ESlBI/AAAAAAAAAPs/j5x9672hVzA/s72-c/mbah-maridjan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-7904949247970574999</id><published>2010-10-24T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T05:47:49.809-07:00</updated><title type='text'>Di Dunia Yang "NYARIS" Sempurna</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.freewebs.com/seto_sora/Perfect%20Paradice.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://www.freewebs.com/seto_sora/Perfect%20Paradice.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt;yang ‘&lt;span class="SpellE"&gt;nyaris&lt;/span&gt;’ &lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Anak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gadis&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bangun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tepar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kamar&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;kamar&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tak&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;mengerti&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ibu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bersembunyi&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;ketakutan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;balik&lt;/span&gt; sofa &lt;span class="SpellE"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ruang&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melihat&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;sesosok&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lelaki&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ruang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;gelap&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pengap&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;orang-orang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;henti-henti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menggerakkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tangan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hampir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sepuluh&lt;/span&gt; jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Lelaki&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menengok&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jendela&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mobilnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sosok&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dekin&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sambil&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;tersipu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sinis&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Lelaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sehabis&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;keluar&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;masjid&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;marah-marak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sepasang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sepatunya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hilang&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt;yang ‘&lt;span class="SpellE"&gt;nyaris&lt;/span&gt;’ &lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Sosok&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lelaki&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;atletis&lt;/span&gt; six peak, &lt;span class="SpellE"&gt;gagah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tinggi&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;keluar&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; gym, &lt;span class="SpellE"&gt;menjawab&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;panggilan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hpnya&lt;/span&gt;, “&lt;span class="SpellE"&gt;yayank&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;belikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;adik&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;warna&lt;/span&gt; pink &lt;span class="SpellE"&gt;yach&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kutu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;buku&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;membuang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selembar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;catatannya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dipakai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tapi&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sampah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Seniman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gondrong&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;memaki&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perempuan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;perempuan&lt;/span&gt;yang &lt;span class="SpellE"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seniman&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;memaki-maki&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;balik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seniman&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gondrong&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Kampanye&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;politikus&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;berperut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;buncit&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dihentikan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sementara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hujan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dilanjutkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lelaki&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kurus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memayunginya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;acara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selesai&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hujan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;belum&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;selesai&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Para &lt;span class="SpellE"&gt;demonstran&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;mengangkat-angkat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;baliho&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tuntutan&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pulang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;sekotak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kue&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; motor yang &lt;span class="SpellE"&gt;menggelegar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;asap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;menghitam&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; yang “&lt;span class="SpellE"&gt;nyaris&lt;/span&gt;’&lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Sepasang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tua&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gembel&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tinggal&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kotak&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kardus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tiga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;puluh&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tahun&lt;/span&gt;,&lt;span class="SpellE"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;istri&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saudara&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dua-duaya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menghabiskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;rokok&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;har&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berteriak-teriak&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;koropsi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;negara-negara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ke-tiga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;siang&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;malamnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;menghabiskan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kelab&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;malam&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; hotel &lt;span class="SpellE"&gt;habis&lt;/span&gt; lima &lt;span class="SpellE"&gt;ribu&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dolar&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;sementara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;salju&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;masih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kesepian&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pak &lt;span class="SpellE"&gt;haji&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pulang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mekah&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tiga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kalinya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;memanggil&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;anaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menagih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hutang&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;tetangga-tetangganya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;menunggak&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bayi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lahir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sehat&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ibunya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;meninggalkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;saja&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Anak-anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bermain&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ular&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tangga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dadunya&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;hilang&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; yang “&lt;span class="SpellE"&gt;nyaris&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Burung-burung&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;dulu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bernyanyi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dahan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hilang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;dikurung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&amp;nbsp; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;para&lt;/span&gt; “&lt;span class="SpellE"&gt;pencinta&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;burung&lt;/span&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Seseorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berkorban&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;demi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cintanya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mu&lt;/span&gt;,&lt;span class="SpellE"&gt;tapi&lt;/span&gt; saying &lt;span class="SpellE"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;mencintainya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Hujan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;musim&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kemarau&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kekeringan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; dating &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;musim&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hujan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; yang “&lt;span class="SpellE"&gt;nyaris&lt;/span&gt;”&lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;jalan-jalan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lalui&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;harapan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;ingin&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lewati&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semua&lt;/span&gt;yang &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pergi&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menemani&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dating &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;kita&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;akhir&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;disebut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kematian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekotak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;abu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pusara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;guntukan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tanah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;masih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;basah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;bunga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kambojanya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;berguguran&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; yang “&lt;span class="SpellE"&gt;nyaris&lt;/span&gt;” &lt;span class="SpellE"&gt;sempurna&lt;/span&gt;yang &lt;span class="SpellE"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berakhir&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kematian&lt;/span&gt;yang &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pernah&lt;/span&gt; sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-7904949247970574999?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/7904949247970574999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=7904949247970574999&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7904949247970574999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7904949247970574999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/10/di-dunia-yang-nyaris-sempurna.html' title='Di Dunia Yang &quot;NYARIS&quot; Sempurna'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4942114402172865259</id><published>2010-09-29T19:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T20:16:18.495-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Pancasila, Cinta, dan Harapan untuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TKQAFzuGfYI/AAAAAAAAAeQ/b1QpBuiiINo/s1600/pancasila.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TKQAFzuGfYI/AAAAAAAAAeQ/b1QpBuiiINo/s320/pancasila.png" width="294" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini, pada masa-masa yang tidak terlalu lampau, kita memperingati apa yang dulu kita sebut Hari Kesaktian Pancasila, hari dimana&amp;nbsp; anak-anak SD hingga para pegawai negeri di lingkungan universitas waktu itu dihimbau melalui pidato presiden, upacara bendera dan film yang selalu diputar setiap tahun untuk menghayati perjuangan dan pengorbanan pahlawan dan terutama ‘pejuang’ revolusi, yang dalam hal ini dikenal sebagai salah satu panglima tinggi angkatan darat yang kemudian menjadi presiden Indonesia, yang telah menumpas apa yang disebut kelompok pengkhinat Pancasila, partai yang berideologi komunis, PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Kini, suasana hari-hari yang semacam itu telah berlalu, ada sedikit suasana kerinduan&amp;nbsp; bagi sebagian orang walau mungkin selebihnya telah dilupakan terutama oleh anak-anak dan remaja yang dibesarkan di zaman yang kita sebut sebagai Reformasi. Namun beberapa orang tidak akan melupakannya, karena memang menjadi saksi mata atau terlibat langsung dalam sejarah kelam masa itu. Diawali dengan ketidakpastian ekonomi, krisis kepemimpinan, kebuntuan parlemen, konflik elit dan juga bencana lingkungan seperti kelaparan dan penyakit serta situasi internasional yang panas dan tegang antar blok. Mengakibatkan rakyat kebanyakan menderita, bahkan&amp;nbsp; ratusan ribu rakyat atau mungkin berjuta juta rakyat menjemput ajal dan dihinggapi ketidakpastian panjang pada kurun waktu sebelum dan setelah hari ‘H’ yang kemudian kita sebut G30S-PKI&amp;nbsp; itu, bisa jadi penanda ‘akhir’ dari masa krisis besar ini adalah rontoknya ideologi komunis dan orde lama serta munculnya rezim baru yang kemudian hari disebut orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang orde baru, maka semua ideologi yang beraliran komunis dilarang, sama halnya untuk rezim orde lama, atau Soekarno, juga dilarang keras untuk bangkit kembali, karena itu pula komunis yang ‘melakukan subversi’ dan orde lama yang digambarkan ‘korup’ tidak boleh lagi mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia. Dan karena kebijakan ini didukung oleh institusi hukum dan militer, yang juga baru disuksesi dari dalam, maka kebijakan ini berubah menjadi revolusi atau tepatnya huru-hara di kalangan rakyat jelata yang sepanjang satu dekade sebelumnya memang telah frustrasi, konflik perang saudara tidak terelakkan, alasan utamanya karena komunis dianggap berkhianat, bukan Indonesia, bukan Pancasilais, bukan nasionalis, dan tidak beragama, maka entah itu orang nasionalis, agamis dan terutama militer, bertindak untuk membabat habis pengikut komunis hingga ke akar-akarnya, siapa yang komunis dia pasti akan mati, disiksa atau dipenjara, tanpa mendapatkan perlindungan hukum yang sewajarnya,&amp;nbsp; berjuta-juta orang meninggal, tanpa dihormati dan bahkan hilang tanpa boleh dicari jasadnya. Pada akhirnya yang sesungguhnya menderita dan menjadi korban adalah benar-benar rakyat Indonesia sendiri, dan mungkin tetangga atau kerabat dekat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Fakta sejarah itu memang demikian adanya, namun pada sudut yang lain, memang komunis condong pada ketidaktaatan beragama, bermula pada ejekan pendiri komunis sendiri&amp;nbsp; terhadap agama, dan di negara-negara bekas atau masih komunis bukti ini mudah didapatkan, walau perdebatan tentang opini ini masih berlangsung seiring perubahan komunis sendiri dari waktu ke waktu,&amp;nbsp; kenyataannya memang telah terjadi pemberontakan Madiun oleh PKI dan pemberontakan G30S-PKI&amp;nbsp; walau ada yang bilang itu oknum ditubuh PKI, dan kenyataannya PKI sendiri memiliki hubungan yang sangat dekat dengan rezim Uni Soviet waktu itu, namun dengan demikian apakah PKI sendiri bisa dikatakan telah berkhianat terhadap Pancasila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikarenakan ‘hanya’ oleh alasan itu, di masa lalu sebelum G30S-PKI, dan setelahnya, harusnya tidak hanya komunis yang dilarang, banyak ‘oknum’ dari ideologi, atau kelompok selain komunis yang condong ke ‘luar’ dalam pemikiran dan hubungan pendanaan gerakan dan kebijakannya, teori individualisme modern dan kebebasan nalar juga menjerumuskan manusia di Indonesia pada pertanyaan tentang institusi agama, bukankah bapak-bapak ilmu pengetahuan modern kita tidak semuanya beragama? Ada pula masalah subversi model baru (oportunis) yang kental di dalam gaya perpolitikan kita, dari sini nyatanya menjadi bias ketika kita menggunakan terma pengkhianat Pancasila apalagi menggunakan istilah Kesaktian Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;amp;site=macsman.wordpress.com&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fmacsman.files.wordpress.com%2F2008%2F10%2Fg30spki1.jpg&amp;amp;sref=http%3A%2F%2Fmacsman.wordpress.com%2Ftag%2Fsejarah-g-30-spki%2F" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;amp;site=macsman.wordpress.com&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fmacsman.files.wordpress.com%2F2008%2F10%2Fg30spki1.jpg&amp;amp;sref=http%3A%2F%2Fmacsman.wordpress.com%2Ftag%2Fsejarah-g-30-spki%2F" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahwa nyatanya karena salah satu dari sedikit alasan, yaitu Pancasila : kita disatukan sebagai bangsa Indonesia tidak peduli suku dan agamanya, kita tidak mau terombang-ambing dan dijajah lagi dalam hal kebijakan oleh Belanda, Jepang, atau apapun jua, kita telah menghentikan perdebatan berkepanjangan tentang dasar-dasar negara Indonesia, kita menghargai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, dan dengan keyakinan itu justru tidak ada alasan bagi kita untuk memaksakan dan merekayasa konsep keyakinan kita agar diterima orang lain. Kita berusaha menghormati fakta yang tidak bisa terelakkan bahwa kita berbeda-beda dalam banyak hal, dan beragam asal-usul, tapi kita nyatanya taat pada satu tujuan sebagai suatu bangsa yaitu tujuan atas martabat yang mulia lahir bathin bagi semua manusia Indonesia. Mungkin inilah kesaktian Pancasila yang ingin diraih bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap warga negara Indonesia memang berhak menafsirkan makna Pancasila dan sejarah bangsa ini karena keduanya memang hak milik kita sendiri, namun dengan hak istimewa tersebut semoga tidak terulang lagi mengorbankan berjuta-juta nyawa rakyat Indonesia dan perlakuan tidak adil yang diterima oleh sebagaian warga negara ini oleh sesama warga negaranya sendiri. Selamat mencintai Pancasila.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4942114402172865259?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4942114402172865259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4942114402172865259&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4942114402172865259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4942114402172865259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/09/pancasila-cinta-dan-harapan-untuk.html' title='Pancasila, Cinta, dan Harapan untuk Indonesia'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TKQAFzuGfYI/AAAAAAAAAeQ/b1QpBuiiINo/s72-c/pancasila.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8303190547414396953</id><published>2010-09-26T03:11:00.000-07:00</published><updated>2010-09-26T04:32:15.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>Hari Ini.... Dan Pagi Ini....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://studymassa.files.wordpress.com/2007/10/morning-at-vilage-road.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://studymassa.files.wordpress.com/2007/10/morning-at-vilage-road.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, seperti hari-hari sebelumnya, matahari terbit dari timur dan terbenam di ufuk barat, hari-hari dengan kekecewaan masa lalu, kebosanan masa kini, dan ketakutan masa datang, bisa juga sebaliknya, kenangan indah masa lalu, semangat masa kini, dan masa depan adalah tantangan hidup agar jiwa raga lebih matang. Tergantung dari mana kita memandangnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi dengan ruangan kamar sepi-senyap, telah lama hidup sendiri atau mungkin memang ingin menyendiri. Entah sering kali pagi-pagi di tahun-tahun ini terasa sepi sekali, ada rasa sakit di hati ketika mencoba memutar waktu jauh ke belakang, masa kecil dengan sarapan pagi, nasi goreng lauk dua sisir tempe atau nasi pecel dari kampung halaman yang nikmat, menggenjot sepedah ontel untuk sampai ke sekolah, bertemu teman-teman satu sekolah di tengah perjalanan dan berbincang ini itu, pagi saat bersembahya dhuha dan memohon nilai terbaik waktu ebtanas, pagi saat berangkat ke kampus, awal semester pertama, dan memandang semua orang yang seolah sudah siap menyambut kuliah-kuliah baru, pagi ketika bangun dari Dome/kemah, lalu membantu perempuan-perempuan tangguh memasak sarapan pagi di atas gunung di ketinggian di atas 3000 mdpl, dengan kabut pagi yang masih terpoles, atau sisa bau hujan dan bau pinus gunung yang menusuk sanubari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun ini, pagi adalah seperti sesuatu sekuel film yang diulang-ulang, dan sutradara dalam satu adegan keseringan bilang cut! cut! cut!, (bayangankan bila ini adalah pengambilan adegan porno, adegan orang mandi, adegan orang jatuh, adegan orang teriak marah -betapa capeknya atau asyik nya-), pagi hinggap seperti manual command yang persis seperti juklak, kadang juga dengan rasa yang kosong dan tujuan akhir yang rabun untuk hari yang tak pasti, rindu berharap suatu pagi yang berbeda, dengan suasana yang lain, dan nilai-nilai baru serta doa-doa baru yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang menyenangkan, bangun pagi sehabis subuh, bisa joging keliling blok, menyapa tetangga, suatu pagi saat kita bisa menemukan kenyamanan dengan keluarga, senyum dari ibu dan bapak, dari istri dan anak-anak. Suatu pagi dimana teman kerja tampil dengan rapi-rapi dan wangi, dengan canda dan tawa, suatu pagi dimana tak ada desah panjang keluhan dan diganti dengan harapan serta doa-doa yang khusuk, suatu pagi... tapi pagi yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya saya memulai kuliah S2 saya, suatu cita atau mungkin 'pelarian yang terbaik' dari segala pelarian yang memang harus saya lalui, pelarian dari status sebagai pekerja yang belum jelas? sebagai bapak bagi ibu dan anak yang tak kunjung datang? atau sebagai bagian dari keluarga besar umat manusia yang belum sanggup&amp;nbsp; berbagi peran untuk saling memahami dan menolong. Sungguh dari sini, S2 bisa dipandang benar-benar pelarian. Namun dari sisi yang lain pilihan untuk meneruskan jenjang akademik adalah bagian dari langkah untuk memilih satu dari banyak pilihan 'pelarian', karena hingga saat ini duniawi begitu mengasingkan bagi saya, maka karenanya orang-orang 'sukses' hanyalah bagian dari hasil pertaruhan dari strategi pasar besar peradaban yang diciptakan oleh segelintir orang rakus dan membosankan, sehingga orang-orang yang tak cukup berpendidikan atau tidak memiliki akses yang leluasa untuk mempraktekkan ilmunya, akan terlempar dalam pasar jenuh, dalam keduniawian yang sering kali saya temukan hampa akan makna dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara dunia ke-3, kerakusan adalah mimpi-mimpi yang dirawat dengan rapi oleh segolongan kecil manusia, untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, untuk menggaji dengan penuh perhitungan (alias pelit) untuk para buruh dan petani kecil, untuk membiarkan biaya pendidikan melambung tinggi, sehingga orang-orang papa hanya diberi kesempatan dicekoki oleh mimpi 'lapar' dan 'haus' akan kemewahan keduniawian yang dianggap pilihan paling 'waras' dan 'sempurna', itulah dunia ke-3 yang: segelintir orang dari beratus-ratus juta rakyatnya ingin terus menjadi lebih dan lebih kaya lagi dengan cara merekayasa aturan, dalam kebijakan negara, undang-undang,&amp;nbsp; gaya hidup, dan ornamen-ornamen pendidikan! sangatlah rakus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, sampai kapan lagi saya menjadi asing atau mengasingkan diri..... kuliah menjadi tempat saya bertapa, dan menulis adalah bagian dari membiarkan emosi ini mengalir keluar dari tempurung kepala, untuk membiarkan otak saya mengering dari segala protes dan ketidak puasan. Dan pagi ini, seperti biasa, menjadi seonggok gerundel, tercabik penuh luka dan kekecewaan, yang sebenarnya bukan pada atau untuk orang lain, tidak untuk presiden, orang-orang munafik, orang-orang rakus, Amerika atau Tuhan. Tapi untuk diri ini, yang selalu rakus dan memelas untuk dianggap terlukai oleh batas tembok besar yang saya buat sendiri, yang memisahkan antara dunia idealis saya serta kenyataan yang penuh noda! Bimbing aku Tuhan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8303190547414396953?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8303190547414396953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8303190547414396953&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8303190547414396953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8303190547414396953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/09/hari-ini-pagi-ini.html' title='Hari Ini.... Dan Pagi Ini....'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-337918486904429318</id><published>2010-08-31T06:27:00.001-07:00</published><updated>2010-09-25T07:13:48.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Ramadhan 2010 #23 "DOMINATION I"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xWlHXKEHYlE/SbOq3TGgJQI/AAAAAAAAABc/phg7s3ox628/s1600/4941880-lg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_xWlHXKEHYlE/SbOq3TGgJQI/AAAAAAAAABc/phg7s3ox628/s320/4941880-lg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi maut kita cuma jelaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di peti yang telah tertutup rapat dalam paket hari raya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usang kita memenuhi kepala masing-masing yang membusuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada nafas kita yang tak kepalang bernafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaian berkedok menjadi pemeran panggung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang diguyur tepuk tangan saat cerita usai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian melakonkan pertunjukan terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum layar dilipat untuk terakhir kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisakah seseorang menari di gedung agung dengan bangku penonton kosong?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada raksasa dalam tubuh kerempeng yang selalu lapar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada mimpi siang bolong yang dianyam untuk membangun jembatan ke surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian tertawa di puncak kasmaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian&amp;nbsp; memilu dalam kabut kesunyian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perih yang ditanam dalam pedalaman jiwa telah berbuah duri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi Butha yang siap meremuk redam kerumun kosong kota melompong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar menjadi penonton suatu panggung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menjenuhkan dan melelahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertepuk cebelah tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tertawa namun pincang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menangis hanya sekedar melukis dalam sepiring air mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan lebih banyak membincangkan kepedihan dan luka cerita.&lt;br /&gt;Suatu kisah di tempat lain.&lt;br /&gt;Diingat untuk dilupakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia tidak akan pernah berubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tidak akan mengubah apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kedalaman hati juga dipermukaan kulit.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-337918486904429318?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/337918486904429318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=337918486904429318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/337918486904429318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/337918486904429318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/08/ramadhan-2010-23.html' title='Ramadhan 2010 #23 &quot;DOMINATION I&quot;'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xWlHXKEHYlE/SbOq3TGgJQI/AAAAAAAAABc/phg7s3ox628/s72-c/4941880-lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6546504460120497793</id><published>2010-08-31T06:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T06:01:45.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Bagaimana cara pindah alamat KTP?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan membawa pengantar Rt/Rw, KTP dan KK anda ke Kelurahan untuk mengurus Surat Pindah di kelurahan alamat yang sama, Surat pindah yang anda dapat dari kelurahan anda bawa dulu ke kecamatan untuk ditanda tangani camat, setelah itu dengan membawa/menunjukkan Surat Pindah anda lapor ke Rt/Rw di alamat yang baru,untuk mendapatkan Pengantar Rt/Rw dari alamat yang baru , lalu surat pindah dari kelurahan yang lama dan pengantar Rt/Rw dari alamat yang baru anda bawa ke kelurahan alamat yang baru untuk kedatangan sekaligus mengurus KTP dan KK ; Lama waktu penerbitan KTP dan KK baru, Insya Allah paling lama 2 minggu &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6546504460120497793?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6546504460120497793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6546504460120497793&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6546504460120497793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6546504460120497793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/08/bagaimana-cara-pindah-alamat-ktp.html' title='Bagaimana cara pindah alamat KTP?'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-1056843298037799748</id><published>2010-08-31T05:59:00.001-07:00</published><updated>2010-08-31T05:59:57.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN LSM ATAU YAYASAN ?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cc33cc;"&gt;BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN LSM?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cara mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) gampang saja. Pendiri minimal 3 atau 5 orang, tergantung notarisnya. Kemudian disahkan dihadapan notaris dan dibuatkan akta pendirian organisasi. Persyaratannya fotocopy KTP para pendiri, dan semua pendiri wajib datang pada saat tanda tangan akta notaris. Biaya Rp.500.000 sampai Rp.700.000, tergantung nego. Akta Notaris berisi tentang akta pendirian organisasi dan anggaran dasar organisasi. Kalau kita sudah mempunyai Anggaran Dasar, itu bisa kita ajukan ke notaris, tetapi kalau kita belum mempunyai notaris akan membuatkan. Tetapi sebelumnya kita harus membuat draft tentang tujuan organisasai, misi/visi organisasi dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah akta notaris jadi, ibarat orang kawin sudah kawin siri, tapi belum resmi. supaya resmi maka harus punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Syarat pembuatan NPWP adalah Foto Copy KTP Ketua LSM/organisasi, NPWP Ketua, foto copy akta notaris, foto copy surat keterangan domosili (alamat secretariat) LSM/organisasi dari desa/kelurahan, stempel LSM/organisasi. Syarat tersebut dibawa ke kantor pajak terdekat, langsung jadi dan gratis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah NPWP jadi, LSM bisa mengadakan kegiatan secara resmi dan menjalin kerjasama dengan pihak lain, baik itu kerjasama dengan pemerintah maupun swasta. Tetapi kalau kegiatan itu berhubungan dengan politik atau kegiatan berskala nasional, kadangkala diperlukan legalitas yang lebih. Legalitas ini misalnya harus didaftarkan di Badan Kesatuan Kebangsaan (Bakesbang) di kabupaten/kota atau propinsi (jika mempunyai cabang di kota lain dalam propinsi).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cara Mendaftar di Bakesbang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Persyaratan untuk mendaftar di Bakesbang yaitu, selain persyaratannya sama seperti pengurusan NPWP, adalah susunan pengurus yang disyahkan oleh kepala desa/lurah setempat. Foto kantor/sekretariat, daftar isian dan surat pernyataan yang formulirnya sudah disiapkan di kantor bakesbang. Setelah semua persyaratan sudah masuk, selanjutnya pihak Bakesbang akan mensurvey keberadaan LSM tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cc33cc;"&gt;CARA MENDIRIKAN YAYASAN&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cara mendirikan Yayasan, selain persyaratannya sama dengan LSM, juga harus disyahkan oleh Departemen Hukum dan HAM. Anggaran Dasarnya harus sesuai dengan pakem yang sudah ditentukan. Pembuatan nama yayasan harus di cek dulu di Depkumham, karena nama yayasan tidak boleh sama di seluruh Indonesia. Biaya pengurusan pendirian yayasan melalui notaris ini sekitar 3 juta, tergantung nego.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Demikian info singkat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-1056843298037799748?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/1056843298037799748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=1056843298037799748&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1056843298037799748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/1056843298037799748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/08/bagaimana-cara-mendirikan-lsm-atau.html' title='BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN LSM ATAU YAYASAN ?'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-8557650459870831015</id><published>2010-06-08T03:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T21:55:46.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>BALI NOW...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TA4c5CKypdI/AAAAAAAAAc4/n6BNYdVccRY/s1600/ozz.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TA4c5CKypdI/AAAAAAAAAc4/n6BNYdVccRY/s320/ozz.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Bali, ada apa di sana? pantai yang ramai dengan bule-bule, adat hindu yang masih kuat, orang bali yang berbeda dari orang jawa, karena itu banyak orang menyukainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sanur yang sayu, dengan baling-baling di tepi pantai yang menjerit sendu, mengingatkan pada kanak-kanak kita yang sering kali cengeng, kapal nelayan, olah raga parahlayang, terbit dan senja matahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuta, pantai putih yang bersih, seruak bule-bule dengan bigini seksi dan speedo, "jangan malu menikmati dunia, kamu pikir Aku pemarah???" begitu Tuhan berteriak, mumpung masih hidup, nikmati apa yang menjadi kesempatanmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pijat telanjang, woww.. sexy (thanks a lot Jime!!), untungnya under control, bau dupa, patung budha (mengapa bule-bule gemar banget dengan pernak-pernik budha??), serta lampu temuram, tidak bikin tidur tapi membincangkan bali dari sudut pandang orang bali, tukang pijet bali yang ramah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hotel, atau Koteg, di sebrang tempat pijat ada Hotel atau koteg, mana yang benar?, interior kamarnya sayup, tertutup, padahal saya rindu langit biru...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vila bebek, milik teman saya, sangat dingin, intuitif, agak mirip villa di puncak, walau kesannya sangat mistis, (thanks very much with a suite room). Menarik, kerinduan gemericik kelokan sungai terobati sudah, akhirnya saya menemukan bintang-bintang malam ini, tapi entah tiba-tiba saya merindukan upacara-upacara mistis bali, tapi tetap saja tak kesampaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunung Batur, sewa guide Rp 300.000, very expensive, saya kira inilah biaya termahal untuk guide selama saya mendaki gunung, kalau yang mahal-mahal di Bali pasti dijawab "wajar dunksss", its Bali, bukan Jogja, jadi kalau Bali tak mahal namanya bukan Bali, and i m not agree!!! saya kira Lonely Planet yang bekerja bersama Guide Batur akan memberi kesan yang tak terlupakan, ternyata...?? sedikit kecewa juga, ini gunung atau anjungan kapal?, tidak ada tempat dan waktu bagi saya untuk merenung seperti saat-saat saya naik gunung lainnya (naik gunung kalau bukan untuk menghayati untuk apa lagii? cepat-cepatan ke puncak? atau nambah jam terbang? konyol!!), yang ada di Batur lebih banyak panas (mirip gunung Ungaran dan Lawu, GUNDULLL!!!), bukankah 300 ribu cukup untuk membeli sepuluh bibit plus membayar guide.....?,(Khusus masalah Gunung dalam hal tata kelola, bali masih kalah jauuuuhh dengan Jogja), Pertanyaan berikutnya, kalau memang ingin ada Pura di gunung mengapa harus dibangun jalan aspal untuk ke sana, bukankah jalan setapak terkesan lebih alami? (entahlah). Gunung Batur sangat seksi, dari atas terlihat danau, saya lupa namanya, danau dimana Bali truyan meletakkan orang mati di bawah pohon, langit cerah sekali di Batur waktu itu, Guide nya ibu Komang, sangat strong dan ramah, Guide terbaik yang pernah saya jumpai&amp;nbsp; (karena ini the #1 saya naik gunung dengan guide).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Ubud ada apa?, lukisan, bule belanja, Bule ngopi, Bule jalan-jalan, Bule naik mobil, (saya ke sini tidak untuk lihat Bule seksi atau gagah), seniman bali yang misterius (ini yang saya cari), vila, vila, dan vila, cafe, cafe dan cafe, untung masih ada Banjar, sehingga seni bali tidak terlalu komersil, i like fine art... Vila bebek yang dingin, interior di luar agak bali (tercium aroma gotik versi bali) dan di dalam terlalu western Anglo oriented, but my friends is smart man, dia bisa memadukan antara idealismenya dan permintaan pasar (pasar Bule tentunya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman istimewa dan sangat mengesankan, dan terimakasih buat teman saya, Michael.... -sayang saya terlahir di dunia lebih lambat dari kamu- be smart!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-8557650459870831015?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/8557650459870831015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=8557650459870831015&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8557650459870831015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/8557650459870831015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/06/bali-now.html' title='BALI NOW...'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/TA4c5CKypdI/AAAAAAAAAc4/n6BNYdVccRY/s72-c/ozz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-271206089058882740</id><published>2010-05-28T07:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T07:41:17.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>when i never forget you</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_76ZSx9-6-AA/Sw_tiQvEBSI/AAAAAAAACN8/r52tQkWHqsI/s1600/Siwa+Siddhanta+di+Bali+dipostkan+oleh+Pasek+Tangkas+Blog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_76ZSx9-6-AA/Sw_tiQvEBSI/AAAAAAAACN8/r52tQkWHqsI/s320/Siwa+Siddhanta+di+Bali+dipostkan+oleh+Pasek+Tangkas+Blog.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;kita mengimpikan semua kembali&lt;br /&gt;tapi tidak bisa lagi&lt;br /&gt;kamu melaju terlalu ke depan&lt;br /&gt;sementara aku masih duduk manis menunggu matang kudapan.&lt;br /&gt;sering kali aku merindukan mu..&lt;br /&gt;sepertinya kamu tidak sesering rindu pada ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhenyak merindukan hujan gerimis di lembah merapi waktu itu&lt;br /&gt;engkau terhelai gelepar dipangkuanku&lt;br /&gt;mengingatkan tentang percekcokan di parangtritis&lt;br /&gt;dan esoknya kita bercinta dibawah langit biru tua&lt;br /&gt;mengingatkan pada rasa capek di padusan di bawah parang ndog&lt;br /&gt;membayangkan manusia kahyangan jatuh terhempas dipinggir telaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku mencintai mu, tapi aku lebih mencintai Tuhan kita.."&lt;br /&gt;"aku juga sama..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karenanya cinta kita seperti dipisahkan tembok ratapan&lt;br /&gt;seperti benteng agung yang membujur di cina&lt;br /&gt;seperti embarkasi yang sulit saling memahami&lt;br /&gt;dan kita berhenti tanpa bisa membangun lagi kata..&lt;br /&gt;untuk kembali.. atau juga untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta memang tidak bisa diterka seperti permainan petak umpet&lt;br /&gt;aku dan kamu memang bersedia untuk menang tapi tidak ada satupun yang berharap kalah&lt;br /&gt;lalu saat kamu merasa menang, itu artinya aku kalah&lt;br /&gt;dan cinta di hati kita berubah menjadi sekotak permainan dadu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada yang hilang, sungguh..&lt;br /&gt;dan selalu ada yang bertambah...&lt;br /&gt;setiap kenangan meninggalkan jejaknya&lt;br /&gt;dan semakin banyak jejak semakin rumit memahaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sedang apa...."&lt;br /&gt;"bis makan.."&lt;br /&gt;"bas bis terus...."&lt;br /&gt;"ke meno ke mene terus.."&lt;br /&gt;"huh"&lt;br /&gt;"huh too.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rigit..&lt;br /&gt;telah menjadi mandul..&lt;br /&gt;serasa angin musim membawa kebosanan&lt;br /&gt;musim buah tidak dengan panen&lt;br /&gt;tapi biarlah&lt;br /&gt;biarlah!!&lt;br /&gt;biarlah!!!!!&lt;br /&gt;biarlah!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat senyum mu, aku melihat Tuhan ku&lt;br /&gt;melihat bola mata mu aku melihat nabi ku&lt;br /&gt;suara mu yang desah bak lantunan azan menara surau di kampungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertengkaran kita seolah tarian sufi dari madras&lt;br /&gt;dan cara kamu menolak rayuan dunia mengingatkanmu pada keteguhan yusuf&lt;br /&gt;katanya kamu bosan pada dunia, dan itu mengingatkanku pada sidharta&lt;br /&gt;kamu tidak lagi 'tidur' seranjang berdua, kamu seperti perawan maria&lt;br /&gt;keinginanmu berdiet mengingatkanku pada tubuh kering yesus yang tersalip&lt;br /&gt;dan saat engkau memutuskan untuk pergi sendiri tanpa ku, aku tahu engkau bagai brahmana diperjalannya yang sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dan tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku tahu kamu tetap tak ubahnya seperti manusia biasa...&lt;br /&gt;dan hati ini akan menunggumu saat engkau benar-benar telah haus...&lt;br /&gt;ijinkan aku sedukan segelas teh hangat untuk mu walau suatu saat nanti&lt;br /&gt;suatu saat...&lt;br /&gt;dan kelak di suatu saat...&lt;br /&gt;setidaknya agar walau sekejap aliran dahaga ini pergi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga Tuhan mengijinkan ku untuk mengecup keningmu mesra..&lt;br /&gt;di suatu saat&lt;br /&gt;kelak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-271206089058882740?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/271206089058882740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=271206089058882740&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/271206089058882740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/271206089058882740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/05/when-i-never-forget-you.html' title='when i never forget you'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76ZSx9-6-AA/Sw_tiQvEBSI/AAAAAAAACN8/r52tQkWHqsI/s72-c/Siwa+Siddhanta+di+Bali+dipostkan+oleh+Pasek+Tangkas+Blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-270461501817781469</id><published>2010-05-23T03:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T03:39:51.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>in missing I</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://humayunn.files.wordpress.com/2009/11/let-the-soul-rest-in-peace1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://humayunn.files.wordpress.com/2009/11/let-the-soul-rest-in-peace1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;menggeliat menampung hasrat....&lt;br /&gt;sepi yang mengalun bak ombak pagi yang remuk&lt;br /&gt;di bawah langit abu-abu nafsu menukik&lt;br /&gt;dan doa-doa menjadi labirin perih&lt;br /&gt;kamu pergi tak bilang-bilang&lt;br /&gt;dan suaraku tersekik terhisap lamunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku pulang sampai lusa.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersandar di ranjang reot mengidam mimpi indah&lt;br /&gt;saat itu bulan desember setelah hari kurban engkau datang&lt;br /&gt;melengking dengan suitan&lt;br /&gt;aku tergepoh menjumpaimu yang pucat&lt;br /&gt;kita sama-sama pucat waktu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau ke mana..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sampai saat ini aku dan kamu tak tahu mau ke mana....&lt;br /&gt;waktu terus berjalan merogoh kerongkongan&lt;br /&gt;dulu apapun yang terjadi...&lt;br /&gt;"kita mati bersama..."&lt;br /&gt;dan kini apapun yang terjadi.....&lt;br /&gt;"jalan kita berbeda...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan turun rintik&lt;br /&gt;tak lama menjadi badai yang memukul-mukul atap rumah kita&lt;br /&gt;aku menatap dari kisi jendela&lt;br /&gt;tanah di bumi telah basah&lt;br /&gt;aku berharap hujan tidak cepat reda&lt;br /&gt;agar aku puas menyedu bau tanah sehabis hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu pulang kapan...?"&lt;br /&gt;"nanti..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin aku merindukan mata mu...&lt;br /&gt;yang membuka pintu jiwa mu..&lt;br /&gt;cara engkau tersenyum menakar jiwa ku yang suntuk&lt;br /&gt;kalau memang tidak ditakdirkan selamanya..... maka selama masih mungkin bersama mu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak lagi berfikir apa yang terjadi di luar sana&lt;br /&gt;aku tak peduli lagi&lt;br /&gt;dan mereka tidak peduli keberadaan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seruak itu hanya bisikan lirih sejarah&lt;br /&gt;dan mungkin aku hanya sebutir debu di lautan pasir&lt;br /&gt;dan aku untuk sesaat hanya bisa berdoa tentang terlupanya sekejap penderitaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan itulah doa termasuk untuk ku&lt;br /&gt;karena membiarkan aku merindukan mu&lt;br /&gt;telah membuatku bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peluklah aku selagi langit belum runtuh&lt;br /&gt;sayank ku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-270461501817781469?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/270461501817781469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=270461501817781469&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/270461501817781469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/270461501817781469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/05/menggeliat-menampung-hasrat.html' title='in missing I'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-924767063708626214</id><published>2010-02-22T10:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T09:48:48.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>AIDONNOW #99</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://firstex.files.wordpress.com/2009/06/pusing21.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://firstex.files.wordpress.com/2009/06/pusing21.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kata kata menyembur bak naga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kesaktian mandraguna cuma dongeng di komik-komik lama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seperti putri yang dijemput pangeran, ternyata hanya bualan cerita pengantar tidur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di kalbu ku hanya bergelayut kerinduan purba&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;engkau datang lalu pergi meninggalkanku lakon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seperti kisah-kisah silam tentang terbakarnya Sinta di depan Rama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tangisan serak ini sering menggaung bagai serigala di bukit tengkorak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;cinta bak sungai kata-kata yang mengasingkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan tersimpan di kedalaman desir angin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"senyaris tanpa suara dan kata-kata"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aku mencintai mu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu kita bersenggama hingga ranjang kita bacin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hingga tenggorokan kita tersenggak sesuatu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan kita tak bisa ngomong lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adakah peri yang akan mengiringi temanten kita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;atau berombong-rombong dari dusun membawa hasil bumi, gabah dan tundun pisang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;demi aku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;demi kamu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;demi kita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tak ada akat diantara kamu dan diriku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;itu mengapa cinta seperti melukis dalam segunduk pasir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saat ombak menerjang,&amp;nbsp; pepasir kembali menjadi layar yang kosong melompong&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"dan kelak cinta mengalahkan segalanya" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"karena aku dan kamu yakin, Tuhan telah berselingkuh dengan CINTA"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;begitulah, dan karenanya, yang datang itu, harus pergi kemudian hari..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"tapi cinta tetaplah cinta, tak ada yang sanggup mencerabut hingga akar-akarnya"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lupakanlah aku!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;maka aku (tetap tak sanggup) melupakan mu!!!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-924767063708626214?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/924767063708626214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=924767063708626214&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/924767063708626214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/924767063708626214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/02/kata-kata-menyembur-bak-naga-kesaktian.html' title='AIDONNOW #99'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-7922387080495100462</id><published>2010-02-22T08:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T08:56:01.859-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fotografi'/><title type='text'>KALI CODE IN LOVE N PEACE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KvK_G4R7I/AAAAAAAAAZ8/LQBeiK0XSeA/s1600-h/DSC00173.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KvK_G4R7I/AAAAAAAAAZ8/LQBeiK0XSeA/s320/DSC00173.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KviHPGksI/AAAAAAAAAaI/FRRW5PQozqQ/s1600-h/DSC00174.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KviHPGksI/AAAAAAAAAaI/FRRW5PQozqQ/s320/DSC00174.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KvtVXBxbI/AAAAAAAAAaQ/cyCMI-YxItw/s1600-h/DSC00175.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KvtVXBxbI/AAAAAAAAAaQ/cyCMI-YxItw/s320/DSC00175.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4Kv_GtLuyI/AAAAAAAAAaY/daT7_Rrz_Zw/s1600-h/DSC00177.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4Kv_GtLuyI/AAAAAAAAAaY/daT7_Rrz_Zw/s320/DSC00177.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KwSVDe_gI/AAAAAAAAAak/cHa6oY9abmw/s1600-h/DSC00178.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KwSVDe_gI/AAAAAAAAAak/cHa6oY9abmw/s320/DSC00178.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4Kw0FofW2I/AAAAAAAAAaw/P0n1oIm6hv0/s1600-h/DSC00180.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4Kw0FofW2I/AAAAAAAAAaw/P0n1oIm6hv0/s320/DSC00180.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4Kz9-MOEVI/AAAAAAAAAa8/fhwuMGt8PKg/s1600-h/DSC00181.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4Kz9-MOEVI/AAAAAAAAAa8/fhwuMGt8PKg/s320/DSC00181.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K0OOM51fI/AAAAAAAAAbE/yHl0MPHiyLM/s1600-h/DSC00182.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K0OOM51fI/AAAAAAAAAbE/yHl0MPHiyLM/s320/DSC00182.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K0mWlDTlI/AAAAAAAAAbQ/TJWXVmNnWgQ/s1600-h/DSC00183.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K0mWlDTlI/AAAAAAAAAbQ/TJWXVmNnWgQ/s320/DSC00183.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K1lKsr8rI/AAAAAAAAAbc/fnO0iGgCPBs/s1600-h/DSC00184.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K1lKsr8rI/AAAAAAAAAbc/fnO0iGgCPBs/s320/DSC00184.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K1xsUCMBI/AAAAAAAAAbk/AvadbJHLqnQ/s1600-h/DSC00185.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K1xsUCMBI/AAAAAAAAAbk/AvadbJHLqnQ/s320/DSC00185.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K2cgZmrnI/AAAAAAAAAbw/zs59ItRoBI4/s1600-h/DSC00186.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4K2cgZmrnI/AAAAAAAAAbw/zs59ItRoBI4/s320/DSC00186.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-7922387080495100462?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/7922387080495100462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=7922387080495100462&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7922387080495100462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/7922387080495100462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/02/kalijode-in-love.html' title='KALI CODE IN LOVE N PEACE'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S4KvK_G4R7I/AAAAAAAAAZ8/LQBeiK0XSeA/s72-c/DSC00173.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6398844151817141400</id><published>2010-02-08T23:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T23:19:16.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan harian'/><title type='text'>PEJANTAN TANGGUH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6oaxoN1O-ws/SIjTeTHlaLI/AAAAAAAAAC8/mYCKZ0jIyFc/s1600/2.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_6oaxoN1O-ws/SIjTeTHlaLI/AAAAAAAAAC8/mYCKZ0jIyFc/s320/2.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keyword : Laki-laki, Jantan, Komersil, Sejati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore, kangen naik gunung lagi, sejak&amp;nbsp; pendakian terakhir, 12 Desember&amp;nbsp; 2008, di Gunung Merapi, mengantar teman mapala Unsyah Acheh, Hanum dan satu cewek lainnya, itu pun berangkat jam sebelas-an malam, demi mengejar sunrise di Pasarbubrah (salah satu daerah di pyncakan Merapi) , cuma sebentar,&amp;nbsp; pulang sore esoknya lewat jalur utara, benar-benar ingin sekali lagi naik gunung lagi, atau bila ada waktu senggang banyak,&amp;nbsp; berharap sebulan sekali naik gunung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu untuk pertama kalinya naik gunung, tepatnya 16 September 2003, rasanya seperti masuk ke suatu dunia lain, berharap kelak bila masuk MAPALA akan belajar menjadi laki-laki sesungguhnya, setidaknya saya ingin memilih dengan pilihan yang lebih maskulin, kata MASKULIN atau JANTAN telah membius saya, tapi nyatanya hingga saat ini, saya selalu meragukan apakah saya pantas menjadi laki-laki? Karena saya memang sulit memahami apa artinya JANTAN? Seperti pula apakah bedanya dengan BETINA?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Memang nyata dan benar sekali, bila secara fisik saya berKELAMIN LAKI-LAKI, saya punya&amp;nbsp; PENIS dan saya tentu saja punya TESTIS, dan jelas bedanya, bahwa saya tidak memiliki PAYUDARA dan tidak pula berVEGINA atau menstruasi, itu penjelasan yang sederhana untuk menyebutkan apakah saya LAKI-LAKI atau saya PEREMPUAN, tapi dalam pernyataan LAKI-LAKI itulah yang sering kali memiliki imbuhan JANTAN, GAGAH, GANTENG dll, seperti PEREMPUAN yang sering ditambah BETINA, CANTIK, ANGGUN dll, walau JANTAN-BETINA sering diasosiasikan dengan jenis kelamin hewan : kucing JANTAN, ayam BETINA dll. Sementara itu orang&amp;nbsp; Jawa bilang ; lelaki yang baik adalah yang punya WIBAWA dan SATRIA, dua kata-kata itu lebih sulit dipahami, lebih rumit dari sekedar pertanyaan bagaimana menjadi JANTAN?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya untuk memahami jenis kelamin dan embel-embelnya juga , bagi saya sendiri tidaklah terlalu penting, toh kita tidak tahu pasti apakah&amp;nbsp; Tuhan yang paling agung&amp;nbsp; itu jantan atau betina, atau mungkin banci, bikankah Ia hadir jauh-jauh hari sebelum pengertian antara jantan dan betina diciptakan? Tapi beberapa saat saya terhenyak mendapati diri saya menanyakan sesuati yang sangat pribadi dan mendalam, apakah saya memang laki-laki JANTAN ataukah laki-laki BETINA? Lalu saya (dengan menganggap Perpustakaan dan segala referensi PSYCOANALIS, LINGUISTIK, POSMODERNSM, SEMIOTIKA dan HERMENEUTIKA-nya hanya memiliki kesimpulan general tentang makna-arti kata-kata tersebut dan tentu saja dengan kesimpulan yang beragam jenisnya, bahkan seringkali konfrontatif) maka saya mencari format yang sangan personal untuk memahami&amp;nbsp; makna itu dari kacamata subjektiv dan sangat individual, jauh dilubuh hati dari pngalaman pribadi saya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;INI TENTANG JANTAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang seringkali mendefinisikan jantan dengan GAGAH, GAGAH secara fisik:&amp;nbsp; gede, besar, berotot, kuat, suaranya besar (semacam Feri Fadli dubbing NO.1 yang memerankan drama radio Kamandanu-Saursepuh, dulu saat sandiwara radio masih memiliki banyak penggemar setia), saya kira bila didefinisakan semacam ini, maka betapa banyak laki-laki yang tidak masuk dalam kelompok GAGAH, termasuk saya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ada juga tingkah laku yang sering sekali bergulir sejauh pergumalan dengan laki-laki, yang disukai LAKI-LAKI&amp;nbsp; (di antaranya) dan bias isebut bagian dari keLAKI-LAKIan: 1. Menyukai sepak bola atau ngeBAND, 2. Suka di bengkel ngutak-atik mobil-Motor, 3. Begadang larut ditemani rokok dan kopi, 4. Kalau dipukul balaslah dengan memukul (dan kalau dicium laki-laki?? Apa harus membalasnya dengan ciuman!!), 5. Kalau Online di facebook, sukanya main Mafia War dan tentu saja Poker, dan oleh karenanya GAWATlah saya yang&amp;nbsp; tidak ada interest pada ke-lima point di atas. Tapi semoga dengan&amp;nbsp; menggemari naik gunung serta masuk MAPALA maka KELAINAN (?) saya ini bisa ditebus!!&amp;nbsp; Dan saya bisa disebut PEJANTAN dan dapat dimasuk ke katagori JANTAN oleh DEPARTEMEN URUSAN JANTAN-BETINA&amp;nbsp; NASIONAL, Whats!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki dalam bentuk yang lain, adalah laki-laki dalam definisi-definisi pasar,&amp;nbsp; definisi televisi, dan majalah-majalah sosialita (??), tersebutlah lelaki sejati : minum susu penguat otot (yang bintang iklannya pakai celana dalam berwarna serta six peak) , memakai jas atau baju casual dengan merek tertentu (Armani, Prada dll), ada parfum (parfum badan, ketek dll) dengan bau tertentu, facial yang diiklanin cowok-cowok indo, sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, minyak rambut harus sesuai gaya pasar, belum lagi celana dalam merek tertentu (DnG, Versace dll), belum makan-minum harus dengan merek ini-itu, tepat nongkrong pagi-siang-sore-malam harus di sini situ, suplemennya harus ini itu, dan jangan lupa dengan gelang, arloji, kalung laki-laki&amp;nbsp; dan lain2, inilah Departemen Pemasaran Laki-Laki yang serasa Harus Capable menyuarakan LELAKI SEJATI!!! (terkadang orang-orang Fashion Market inilah yang oleh kalangan konservativ justru diragukan ke-LAKI-LAKIannya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kelompok konservativ adalah mereka&amp;nbsp; yang identik dengan laki-laki kurang nggeh terhadap mode, yang hidup untuk istri dan anak-anak, membesarkan anak-anak, ikut perkumpulan bapak-bapak tua, lalu mati, lelaki yang memang diciptakan dengan pengertiannya yang teramat sederhana, apakah saya tau anda semudah itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENGAPA TIDAK MENJADI DIRI SENDIRI?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Be my self : pingin gimbal, pakai batik, pakai sandal bangkiyak (sandal kayu jawa), memakai bangklon, pakai tas recycle (dari bekas bungkus pasta gigi yang disambung-sambung), naik hordok (sepedah kuno), tapi gaulnya tetep duduk di café atau lobby hotel… kalau ada yang lihat dan terpana, saya akan melihat balik dan terpana, bukankah saya ingin jadi LELAKI apa adanya. Persetan ini tidak Matching atau katrok&amp;nbsp; sekalipun. Pingin pula tindik dan tato, rambut ngepunk, dan lain-lain, pokoknya persetan system (fuck System), apakah saya dan siapapun kuat semacam itu sampai tua!!!??? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ISTILAH JANTAN YANG SAYA INGINKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Istilah&amp;nbsp; JANTAN yang jauh lebih saya sukai adalah “menjadi LAKI-LAKI BERTANGGUNG JAWAB”, tanggung jawab laki-laki: menafkahi keluarga, imam keluarga dunia akhirat, anggota masyarakat, menjaga kehormatan keluarga dan lain-lain”, suatu definisi yang secara pribadi benar-benar sangat mengerikan atau bahkan malah suatu tantangan besar,&amp;nbsp; definisi yang terakhir ini berarti : dan saya harus mengawini wanita, harus –setidaknya- punya anak, punya pekerjaan yang cukup buat menghidupi lahir bathin keluarga saya, istri serta anak-anak, dan punya cita-cita bagi masyarakat *Berat Nian Beban Yang Harus Ambo Pikul Bundo!*, saya tahu karena itulah lelaki diciptakan secara fisik memang lebih kuat, dan (dengan menafikan perlawanan defensive perjuangan gender) otak laki-laki memiliki kapasitas yang jauh lebih handal disbanding para wanita yang cenderung emosional (sekali lagi ini pandangan subjektif saya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;APAKAH ANDA PUNYA PANDANGAN TENTANG LELAKI JANTAN YANG LEBIH SERU?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6398844151817141400?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/6398844151817141400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=6398844151817141400&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6398844151817141400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/6398844151817141400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/02/keyword-laki-laki-jantan-komersil.html' title='PEJANTAN TANGGUH'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6oaxoN1O-ws/SIjTeTHlaLI/AAAAAAAAAC8/mYCKZ0jIyFc/s72-c/2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4103961077559060293</id><published>2010-02-05T15:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T15:07:25.893-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>pagi satu</title><content type='html'>pagi bergelayut semacam upacara kematian yang sayup&lt;br /&gt;tanah yang basah oleh embun tersapu samar hangat mentari&lt;br /&gt;ada burung menguap di jajara ranting yang baru keluar dari sarang&lt;br /&gt;dan redup langit berlahan&amp;nbsp; menguning kelak selaksa emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan orang-orang yang onar telah membelah senyap&lt;br /&gt;berubah menjadi serentet seruak yang memekak&lt;br /&gt;setelah tertidur lalu bangun berteriak, berburu dengan pagi mengejar harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah mati lalu mereka hidup kenbali&lt;br /&gt;tapi sayang telah datang suatu masa&lt;br /&gt;di mana yang hidup seperti daging bangkai&lt;br /&gt;dan setelah itu serupa seonggok daging sedang terserabut busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kotagede&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4103961077559060293?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4103961077559060293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4103961077559060293&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4103961077559060293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4103961077559060293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/02/pagi-satu.html' title='pagi satu'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-4656888287099442337</id><published>2010-02-01T00:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T00:21:04.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>TENGYU MADAM...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.richard-seaman.com/Travel/Indonesia/Highlights/GunungMerapi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://www.richard-seaman.com/Travel/Indonesia/Highlights/GunungMerapi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;angan mengejar ku, biarkan aku saja yang mengejar mu, karena aku tak suka dikejar-kejar, jangan cengeng, air mata kita tak harus luruh hanya karena rasa kerontang pada dunia, cerita nenek moyang kita mendaras panjang pada sayatan-sayatan darah yang telah digores, kalau kau memang bukan milikku, maka mungkin aku tak mengjar mu seperti saat ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;erlarilah sekencangnya, seperti serigala keranjingan babi rusa!, ketika ku semakin sulit menangkapmu, karena itu cinta menyepuh, merekah seperti roti, aku akan jaga selalu sarapan pagi ku hari ini, tentu saja hanya ingin bersamamu, sepertinya memang kita masih saling mencintai, walau aku dan kamu sama-sama melukai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;egitulah kamu merebah di pangkuanku, seolah bumi mengambang diawang-awang, lalu kita gapai langit biru dan gerombolan awan, cuma sekali petik, saat engkau tertidur nyenyak, bermimpi melahirkan selusin anak di atas ranjang kita yang semakin bacin, kemudian kita terhenyak, tergegap melihat dunia yang semakin lama rewel bukan kepakang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;ukan berarti kita tidak berhak mengkhianati dan saling menyakiti, bukankah aku dan kamu meyakini jika hati kita ditempa dari berlapis baja, walau ibu kita tidak saling mengajarkan, tapi dunia semakin lama semakin asing dengan polah canda, demikian kau habiskan mimpi-mimpi mu dengan yang lain, dan demikian aku bergegas menghilang bersama kabut pagi-pagi saat pak hansip datang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;arena langit-langit kita kini dipenuhi oleh menara sensual, dan tanah-tanah kita dipenuhi perdu menjalar liar dari kawat dan kabel, air kita adalah sulingan dari kata-kata yang saling menaklukkan, matahari kita lalu menguap menjadi noda di punggung kita seperti panu, demikian harusnya kita tidak saling menyalahkan atas segala kebohongan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;adi jangan kamu kejar aku lagi,, biarkan aku yang mengejarmu, karena kekasih teranggunku hanya pantas menunggu di balik kelambu, dan aku akan menjagamu selalu, walau tak habis pikir bagaimana sanggup selalu bersama mu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-4656888287099442337?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/4656888287099442337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=4656888287099442337&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4656888287099442337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/4656888287099442337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/02/jangan-mengejar-ku-biarkan-aku-saja.html' title='TENGYU MADAM...'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-3543217435238937126</id><published>2010-01-28T13:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T13:14:40.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>AIDONNOW OST</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://berhala.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/ceria_anak_desa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://berhala.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/ceria_anak_desa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;pada kata-kata yang compang&lt;br /&gt;aku meleleh menjadi kelam kelampang&lt;br /&gt;mentari menyusup dalam celah-celah remah tanah&lt;br /&gt;bau hujan mengganyang segala mimpi&lt;br /&gt;penderitaan adalah raungan kesunyian&lt;br /&gt;berbisik serak di kerongkongan yang kering&lt;br /&gt;luka meneruak mengalir dalam jari jemari&lt;br /&gt;ada karak di bawah nampan persembahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menguap kala tawa bergelagak&lt;br /&gt;siapakah diri mu? yang terberukut kabut&lt;br /&gt;mengakak bagai iblis yang jatuh tersungkal bersama Adam-Hawa&lt;br /&gt;kesendirian membuncah mengosongkan segala gundah&lt;br /&gt;atas kota-kota yang kita bangun dari rakit-rakit nelayan tua&lt;br /&gt;merusak sebelum dirusak&lt;br /&gt;bak kala Bandung menjadi lautan api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;jangan bawa Tuhan ke sana-kemari&lt;br /&gt;kalau memang waktunya mati, kita hanya akan tidur nyenyak selamanya&lt;br /&gt;mungkin di otak kita hanya ada sebotol bir, tubuh indah dan dentum lembut musik&lt;br /&gt;atau budak-budak kita-gundik-gundik bodoh dan gelar sumpah serapah &lt;br /&gt;kematian itu sama sekali menyakitkan bagi mereka yang ingin berdiam lama&lt;br /&gt;bukankah jompo di ujung masa sama saja tak menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seekor begal ditarik dalam keramaian kota&lt;br /&gt;apakah kau ingin menjadi begal yang disibukkan dengan bawaannya dalam kesunyian yang seruak&lt;br /&gt;ku mohon, terlepaslah bak segala binatang liar&lt;br /&gt;pasak kita telah luruh menjadi lumpur&lt;br /&gt;di kala hujan datang dan segala cinta berbenah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bawalah rerajutan kata yang dilebur di kedalaman cinta&lt;br /&gt;aku ingin memelukmu erat seperti merangkul dunia ini&lt;br /&gt;aku ingin menjumpai surga di sana, tidak diawang-awang yang bisu&lt;br /&gt;dan biarkanlah luka ini memerah atau bahkan membusuk&lt;br /&gt;selaksa fikiran kita yang diasingkan oleh unek-unek filsafat&lt;br /&gt;persetan mereka yang keranjingan singgasana, berebut bak kisruh monyet jantan dan betina&lt;br /&gt;semoga kakinya terpeleset lalu jatuh menjadi lumpuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bawakan roti untuk segala rakyat&lt;br /&gt;penderitaan anak-anak malang yang tak sudah-sudah&lt;br /&gt;atau remaja yang berjualan pil mabuk meninggalkan sekolah-sekolah&lt;br /&gt;atau wanita-pejantan uzur diujung senja hanya beratap langit&lt;br /&gt;atau para waria yang cuma bisa saweran dengan kecer nyaringnya &lt;br /&gt;jangan selalu berfikir penderitaan kita terlalu berat untuk dirakit menyebrangi empang&lt;br /&gt;segala tujuan itu berat adanya, tak peduli sesuram apapun nasib&lt;br /&gt;cinta kita pada sesuatu yang nyaris harus ditinggalkanlah yang lalu membebani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mati saat aku menjadi pahlawan&lt;br /&gt;setidaknya pahlawan untuk diriku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagikan roti bagi mereka yang dipinggiran kota&lt;br /&gt;atau yang menelusup dibawah jembatan&lt;br /&gt;itukah dirimu dulu bila dilahirkan dari rahim yang berbeda&lt;br /&gt;Tuhan menentukan pilihannya&lt;br /&gt;dan ibumulah yang ditunjuk oleh jemari-Nya yang terkasih&lt;br /&gt;jangan meronta-ronta, apalagi cengeng&lt;br /&gt;basuh semua peluh dan air mata&lt;br /&gt;dunia tidak akan diselesaikan hanya dengan tarian dan tabuhan gendang India&lt;br /&gt;tidak pula menanti sesosok Rambo di dunia yang pengap oleh ironi&lt;br /&gt;toh semua penderitaan pasti akan berakhir bak angin musim&lt;br /&gt;seperti berlalunya pula setiap kebahagiaan ditendang gundah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rangkullah penderitaan&lt;br /&gt;Jesus telah mati di tiang salib&lt;br /&gt;Muhammad toh mati juga&lt;br /&gt;Budha mengingatkan kala dunia cuma taman permainan kanak-kanak &lt;br /&gt;selamatkan diri kita dari otak keruh yang pongah&lt;br /&gt;dari keyakinan yang menyesatkanmu lalu meminta disembah bak Tuhan sesungguhnya &lt;br /&gt;jangan meminta berlebihan dari apa yang sewajarnya kita dapatkan&lt;br /&gt;Tuhan mencintai mu secara sederhana&lt;br /&gt;maka cintai pulalah dirimu apa adanya dengan sahaja&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-3543217435238937126?l=kuilkata1001.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/feeds/3543217435238937126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5643662986106926140&amp;postID=3543217435238937126&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3543217435238937126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5643662986106926140/posts/default/3543217435238937126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuilkata1001.blogspot.com/2010/01/pada-kata-kata-yang-compang-aku-meleleh.html' title='AIDONNOW OST'/><author><name>MOVAZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05734706333565223960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_RpxkZRo6QM8/S2chUuF4s0I/AAAAAAAAAZc/zFeWRyN9PGw/S220/1_298619620l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5643662986106926140.post-6375258594569832443</id><published>2010-01-19T17:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T17:17:45.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coretan'/><title type='text'>status FB saya yang sedikit protes dengan diri sendiri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://neatorama.cachefly.net/images/2007-03/tree-tenere.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://neatorama.cachefly.net/images/2007-03/tree-tenere.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="profile_status"&gt;&lt;span id="status_text"&gt;Membaca anatomi asingyang berlahan menjadi bagian tubuh yang nyaris mendaging dan manuntutmenjadi 'aku', plz remember, our anatomy isn't : HP, Leptop, FB, Skype,Prada, 21, CNN, country, belief concept, etc, bahwa semua itu hanyalahcuma dan hanya cuma suatu alat untuk mamudahkan kita menjalanikemurnian sebagai manusia sang pencitraan illahi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="comment_actual_text" id="text_expose_id_4b565628b3fab031c4446" style="text-align: justify;"&gt;Ketemuteman HPan, ketemu teman Leptopan, ketemu teman Poker-an, FBan,Shoopingan, ketemu teman sibuk Dzikir-an, ketemu teman nge-nonton TV,mentelengi buku, saya merasa apa yang ditulis ORWEL : 1983 menjumpaitakdirnya, adakah manusia yang mau bicara dengan 'telanjang bulat' dan'jiwa murni', di mana segala yang di dunia ini CUMA ALAT untuk membantukita menjadi makhluk yang MERDEKA (SEJATI) atas tubuh, pikiran yangkita miliki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="comment_actual_text" id="text_expose_id_4b565628b3fab031c4446" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagavad Gita : segala semesta ada dalam diri mu, Al Qur-an : Aku yang sejati ini lebih dekat dari urat nafasmu, Rummi: yang atomik hingga yang super jagad raya 'menyebut-nyebut' nama Mu, Marley: Emancypate Our Self from Mental Slavery, None But Our Self Can Free Our Mind. *walau adalah ironi juga bahwa saya akhirnya terjebak pula dalam suatu keyakinan* - nun sejauh itu membuat kemanusiaan saya semakin lebih MURNI dan MERDEKA untuk membebaskan raga, jiwa dan 'seonggok' fikiran saya, saya akan mengijinkannya sebagai alat baca saya -.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5643662986106926140-6375258
